
<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Yumeko &#187; Menengah</title>
	<atom:link href="http://www.yumeko.web.id/category/menengah/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.yumeko.web.id</link>
	<description>Belajar budaya dan bahasa Jepang bersama</description>
	<lastBuildDate>Tue, 16 Mar 2010 08:00:12 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>A to ii B to ii (baik A dan juga B)</title>
		<link>http://www.yumeko.web.id/2010/01/04/a-to-ii-b-to-ii-baik-a-dan-juga-b/</link>
		<comments>http://www.yumeko.web.id/2010/01/04/a-to-ii-b-to-ii-baik-a-dan-juga-b/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 04 Jan 2010 11:05:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Agro Rachmatullah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Menengah]]></category>
		<category><![CDATA[air]]></category>
		<category><![CDATA[jplt1]]></category>
		<category><![CDATA[visual novel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.yumeko.web.id/?p=519</guid>
		<description><![CDATA[Untuk mengatakan bahwa dua hal sama-sama bersifat sesuatu, cara yang paling umum adalah menggunakan partikel mo (juga).
色もデザインも素敵
iro mo dezain mo suteki
Baik warna maupun desainnya indah

色 (iro): warna
デザイン (dezain): desain, rancangan, pola
素敵 (suteki): indah

Pada penggunaan seperti ini, sebagai alternatifnya kamu bisa juga menggunakan to ii. Ini berasal dari to iu (と言う) yang gunanya untuk mengutip benda [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Untuk mengatakan bahwa dua hal sama-sama bersifat sesuatu, cara yang paling umum adalah menggunakan partikel <strong>mo</strong> (juga).</p>
<p class="sample">色もデザインも素敵<br />
<strong class="exampleRomaji">iro mo dezain mo suteki</strong><br />
Baik warna maupun desainnya indah</p>
<blockquote class="smallDict"><p>
色 (iro): warna<br />
デザイン (dezain): desain, rancangan, pola<br />
素敵 (suteki): indah
</p></blockquote>
<p>Pada penggunaan seperti ini, sebagai alternatifnya kamu bisa juga menggunakan <strong>to ii</strong>. Ini berasal dari <strong>to iu</strong> (と言う) yang gunanya untuk mengutip benda atau hal yang dimaksud. Jadi arti literalnya mungkin semacam &#8220;Mau ngomongin A kek, mau ngomongin B kek, &#8230; (kesemuanya sama)&#8221;. Lihat contoh berikut:</p>
<p class="sample">色といいデザインといい素敵<br />
<strong class="exampleRomaji">iro to ii dezain to ii suteki</strong><br />
Baik warna maupun desainnya indah</p>
<blockquote class="smallDict"><p>
色 (iro): warna<br />
デザイン (dezain): desain, rancangan, pola<br />
素敵 (suteki): indah
</p></blockquote>
<p><strong>to ii</strong> terdengar lebih kuat dibandingkan dengan <strong>mo</strong>. Karena tata bahasanya sendiri sangat mudah, postingan kali ini cukup diakhiri dengan contoh-contoh lain agar semakin mengerti:</p>
<p><span id="more-519"></span></p>
<p class="sample">顔といい性格といい、彼女に悪いとこはない<br />
<strong class="exampleRomaji">kao to ii seikaku to ii, kanojo ni warui toko wa nai</strong><br />
Tidak ada kekurangan baik pada wajah maupun perilakunya</p>
<blockquote class="smallDict"><p>
顔 (kao): wajah<br />
性格 (seikaku): perilaku<br />
彼女 (kanojo): dia (perempuan)<br />
悪い (warui): buruk<br />
とこ (toko): aspek<br />
ない (nai): tidak ada
</p></blockquote>
<p>Pada contoh di atas, <strong>toko</strong> adalah singkatan dari <strong>tokoro</strong>. Arti dasarnya adalah &#8220;tempat&#8221;, namun kata tersebut bisa juga menunjuk waktu atau aspek abstrak seperti pada contoh di atas.</p>
<p class="sample">味といい、香りといい、また姿といい、アユは川魚の中でも一番だよ<br />
<strong class="exampleRomaji">aji to ii, kaori to ii, mata sugata to ii, ayu wa kawauo no naka de mo ichiban da yo</strong><br />
Baik dari segi rasa, aroma, dan juga bentuk, ikan ayu adalah yang terbaik di antara ikan air tawar</p>
<blockquote class="smallDict"><p>
味 (aji): rasa<br />
香り (kaori): wangi, aroma<br />
また (mata): dan, juga<br />
姿 (sugata): bentuk, penampilan<br />
アユ (ayu): nama ikan<br />
川魚 (kawauo): ikan air tawar, ikan sungai<br />
中 (naka): dalam<br />
一番 (ichiban): terbaik, nomor satu
</p></blockquote>
<p>Pada contoh di atas, bisa dilihat bahwa pola <strong>to ii</strong> bisa juga digunakan untuk lebih dari dua benda.</p>
<p>Contoh terakhir diambil dari cerita <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Air_(anime)">Air</a>.</p>
<p class="sample">二人のそばに近寄ると、神奈の顔色が悪かった。頬といい額といい、汗が滝のように出ている。<br />
<strong class="exampleRomaji">futari no soba ni chikayoru to, kanna no kaoiro ga warukatta. hoo to ii hitai to ii, ase ga taki no you ni dete iru.</strong><br />
Saat aku mendekati mereka, wajah Kanna terlihat pucat. Keringat mengalir bagai air terjun baik di pipi maupun dahinya.</p>
<blockquote class="smallDict"><p>
二人 (futari): dua orang<br />
そば (soba): sisi, sebelah<br />
近寄る (chikayoru): mendekat<br />
神奈 (kanna): Kanna (nama orang)<br />
顔色 (kaoiro): rona muka, air muka<br />
悪い (warui): buruk<br />
頬 (hoo): pipi<br />
額 (hitai): dahi<br />
汗 (ase): keringat<br />
滝 (taki): air terjun<br />
のように (no you ni): bagai<br />
出る (deru): keluar
</p></blockquote>
<p>Mungkin kelihatannya ini tata bahasa tingkat tinggi, tapi teman Jepang saya pernah menggunakannya saat ngobrol dengan saya! Katanya, &#8220;<strong>A-san to ii, B-san to ii, minna hen na hito da yo ne?</strong>&#8221; (Baik A-san maupun B-san, semuanya orang aneh ya?). Jadi ingat baik-baik, karena pasti berguna juga buatmu suatu saat!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.yumeko.web.id/2010/01/04/a-to-ii-b-to-ii-baik-a-dan-juga-b/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bentuk Perintah pada Bahasa Jepang</title>
		<link>http://www.yumeko.web.id/2009/11/14/bentuk-perintah-pada-bahasa-jepang/</link>
		<comments>http://www.yumeko.web.id/2009/11/14/bentuk-perintah-pada-bahasa-jepang/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 14 Nov 2009 16:50:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Agro Rachmatullah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Menengah]]></category>
		<category><![CDATA[after story]]></category>
		<category><![CDATA[audio]]></category>
		<category><![CDATA[clannad]]></category>
		<category><![CDATA[Detroit Metal City]]></category>
		<category><![CDATA[DMC]]></category>
		<category><![CDATA[Okazaki Naoyuki]]></category>
		<category><![CDATA[Okazaki Tomoya]]></category>
		<category><![CDATA[Okazaki Ushio]]></category>
		<category><![CDATA[visual novel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.yumeko.web.id/?p=461</guid>
		<description><![CDATA[
Sini!
