Japanese in Anime and Manga: Memperdalam bahasa Jepang lewat media populer

Japanese in Anime & Manga

Bahasa Jepang adalah bahasa yang sangat berwarna. Terdapat berbagai cara untuk mengungkapkan hal yang pada dasarnya sama, dan ini dipengaruhi oleh faktor seperti hubungan antara pembicara, umur pembicara, dan latar belakang atau sifat pembicara.

Sebagai contoh, untuk meminta atau membuat orang lain agar makan, kita bisa menggunakan berbagai cara berikut dengan nuansa yang sangat berbeda (semuanya menggunakan kata dasar taberu yang berarti “makan”):

  • tabete kudasai: “Silahkan makan”. Ini cara membuat permintaan sopan. Aman untuk digunakan di segala situasi, misalnya mempersilahkan tamu makan.
  • tabete: Sama seperti di atas tapi terdengar lebih santai. Digunakan misalnya antar teman.
  • tabenasai: Permintaan yang cukup tegas namun sopan. Bisa digunakan misalnya oleh ibu kepada anaknya yang rewel tidak mau makan.
  • tabete itadakemasen ka?: Permintaan yang sangat sopan, dengan nuansa bahwa kita merendahkan diri. Seakan-akan mengatakan “Mungkin makanannya tidak enak, tapi akankah kamu berbaik hati memakannya?”
  • tabero!: “Makan!!!” Ini bentuk perintah kasar. Bayangkan kamu memaksa lawan bicaramu makan sambil menodongkan pistol.

Tentunya masih banyak cara lainnya, dan lingkup penggunaan contoh di atas tidaklah saklek. Sebagai contoh, “tabete” dan “tabenasai” bisa juga digunakan kepada tamu (masing-masing dengan kesan santai dan agak tegas dalam artian baik).

Di sini, media seperti anime, dorama, dan manga merupakan cara yang hebat untuk menemui beragam bentuk bahasa Jepang. Dengan berbagai setting dan tokoh yang berbeda, kamu akan terbiasa mendengar bermacam gaya bahasa dan perlahan-lahan mengerti kapan harus menggunakan yang mana. Sebagai orang asing, ini mungkin bisa jadi wahana pencarian jati diri juga: Dengan bahasa Jepang seperti apa aku ingin berbicara? “ore no hanashikata, monku aru?!?” (Lu ada masalah ama gaya bicara gue?!?)

Arigatou gozansu
Arigatou gozansu“. Ha? Apa? (dari dorama Jin)

Tidak hanya variasi bahasa mulai dari cara bicara anak-anak sampai yakuza yang bisa ditemui di zaman modern, pada anime Samurai X kamu bisa menjumpai gaya bahasa samurai zaman Meiji, pada dorama Jin kamu bisa melihat bagaimana para Oiran zaman Edo menggunakan akhiran -arinsu, dan pada anime atau game Air kamu bisa mencicipi bahasa Jepang zaman Heian yang jauh lebih tua lagi.

suru ga yoi - bahasa Jepang zaman Heian
Ryuuya-dono mo tamesu ga yoi“. (Ayo cicip, Tuan Ryuuya) (dari anime Air)

Menyadari efektifnya media-media tersebut untuk membuka wawasan bahasa Jepang, Japan Foundation mengembangkan situs Japanese in Anime & Manga. Di situ, terdapat modul-modul interaktif untuk mempelajari bahasa-bahasa yang muncul di media-media tersebut. Sebagai contoh, di modul “Character expression” kamu bisa mendengar dan membandingkan bagaimana 8 karakter berbeda mengungkapkan hal untuk situasi yang sama. Tentu fokusnya lebih ke arah ragam bahasa modern, jadi jangan harap bahasa zaman Heian muncul di situs tersebut.

Ekspresi karakter anime

Terdapat mode kanji, kana, dan romaji untuk tulisan Jepangnya yang bisa diubah lewat tombol kanan atas. Setelah mempelajarinya, terdapat juga mode kuis untuk menguji pemahaman kalian.

Untuk modul “Love Word Quiz”, kalian menebak arti dari kata-kata bahasa Jepang. Selain itu, kalian juga bisa melihat contoh penggunaan kata tersebut di manga (dengan terjemahan Inggrisnya) dan juga melihat halaman manga aslinya!