Pada bahasa Indonesia, banyak bentuk kamus verba yang sudah langsung merupakan bentuk perintah. Contohnya adalah &#8220;Makan!&#8221;, &#8220;Baca!&#8221;, dan &#8220;Pergi!&#8221; Di bahasa Jepang, kita tentunya juga bisa memberikan perintah. Namun kita perlu mengubah verbanya menjadi bentuk perintah terlebih dahulu. Aturannya merupakan salah satu yang tergampang di bahasa Jepang, jadi kamu bisa dengan mudah bersenang-senang (atau mendapat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center"><img src="http://www.yumeko.web.id/wp-content/uploads/2009/11/ke_sini.jpg" alt="Ke sini!" title="Ke sini!" width="400" height="268" class="alignnone size-full wp-image-493" /><br />
<span style="font-size: 80%">Sini!</span></p>
<p>Pada bahasa Indonesia, banyak bentuk kamus verba yang sudah langsung merupakan bentuk perintah. Contohnya adalah &#8220;Makan!&#8221;, &#8220;Baca!&#8221;, dan &#8220;Pergi!&#8221; Di bahasa Jepang, kita tentunya juga bisa memberikan perintah. Namun kita perlu mengubah verbanya menjadi bentuk perintah terlebih dahulu. Aturannya merupakan salah satu yang tergampang di bahasa Jepang, jadi kamu bisa dengan mudah bersenang-senang (atau mendapat masalah).</p>
<p>Sebelumnya, ingatlah bahwa ini adalah bahasa yang sangat kasar sehingga seharusnya kamu tidak akan sering memerlukannya. Untuk meminta orang melakukan sesuatu, banyak pilihan sopan lain yang tersedia misalnya menggunakan <strong>-te kudasai</strong>.</p>
<p>Hanya saja, bentuk perintah sangat sering muncul di media seperti dorama, anime, dan manga sehingga kamu perlu mengetahuinya. Saat kamu menemui bentuk ini, perhatikan baik-baik konteksnya. Contohnya adalah dua orang yang sedang bertarung dan meneriakkan &#8220;<strong>shine!</strong>&#8221; (Mati sana!). Dalam hal ini, karena mereka memang berniat saling menghabisi tentunya tidak perlu bersopan-sopan.</p>
<p><span id="more-461"></span></p>
<h3>Bentuk perintah positif</h3>
<p>Untuk melakukan konjugasinya, kamu harus bisa <a href="http://tutorial.yumeko.web.id/verbs.html">membedakan antara verba-ru dan verba-u</a>. Setelahnya ikuti aturan berikut:</p>
<div style="border: 2px solid black; padding: 10px; background-color: rgb(238, 255, 238);">
<strong>Cara membuat bentuk perintah</strong></p>
<ol>
<li><strong>Verba-ru</strong>: Ganti <strong>ru</strong> dengan <strong>ro</strong>.<br />
<strong>tabe<strike>ru</strike></strong> → <strong>tabe<u>ro</u></strong> (makan!)<br />
<strong>oki<strike>ru</strike></strong> → <strong>oki<u>ro</u></strong> (bangun!)<br />
<strong>tsuzuke<strike>ru</strike></strong> → <strong>tsuzuke<u>ro</u></strong> (lanjutkan!/terus!)</li>
<li><strong>Verba-u</strong>: Ganti suara u di akhir dengan suara e.<br />
<strong>i<strike>ku</strike></strong> → <strong>i<u>ke</u></strong> (pergi!)<br />
<strong>no<strike>mu</strike></strong> → <strong>no<u>me</u></strong> (minum!)<br />
<strong>kae<strike>ru</strike></strong> → <strong>kae<u>re</u></strong> (pulang!)<br />
<strong>hashi<strike>ru</strike></strong> → <strong>hashi<u>re</u></strong> (lari!)<br />
<strong>ganba<strike>ru</strike></strong> → <strong>ganba<u>re</u></strong> (berusahalah!)<br />
<strong>shi<strike>nu</strike></strong> → <strong>shi<u>ne</u></strong> (mati!)</li>
<li><strong>Perkecualian</strong>: <strong>suru</strong> menjadi <strong>shiro</strong> (lakukan!), <strong>kuru</strong> menjadi <strong>koi</strong> (datang!), dan <strong>kureru</strong> menjadi <strong>kure</strong> (berikan!)</li>
</ol>
</div>
<h3>Bentuk perintah negatif</h3>
<p>Untuk membuat bentuk perintah negatif, kita tinggal menempelkan <strong>na</strong> di belakang verbanya. Aturan sederhana ini berlaku untuk semua verba. Perhatikan juga bahwa ada akhiran kalimat <strong>na</strong> yang menyatakan emosi, namun ini berbeda dengan <strong>na</strong> yang dipelajari di sini (bisa diketahui dari konteks dan intonasinya).</p>
<div style="border: 2px solid black; padding: 10px; background-color: rgb(238, 255, 238);">
<strong>Cara membuat bentuk perintah negatif</strong><br />
Tambahkan <strong>na</strong> ke akhir verba. Contoh:</p>
<ul>
<li><strong>taberu</strong> → <strong>taberu <u>na</u></strong> (jangan makan!)</li>
<li><strong>iu</strong> → <strong>iu <u>na</u></strong> (jangan mengatakan!)</li>
<li><strong>shinu</strong> → <strong>shinu <u>na</u></strong> (jangan mati!)</li>
<li><strong>suru</strong> → <strong>suru <u>na</u></strong> (jangan melakukan!)</li>
</ul>
</div>
<p>Perhatikan bahwa <strong>suru na</strong> bisa disingkat menjadi <strong>sun na</strong>.</p>
<h3>Contoh</h3>
<p>Di bagian ini akan diberikan beberapa contoh penggunaan bentuk perintah. Semuanya diambil dari anime <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Clannad_(anime)">CLANNAD AFTER STORY</a>.</p>
<p><small>Download: <a href="http://www.yumeko.web.id/wp-content/uploads/2009/11/kue.mp3">kue.mp3</a> (175 KB)</small></p>
<div class="sample">朋也：ほら、<u>食え</u>。<br />
汐：わあ。<br />
朋也：どうした、独りで食べられるだろう。<br />
汐：いただきます。</p>
<p><strong>tomoya: hora, <u>kue</u>.<br />
ushio: waa.<br />
tomoya: doushita, hitori de taberareru darou.<br />
ushio: itadakimasu.<br />
</strong><br />
Tomoya: Nih, <u>makan</u>!<br />
Ushio: Waah.<br />
Tomoya: Kenapa? Bisa makan sendiri kan?<br />
Ushio: Selamat makan.</div>
<blockquote class="smallDict"><p>
ほら (hora): lihat!<br />
食う (kuu): makan<br />
どうした (doushita): ada apa?/apa yang terjadi?<br />
独り (hitori): sendiri<br />
食べる (taberu): makan<br />
いただきます (itadakimasu): ungkapan sebelum makan
</p></blockquote>
<p>Ini adalah pembicaraan seorang bapak kepada anaknya. Kata dasarnya adalah <strong>kuu</strong> (makan) yang merupakan bentuk vulgar <strong>taberu</strong>.</p>
<p><small>Download: <a href="http://www.yumeko.web.id/wp-content/uploads/2009/11/ro-na.mp3">ro-na.mp3</a> (175 KB)</small></p>
<div class="sample">直幸：それじゃ、ここで。<br />
朋也：体に<u>気をつけろ</u>よ。<br />
直幸：ああ。<br />
朋也：酒、<u>飲みすぎるな</u>よ。<br />
直幸：ああ。</p>
<p><strong class="exampleRomaji">naoyuki: sore ja, koko de.<br />
tomoya: karada ni <u>ki o tsukero</u> yo.<br />
naoyuki: aa.<br />
tomoya: sake, <u>nomisugiru na</u> yo.<br />
naoyuki: aa.</strong></p>
<p>Naoyuki: Kalau begitu, sampai di sini ya&#8230;<br />
Tomoya: <u>Jaga kesehatan</u> loh!<br />
Naoyuki: Iya.<br />
Tomoya: <u>Jangan terlalu banyak minum</u> sake loh!<br />
Naoyuki: Iya.
</div>
<blockquote class="smallDict"><p>
それじゃ (sore ja): kalau begitu<br />
ここ (koko): di sini<br />
体 (karada): tubuh<br />
気をつける (ki o tsukeru): berhati-hati<br />
ああ (aa): iya<br />
酒 (sake): sake, minuman beralkohol<br />
飲みすぎる (nomisugiru): minum terlalu banyak
</p></blockquote>
<p>Di atas adalah perkataan seorang anak yang sudah dewasa kepada ayahnya. Bukan cara bicara yang sopan ke orang tua, tapi mengingat bahwa si anak ditinggal ibunya sejak kecil dan si ayah hidupnya kacau, maka bisa dipahami juga bahwa anak tersebut kehilangan rasa hormatnya kepada ayahnya sehingga gaya bicaranya seperti itu.</p>
<div style="text-align: right; font-size: 80%;">Sampingan: <a href="http://www.yumeko.web.id/2009/09/24/menambahkan-arti-terlalu-dengan-kata-sugiru/">Menambahkan arti “terlalu” dengan kata sugiru</a></div>
<p><small>Download: <a href="http://www.yumeko.web.id/wp-content/uploads/2009/11/koi.mp3">koi.mp3</a> (102 KB)</small></p>
<p class="sample">隠れているつもりか。丸見えだぞ。こっち<u>来い</u>よ、んなとこ立ってないで。<br />
<strong class="exampleRomaji">kakurete iru tsumori ka. marumie da zo. kocchi <u>koi</u> yo, nna toko tatte nai de.</strong><br />
Mau sembunyi nih ceritanya? Keliatan jelas tahu nggak. Ayo <u>ke sini</u>, jangan berdiri di tempat kaya gitu.</p>
<blockquote class="smallDict"><p>
隠れる (kakureru): bersembunyi<br />
つもり (tsumori): rencana<br />
丸見え (marumie): kelihatan jelas<br />
こっち (kocchi): sini<br />
来る (kuru): datang<br />
んな (nna): seperti itu<br />
とこ (toko): tempat<br />
立つ (tatsu): berdiri
</p></blockquote>
<p>Dialog di atas juga pembicaraan ayah ke anaknya. <strong>nna</strong> merupakan singkatan <strong>sonna</strong> (seperti itu).</p>
<p><small>Download: <a href="http://www.yumeko.web.id/wp-content/uploads/2009/11/tekure.mp3">tekure.mp3</a> (176 KB)</small></p>
<p class="sample">渚、<u>待ってくれ</u>よ、渚。もう少し、話をしよう。聞いてくれてるだけでいいから。<br />
<strong class="exampleRomaji">nagisa, <u>matte kure</u> yo, nagisa. mou sukoshi, hanashi o shiyou. kiite kureteru dake de ii kara.</strong><br />
Nagisa, <u>tunggu</u> Nagisa! Kita bicara sedikit lagi yuk. Kamu cukup dengerin aja kok.</p>
<blockquote class="smallDict"><p>
渚 (nagisa): pantai (nama orang)<br />
待つ (matsu): menunggu<br />
もう (mou): lebih, lagi<br />
少し (sukoshi): sedikit<br />
話 (hanashi): pembicaraan<br />
する (suru): melakukan<br />
聞く (kiku): mendengarkan<br />
くれる (kureru): melakukan sesuatu untuk orang lain<br />
たげ (dake): hanya<br />
いい (ii): baik
</p></blockquote>