Love word quiz

Karena situs ini baru dibuka, modul yang tersedia baru sedikit. Namun mereka berencana untuk membuat modul-modul tambahan, jadi sementara menikmati modul yang saat ini sudah ada, ke depannya situs ini akan semakin berguna.

Kunjungi situsnya di http://anime-manga.jp dan selamat bersenang-senang. Namun tentunya yang paling utama adalah menikmati media aslinya, jadi jangan lupa banyak-banyaklah menonton anime, film, maupun dorama (berani tanpa sub?) dan membaca manga (yang belum diterjemahkan)!

Simpan di situs bookmarking sosial:
  • Digg
  • del.icio.us
  • Twitter
  • Facebook
  • Technorati
  • Tumblr
  • Slashdot
  • StumbleUpon
  • Mixx
  • Google Bookmarks
  • Live
  • Identi.ca
  • LinkedIn

Tags: , , , , , , , , , , ,

10 Responses to “Japanese in Anime and Manga: Memperdalam bahasa Jepang lewat media populer”

  1. fatma says:

    betul dorama cukup efektif untuk belajar bahasa jepang
    karena qt merasa tidak sedang belajar!!
    saya baru nonton zettai kareshi (telat,,tapi gpp)
    di situ naito (robot) ngomong nihongo dengan “level” agak lambat, jadi sedikit2 bisa dipahami..
    tanpa subtitle??
    hehehe masih belom berani..

  2. fuyumi says:

    iya…. Fatma-san… Zettai kareshi yg naitonya gal lmabat ngomongnya tapi bagus buat kita ya??? Heheheh

  3. Mikha says:

    Halo salam kenal…
    Saya udah lama mengikuti situs ini, tapi baru sekali ini reply :)
    Dulu saya pernah belajar bahasa jepang intensif, sampe udah bisa tulis surat segala (walopun pake hiragana katakana)….
    dulu sensei saya aseli dari jepang, trus surat saya itu ditujukan buat keponakannya…
    trus dapet balesan, rasanya seneng banget… :) :)
    tapi sayang, sejak lulus sma saya jadi gak ada temen buat sparring, alhasil skrg lupa deh ^^
    moga2 aja dgn bantuan situs ini saya bisa mengingat2 lagi yaaa….

    doomo
    Mikha

  4. fuyumi says:

    Iya.. wah hebat dong.. surat2an ma orang Jepang? hehe
    Saya rencana mau masuk Sastra Jepang.. ya.. meskipun baru cuma nulis2 huruf kana aja……. pokoknya asalh usaha pasti bisa..maklum gak bisa intensif di dunia nyata.. hho
    doain ya moga saya juga bisa masuk sastra Jepang dan bisa ke Jepangnya. hehe

  5. maharany says:

    Memang dengan menonton dorama dan anime kita bisa mempelajari tata bahasa sehari-hari Jepang …..
    saya setuju….
    sekaligus bisa melatih choukai kita….

  6. Riri says:

    waaah situs yg keren XD
    kemaren dapet kiriman DVD dari temen Jpg yg bikin tv bangumi buat thesisnya… ga ada subtitlenya euy o.O
    jadinya cuman nangkep sepotong2 doang, hahay =p

  7. Andini Rizky says:

    Setuju sama yang komentar duluan. Keren banget situs ini. Salam kenal.

    Btw, soal ‘tabete itadakemasen ka’ itu… natural gak sih bilang begitu? Taberu kan juga ada bentuk hormatnya: meshiagaru. Apa nggak lebih bagus ‘meshiagatte itadakemasen ka’? Walaupun gak kebayang situasi kayak apa sih, sampai musti memohon dengan sangat supaya orang makan makanan yang kita bawa.. ha ha… kayaknya lebay. Paling silakan makan: douzo omeshiagari kudasai.

  8. @Andini-san
    Iya meshiagatte itadakemasen ka itu lebih sopan lagi karena menggunakan kata dasar yang honorifik :) . Kalau dicari di google 食べていただけませんか dan 召し上がっていただけませんか sama-sama dapet hit (yang kedua lebih banyak tapi)

  9. Sasa says:

    sangat membantu!^,^

    kembangkan lgi yah!!!SEMANGAT!!!

  10. zuri says:

    wah enak banget tuh

    matur nuwun

Tulis komentar