<p>Ini adalah pembicaraan suami kepada istrinya yang baru melahirkan, berusaha agar istrinya tidak hilang kesadaran. Bentuk perintah dari <strong>-te kureru</strong> yaitu <strong>-te kure</strong> lebih mengandung makna permohonan dibanding bentuk perintah langsungnya (dalam hal ini <strong>mate</strong>).</p>
<h3>Konjugasi alternatif</h3>
<p>Selain konjugasi yang diberikan di atas, <strong>suru</strong> juga bisa memiliki bentuk perintah <strong>seyo</strong>. Selain itu, verba-ru juga bisa dibuat ke bentuk perintah dengan mengganti <strong>ru</strong> menjadi <strong>yo</strong>. Contohnya, &#8220;<strong>tabeyo!</strong>&#8221; juga berarti &#8220;Makan!&#8221; (Bedakan dengan &#8220;<strong>tabeyou</strong>&#8221; yang berarti &#8220;mari makan&#8221;).</p>
<p class="sample">円周率は、3．05より大きい事を<u>証明せよ</u><br />
<strong class="exampleRomaji">enshuuritsu wa, san ten zero go yori ookii koto o <u>shoumei seyo</u></strong><br />
<u>Buktikan</u> bahwa π (pi) lebih besar dari 3.05!</p>
<blockquote class="smallDict"><p>
円周率 (enshuuritsu): π (pi = 3.14159&#8230;)<br />
より (yori): dibandingkan, daripada<br />
大きい (ookii): besar<br />
事 (koto): hal<br />
証明 (shoumei): bukti
</p></blockquote>
<p>Bentuk perintah sering ditemukan pada soal-soal seperti pada contoh di atas.</p>
<p class="sample">殺せ殺せすべてを殺せ<br />
サツガイ　サツガイせよ<br />
<strong class="exampleRomaji">korose korose subete o korose<br />
satsugai satsugai seyo</strong><br />
Bunuh! Bunuh! Bunuh semua!<br />
Bunuh! Bunuh!</p>
<blockquote class="smallDict"><p>
殺す (korosu): membunuh<br />
すべて (subete): semua<br />
殺害 (satsugai): pembunuhan
</p></blockquote>
<p>Contoh di atas yang diambil dari lirik lagu <a href="http://www.youtube.com/watch?v=YI7jl34tmgA">SATSUGAI</a> menggunakan dua kata berbeda untuk &#8220;membunuh&#8221; yaitu <strong>korosu</strong> dan <strong>satsugai suru</strong>. Bisa dilihat bahwa lagu tersebut menggunakan konjugasi <strong>seyo</strong> dan bukan <strong>shiro</strong>.</p>
<h3>Contoh di lagu</h3>
<p><img src="http://www.yumeko.web.id/wp-content/uploads/2009/11/chouchou.jpg" alt="Bernyanyi lagu anak-anak chouchou" title="Bernyanyi lagu anak-anak chouchou" width="400" height="267" class="alignnone size-full wp-image-494" /></p>
<p>Sebagai penutup, kita akan mengangkat satu lagu anak-anak yang berisi bentuk perintah. Lagu ini berjudul &#8220;Chouchou&#8221; yang berarti kupu-kupu. Dalam hal ini yang diperintah adalah kupu-kupu sehingga tentunya tidak ada masalah dari segi kesopanan.</p>
<p>Silahkan dengar lagunya di bawah ini (sumber: <a href="http://www.youtube.com/watch?v=hptlF3N-cJU">YouTube</a>)</p>
<p><small>Download: <a href="http://www.yumeko.web.id/wp-content/uploads/2009/11/chouchou.mp3">chouchou.mp3</a> (338 KB)</small></p>
<div class="sample"><strong>ちょうちょう (chouchou, kupu-kupu)</strong></p>
<p>ちょうちょう　ちょうちょう　<br />
菜の葉に　とまれ<br />
菜の葉に　あいたら<br />
桜にとまれ<br />
桜の花の<br />
花から　花へ<br />
とまれよ　遊べ<br />
遊べよ　とまれ</p>
<p><strong class="exampleRomaji">chouchou chouchou<br />
na no ha ni tomare<br />
na no ha ni aitara<br />
sakura ni tomare<br />
sakura no hana no<br />
hana kara hana e<br />
tomare yo asobe<br />
asobe yo tomare</strong></p>
<p>Kupu-kupu, kupu-kupu<br />
Hinggaplah ke daun sayuran<br />
Kalau bosan dengan daun sayuran<br />
Hinggaplah ke pohon Sakura<br />
Bunganya Sakura<br />
Dari satu bunga ke bunga lainnya<br />
Hinggaplah, bermainlah<br />
Bermainlah, hinggaplah
</p></div>
<blockquote class="smallDict"><p>
ちょうちょう (chouchou): kupu-kupu<br />
菜 (na): tumbuhan sayuran<br />
葉 (ha): daun<br />
とまる (tomaru): berhenti<br />
あく (aku): lelah, capai, bosan<br />
桜 (sakura): pohon sakura<br />
花 (hana): bunga<br />
遊ぶ (asobu): bermain
</p></blockquote>
<p>(Ini adalah versi Jepang dari <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/H%C3%A4nschen_klein">lagu Jerman aslinya</a>)</p>
<p>Dalam lagu ini kamu bisa menemui verba <strong>tomaru</strong> (berhenti) dan <strong>asobu</strong> (bermain) pada bentuk perintahnya. Hal lain yang menarik di lagu ini adalah penggunaan verba <strong>aku</strong> (飽く) yang merupakan bentuk sastra dari <strong>akiru</strong> (飽きる, capek, bosan). (Sebagai contoh lain, bentuk sastra dari　<strong>yameru</strong> (berhenti) adalah <strong>yamu</strong>)</p>
<p>Kalau ingin sedikit latihan tambahan, coba dengarkan lagu-lagu berikut dan cari bentuk perintah di dalamnya:</p>
<ul>
<li>Buono! &#8211; Honto no Jibun: <a href="http://www.youtube.com/watch?v=-SBCwuMLSkg">lagu</a> | <a href="http://projecthello.com/shugo/honto.html">lirik</a></li>
<li>Buono! &#8211; Renai Rider: <a href="http://www.youtube.com/watch?v=kT5sj9HIWfQ">lagu</a> | <a href="http://projecthello.com/shugo/renairider.html">lirik</a></li>
<li>H.P. All Stars &#8211; ALL FOR ONE &#038; ONE FOR ALL!: <a href="http://www.youtube.com/watch?v=Tsk3QXyG5ZA">lagu</a> | <a href="http://projecthello.com/shuffles/allforone.html">lirik</a></li>
</ul>
<h3>Penutup</h3>
<p>Bentuk perintah akan sering ditemui sehingga kamu perlu memahaminya. Walaupun begitu, karena ini adalah bahasa kasar jadi jangan digunakan sembarangan.</p>
<p><!--</p>
<p>http://www.d-score.com/ar/A02111102.html</p>
<p>http://homepage1.nifty.com/moritake/ongaku/cyo.htm</p>
<p>--></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.yumeko.web.id/2009/11/14/bentuk-perintah-pada-bahasa-jepang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>14</slash:comments>
<enclosure url="http://www.yumeko.web.id/wp-content/uploads/2009/11/kue.mp3" length="178467" type="audio/mpeg" />
<enclosure url="http://www.yumeko.web.id/wp-content/uploads/2009/11/ro-na.mp3" length="178467" type="audio/mpeg" />
<enclosure url="http://www.yumeko.web.id/wp-content/uploads/2009/11/koi.mp3" length="103652" type="audio/mpeg" />
<enclosure url="http://www.yumeko.web.id/wp-content/uploads/2009/11/tekure.mp3" length="180139" type="audio/mpeg" />
<enclosure url="http://www.yumeko.web.id/wp-content/uploads/2009/11/chouchou.mp3" length="345101" type="audio/mpeg" />
		</item>
		<item>
		<title>Menggunakan bentuk negatif dengan hazu</title>
		<link>http://www.yumeko.web.id/2009/10/21/menggunakan-bentuk-negatif-dengan-hazu/</link>
		<comments>http://www.yumeko.web.id/2009/10/21/menggunakan-bentuk-negatif-dengan-hazu/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 21 Oct 2009 11:53:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Agro Rachmatullah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Menengah]]></category>
		<category><![CDATA[hazu]]></category>
		<category><![CDATA[prediksi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.yumeko.web.id/?p=466</guid>
		<description><![CDATA[hazu digunakan saat kita membuat prediksi yang sangat mudah atau jelas sehingga kita yakin akan kebenarannya. Kata bahasa Indonesia yang bersesuaian misalnya &#8220;pasti&#8221;, &#8220;seharusnya&#8221;, dan &#8220;mestinya&#8221;.
Sebagai contoh, dengan melihat jadwal kereta dan karena tahu bahwa kereta yang bersangkutan selalu tepat waktu, seseorang bisa membuat kesimpulan mudah berikut:
電車はもうすぐ来るはずだ
densha wa mou sugu kuru hazu da
Keretanya mestinya datang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>hazu</strong> digunakan saat kita membuat prediksi yang sangat mudah atau jelas sehingga kita yakin akan kebenarannya. Kata bahasa Indonesia yang bersesuaian misalnya &#8220;pasti&#8221;, &#8220;seharusnya&#8221;, dan &#8220;mestinya&#8221;.</p>
<p>Sebagai contoh, dengan melihat jadwal kereta dan karena tahu bahwa kereta yang bersangkutan selalu tepat waktu, seseorang bisa membuat kesimpulan mudah berikut:</p>
<p class="sample">電車はもうすぐ来るはずだ<br />
<strong class="exampleRomaji">densha wa mou sugu kuru hazu da</strong><br />
Keretanya mestinya datang beberapa saat lagi</p>
<blockquote class="smallDict"><p>
電車 (densha): kereta (listrik)<br />
もうすぐ (mou sugu): segera<br />
来る (kuru): datang
</p></blockquote>
<p>Kalau perlu angka untuk kongkritnya, mungkin si pembicara yakin lebih dari 95% tentang prediksinya saat menggunakan <strong>hazu</strong> (lebih kuat dari <strong>darou</strong> atau <strong>deshou</strong>, apalagi <strong>ka mo shirenai</strong>). Lalu, <strong>hazu</strong> lebih mengisyaratkan prediksi hasil kesimpulan pemikiran logis, sedangkan <strong>darou</strong> atau <strong>deshou</strong> kesannya lebih ke arah tebakan, pemikiran sederhana, atau sedikit akal sehat.</p>
<p>Nah, ada dua cara <strong>hazu</strong> bisa digunakan dengan bentuk negatif dan keduanya memiliki arti yang sangat berbeda.</p>
<p><span id="more-466"></span></p>
<h3>Bentuk negatif pada klausa yang memodifikasi hazu: -nai hazu da</h3>
<p>Pada bentuk ini, kita mengubah &#8220;seharusnya X&#8221; menjadi &#8220;seharusnya tidak X&#8221;. Dengan kata lain, kita sangat yakin bahwa perhitungan kita benar, walaupun masih ada kemungkinan salahnya.</p>
<p class="sample">今日は土曜日だから、智久は会社に行かないはずだ<br />
<strong class="exampleRomaji">kyou wa doyoubi da kara, tomohisa wa kaisha ni ikanai hazu da</strong><br />
Hari ini Sabtu, jadi harusnya sih Tomohisa nggak ke kantor</p>
<blockquote class="smallDict"><p>
今日 (kyou): hari ini<br />
土曜日 (doyoubi): sabtu<br />
智久 (tomohisa): nama orang<br />
会社 (kaisha): perusahaan, kantor<br />
行く (iku): pergi
</p></blockquote>
<p>Pada contoh di atas, pembicara sangat yakin dengan prediksinya. Walaupun begitu dia masih menerima kemungkinan kecil bahwa Tomohisa bisa saja ke kantor karena misalnya ada kerjaan mendadak.</p>
<p class="sample">心配しないでください。彼は怒らないはずです。<br />
<strong class="exampleRomaji">shinpai shinaide kudasai. kare wa okoranai hazu desu.</strong><br />
Tidak usah khawatir. Dia pasti tidak akan marah.</p>
<blockquote class="smallDict"><p>
心配 (shinpai): kekhawatiran<br />
彼 (kare): dia (laki-laki)<br />
怒る (okoru): marah
</p></blockquote>
<p>Pada contoh di atas, si pembicara mungkin sudah sangat kenal orang yang dimaksud sehingga yakin bahwa orang tersebut tidak akan marah. Walaupun begitu si pembicara tidak bisa menjaminnya 100% (&#8220;pasti&#8221; pada terjemahan Indonesia di atas adalah &#8220;pasti&#8221; dalam tanda kutip).</p>
<h3>Bentuk negatif setelah hazu: hazu (ga/wa) nai</h3>
<p>Bentuk seperti ini menyatakan bahwa menurut pembicara kemungkinan terjadinya sesuatu sama sekali tidak ada (0%).</p>
<p class="sample">こんなややこしい話が子供にわかるはずがない<br />
<strong class="exampleRomaji">konna yayakoshii hanashi ga kodomo ni wakaru hazu ga nai</strong><br />
Nggak mungkin anak kecil bisa ngerti pembicaraan rumit seperti ini</p>
<blockquote class="smallDict"><p>
こんな (konna): seperti ini<br />
ややこしい (yayakoshii): rumit<br />
話 (hanashi): pembicaraan, cerita<br />
子供 (kodomo): anak, anak-anak<br />
わかる (wakaru): mengerti
</p></blockquote>
<p>Ingat bahwa ini menyatakan perkiraan subjektif pembicara. Entah bagaimana faktanya, tapi si pembicara yakin bahwa kemungkinan anak kecil mengerti (<strong>wakaru</strong>) adalah 0%.</p>
<p class="sample">そんなはずありません。もう一度確認して下さい。<br />
<strong class="exampleRomaji">sonna hazu arimasen. mou ichido kakunin shite kudasai.</strong><br />
Tidak mungkin seperti itu. Tolong pastikan sekali lagi.</p>
<blockquote class="smallDict"><p>
そんな (sonna): seperti itu<br />
もう (mou): lagi<br />
一度 (ichido): sekali<br />
確認 (kakunin): verifikasi, pemastian
</p></blockquote>
<p>Pada percakapan, <strong>wa</strong> atau <strong>ga</strong> bisa dihilangkan sehingga hanya menjadi <strong>hazu nai</strong>.</p>
<h3>Penutup</h3>
<p>Sebagai perbandingan praktis, kamu bisa mengacu contoh berikut:</p>
<ul>
<li><strong>yasui hazu da</strong>: mestinya murah</li>
<li><strong>yasukunai hazu da</strong>: mestinya nggak murah (tapi ada sedikit kemungkinan murah)</li>
<li><strong>yasui hazu ga nai</strong>: nggak mungkin murah (kemungkinan murah 0%)</li>
</ul>
<p>Terakhir coba terjemahkan kalimat ini:</p>
<p class="sample">来ないはずはない<br />
<strong class="exampleRomaji">konai hazu wa nai</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.yumeko.web.id/2009/10/21/menggunakan-bentuk-negatif-dengan-hazu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Panduan membedakan verba transitif dengan intransitif</title>
		<link>http://www.yumeko.web.id/2009/10/12/panduan-membedakan-verba-transitif-dengan-intransitif/</link>
		<comments>http://www.yumeko.web.id/2009/10/12/panduan-membedakan-verba-transitif-dengan-intransitif/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 12 Oct 2009 15:37:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Agro Rachmatullah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Menengah]]></category>
		<category><![CDATA[intransitif]]></category>
		<category><![CDATA[panduan]]></category>
		<category><![CDATA[transitif]]></category>
		<category><![CDATA[verba]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.yumeko.web.id/?p=452</guid>
		<description><![CDATA[Di bahasa Jepang banyak terdapat pasangan verba intransitif dan transitif, seperti ochiru (jatuh) dan otosu (menjatuhkan):
本は落ちる
hon wa ochiru
Buku jatuh (ochiru bersifat intransitif)

本 (hon): buku
落ちる (ochiru): jatuh

私は本を落とす
watashi wa hon o otosu
Saya menjatuhkan buku (otosu bersifat transitif)

私 (watashi): saya
本 (hon): buku
落とす (otosu): menjatuhkan

Pembahasan mengenai dasar-dasar hal tersebut bisa ditemukan di halaman lain.
Yang akan kita bahas di sini [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Di bahasa Jepang banyak terdapat pasangan verba intransitif dan transitif, seperti <strong>ochiru</strong> (jatuh) dan <strong>otosu</strong> (menjatuhkan):</p>
<p class="sample">本は落ちる<br />
<strong class="exampleRomaji">hon wa ochiru</strong><br />
Buku jatuh (<strong>ochiru</strong> bersifat intransitif)</p>
<blockquote class="smallDict"><p>
本 (hon): buku<br />
落ちる (ochiru): jatuh
</p></blockquote>
<p class="sample">私は本を落とす<br />
<strong class="exampleRomaji">watashi wa hon o otosu</strong><br />
Saya menjatuhkan buku (<strong>otosu</strong> bersifat transitif)</p>
<blockquote class="smallDict"><p>
私 (watashi): saya<br />
本 (hon): buku<br />
落とす (otosu): menjatuhkan
</p></blockquote>
<p>Pembahasan mengenai dasar-dasar hal tersebut bisa ditemukan di <a href="http://tutorial.yumeko.web.id/transtype.html">halaman lain</a>.</p>
<p>Yang akan kita bahas di sini adalah cara membedakan antara pasangan yang ada. Sebagai contoh, mungkin kamu mengingat ada verba <strong>kakureru</strong> dan <strong>kakusu</strong> yang sama-sama berhubungan dengan &#8220;sembunyi&#8221;. Mana yang artinya &#8220;sembunyi&#8221; (intransitif), dan mana yang artinya &#8220;menyembunyikan&#8221; (transitif)?</p>
<p>Saat awal belajar bahasa Jepang, saya sering bingung dengan hal ini. Sebetulnya kalau sering menggunakan, nanti lama-lama akan hafal sendiri. Tapi karena sebetulnya ada pola yang bisa membantu, kalau kamu ingat polanya pasti akan lebih mempermudah studi bahasa Jepang kamu. Jadi untuk membedakannya dengan mudah ikuti 3 panduan berikut.</p>
<h3>1) Kalau salah satunya diakhiri -su, maka pasti verba yang diakhiri -su tersebut transitif</h3>
<p><span id="more-452"></span></p>
<p>Perhatikan pasangan-pasangan berikut:</p>
<ul>
<li><strong>ochiru</strong> (jatuh) × <strong>oto<u>su</u></strong> (menjatuhkan)</li>
<li><strong>naoru</strong> (sembuh) × <strong>nao<u>su</u></strong> (menyembuhkan)</li>
<li><strong>kowareru</strong> (rusak) × <strong>kowa<u>su</u></strong> (merusak)</li>
</ul>
<p>Semuanya memiliki kesamaan di awalnya, hanya saja salah satunya diakhiri dengan <strong>-su</strong>. Dalam kasus ini, yang diakhiri <strong>-su</strong> tersebut pasti transitif (beraksi pada objek tertentu).</p>
<p class="sample">私は木の後ろに隠れる<br />
<strong class="exampleRomaji">watashi wa ki no ushiro ni kakureru</strong><br />
Saya sembunyi di balik pohon</p>
<blockquote class="smallDict"><p>
私 (watashi): saya<br />
木 (ki): pohon<br />
後ろ (ushiro): belakang<br />
隠れる (kakureru): sembunyi
</p></blockquote>
<p class="sample">私は本を段ボールの中に隠す<br />
<strong class="exampleRomaji">watashi wa hon o danbooru no naka ni kakusu</strong><br />
Saya menyembunyikan buku di dalam kardus</p>
<blockquote class="smallDict"><p>
私 (watashi): saya<br />
本 (hon): buku<br />
段ボール (danbooru): kardus<br />
中 (naka): dalam<br />
隠す (kakusu): menyembunyikan
</p></blockquote>
<p class="sample">テレビは壊れる<br />
<strong class="exampleRomaji">terebi wa kowareru</strong><br />
TV rusak</p>
<blockquote class="smallDict"><p>
テレビ (terebi): TV<br />
壊れる (kowareru): rusak
</p></blockquote>
<p class="sample">犬はラジオを壊す<br />
<strong class="exampleRomaji">inu wa rajio o kowasu</strong><br />
Anjing merusak radio</p>
<blockquote class="smallDict"><p>
犬 (inu): anjing<br />
ラジオ (rajio): radio<br />
壊す (kowasu): merusak
</p></blockquote>
<p>Perhatikan bahwa <strong><u>ki</u>eru</strong> (hilang) dan <strong><u>ke</u>su</strong> (menghapus) lalu <strong><u>de</u>ru</strong> (keluar) dan <strong><u>da</u>su</strong> (mengeluarkan) adalah pasangan, walaupun suara awalnya agak beda. Tapi tetap saja aturannya berlaku, yang diakhiri <strong>-su</strong> adalah transitif.</p>
<p class="sample">私は家を出る<br />
<strong class="exampleRomaji">watashi wa ie o deru</strong><br />
Saya keluar rumah</p>
<blockquote class="smallDict"><p>
私 (watashi): saya<br />
家 (ie): rumah<br />
出る (deru): keluar
</p></blockquote>
<p>Di sini <strong>o</strong> bisa dipakai karena di bahasa Jepang partikel <strong>o</strong> bisa menunjukkan tempat yang dilalui verba gerakan. Tapi ini tidak berarti bahwa <strong>deru</strong> adalah verba transitif, ini hanya berarti bahwa <strong>deru</strong> adalah verba gerakan. Walaupun ada <strong>o</strong>, kita tidak melakukan aksi &#8220;mengeluarkan&#8221;, tapi tetap &#8220;keluar&#8221; (intransitif).</p>
<div style="text-align: right; font-size: 80%;">Sampingan: <a href="http://tutorial.yumeko.web.id/particles2.html#part2">Mengenai partikel <strong>o</strong> (を)</a></div>
<p class="sample">お姉さんはお金を財布から出す<br />
<strong class="exampleRomaji">oneesan wa okane o saifu kara dasu</strong><br />
Kakak mengeluarkan uang dari dompet</p>
<blockquote class="smallDict"><p>
お姉さん (oneesan): kakak perempuan<br />
お金 (okane): uang<br />
財布 (saifu): dompet<br />
出す (dasu): mengeluarkan
</p></blockquote>
<h3>2) Kalau salah satunya diakhiri -eru, maka pada umumnya verba yang diakhiri -eru tersebut transitif</h3>
<p>Aturan nomor 2 ini memiliki beberapa perkecualian yang akan dibahas di bagian berikutnya. Tapi untuk sebagian besar pasangan verba (jumlahnya sangat banyak!), aturan ini berlaku. Perhatikan beberapa pasangan berikut:</p>
<ul>
<li><strong>kawaru</strong> (berubah) × <strong>ka<u>eru</u></strong> (merubah)</li>
<li><strong>aku</strong> (menjadi terbuka) × <strong>ak<u>eru</u></strong> (membuka)</li>
<li><strong>tatsu</strong> (berdiri) × <strong>tat<u>eru</u></strong> (mendirikan)</li>
</ul>
<p>Pada semua contoh di atas, yang diakhiri <strong>-eru</strong> adalah yang transitif.</p>
<p class="sample">季節は変わる<br />
<strong class="exampleRomaji">kisetsu wa kawaru</strong><br />
Musim berganti</p>
<blockquote class="smallDict"><p>
季節 (kisetsu): musim<br />
変わる (kawaru): berubah
</p></blockquote>
<p class="sample">ママは予定を変える<br />
<strong class="exampleRomaji">mama wa yotei o kaeru</strong><br />
Mama mengganti jadwal</p>
<blockquote class="smallDict"><p>
ママ (mama): Mama, ibu<br />
予定 (yotei): jadwal<br />
変える (kaeru): merubah
</p></blockquote>
<p>Perhatikan bahwa <strong><u>ha</u>iru</strong> (masuk) dan <strong><u>i</u>reru</strong> (memasukkan) adalah pasangan, walaupun awalnya beda.</p>
<h3>3) Beberapa verba bertentangan dengan aturan no. 2, jadi hafalkan</h3>
<p>Untuk verba-verba di kategori terakhir ini, bentuk intransitifnya malah diakhiri <strong>-eru</strong>. Karena jumlahnya sangat sedikit, jadi bisa dianggap verba-verba di sini adalah perkecualian dari aturan nomor 2. Inilah daftarnya (mungkin belum lengkap, tapi ini yang bisa saya temukan, jadi silahkan tambahkan kalau ada yang lain):</p>
<table style="text-align: center;" border="1" cellspacing="0">
<tbody>
<tr>
<td colspan="2"><strong>Intransitif</strong></td>
<td colspan="2"><strong>Transitif</strong></td>
</tr>
<tr>
<td><strong>kata</strong></td>
<td><strong>arti</strong></td>
<td><strong>kata</strong></td>
<td><strong>arti</strong></td>
</tr>
<tr>
<td>見える (<strong>mieru</strong>)</td>
<td>terlihat</td>
<td>見る (<strong>miru</strong>)</td>
<td>melihat</td>
</tr>
<tr>
<td>焼ける (<strong>yakeru</strong>)</td>
<td>terbakar, dimasak</td>
<td>焼く (<strong>yaku</strong>)</td>
<td>membakar, memasak</td>
</tr>
<tr>
<td>割れる (<strong>wareru</strong>)</td>
<td>terbelah</td>
<td>割る (<strong>waru</strong>)</td>
<td>membelah</td>
</tr>
<tr>
<td>抜ける (<strong>nukeru</strong>)</td>
<td>copot</td>
<td>抜く (<strong>nuku</strong>)</td>
<td>mencopot, mencabut</td>
</tr>
<tr>
<td>砕ける (<strong>kudakeru</strong>)</td>
<td>hancur</td>
<td>砕く (<strong>kudaku</strong>)</td>
<td>menghancurkan</td>
</tr>
<tr>
<td>とける (<strong>tokeru</strong>)</td>
<td>terselesaikan (masalah dsb.), larut</td>
<td>とく (<strong>toku</strong>)</td>
<td>menyelesaikan (masalah dsb.), melarutkan</td>
</tr>
<tr>
<td>ほどける (<strong>hodokeru</strong>)</td>
<td>lepas (ikatan dsb.)</td>
<td>ほどく (<strong>hodoku</strong>)</td>
<td>melepas (ikatan dsb.)</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p class="sample">歯は抜ける<br />
<strong class="exampleRomaji">ha wa nukeru</strong><br />
Gigi copot</p>
<blockquote class="smallDict"><p>
歯 (ha): gigi<br />
抜ける (nukeru): copot
</p></blockquote>
<p class="sample">お医者さんは歯を抜く<br />
<strong class="exampleRomaji">o-isha-san wa ha o nuku</strong><br />
Dokter mencabut gigi</p>
<blockquote class="smallDict"><p>
医者 (isha): dokter<br />
歯 (ha): gigi<br />
抜く (nuku): mencabut
</p></blockquote>
<h3>Penutup</h3>
<p>Dengan panduan di atas, semoga kamu bisa lebih cepat merasa-rasa apakah suatu verba transitif atau bukan. Artikel ini akan diikuti oleh daftar verba transitif dan intransitif di lain waktu.</p>
<p>Kalau ingin latihan, coba cocokkan pasangan verba berikut dengan artinya:</p>
<ul>
<li><strong>modoru</strong> × <strong>modosu</strong> (kembali/mengembalikan)</li>
<li><strong>yaku</strong> × <strong>yakeru</strong> (terbakar/membakar)</li>
<li><strong>hajimeru</strong> × <strong>hajimaru</strong> (mulai/memulai)</li>
<li><strong>umaru</strong> × <strong>umeru</strong> (terkubur/mengubur)</li>
<li><strong>ugokasu</strong> × <strong>ugoku</strong> (bergerak/menggerakkan)</li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.yumeko.web.id/2009/10/12/panduan-membedakan-verba-transitif-dengan-intransitif/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>n chi sebagai singkatan no uchi (rumah milik &#8230;)</title>
		<link>http://www.yumeko.web.id/2009/09/26/n-chi-sebagai-singkatan-no-uchi-rumah-milik/</link>
		<comments>http://www.yumeko.web.id/2009/09/26/n-chi-sebagai-singkatan-no-uchi-rumah-milik/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 26 Sep 2009 13:57:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Agro Rachmatullah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Menengah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.yumeko.web.id/?p=424</guid>
		<description><![CDATA[Dari kata uchi yang berarti rumah, kita bisa membentuk misalnya watashi no uchi (rumah saya) dan obaachan no uchi (rumah nenek).
Nah, cepat atau lambat kalian pasti akan menemui singkatan informal dari no uchi tersebut yaitu n chi. Tentunya singkatan-singkatan seperti ini merupakan bahasa percakapan dan bisa terdengar agak kurang sopan dibanding versi benarnya, jadi perhatikan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dari kata <strong>uchi</strong> yang berarti rumah, kita bisa membentuk misalnya <strong>watashi no uchi</strong> (rumah saya) dan <strong>obaachan no uchi</strong> (rumah nenek).</p>
<p>Nah, cepat atau lambat kalian pasti akan menemui singkatan informal dari <strong>no uchi</strong> tersebut yaitu <strong>n chi</strong>. Tentunya singkatan-singkatan seperti ini merupakan bahasa percakapan dan bisa terdengar agak kurang sopan dibanding versi benarnya, jadi perhatikan lawan bicaranya. Untuk penggunaannya lihat contoh-contoh berikut:</p>
<div class="sample">わたしんちの子猫<br />
<strong class="exampleRomaji">watashinchi no koneko (= watashi no uchi no koneko)</strong><br />
Anak kucing rumahku</div>
<blockquote class="smallDict"><p>
わたし (watashi): saya<br />
子猫 (koneko): anak kucing
</p></blockquote>
<p><span id="more-424"></span></p>
<div class="sample">すごくかっこいい虫が俺んちに遊びに来てる<br />
<strong class="exampleRomaji">sugoku kakkoii mushi ga orenchi ni asobi ni kiteru</strong><br />
Serangga yang keren abis dateng main ke rumah gue</div>
<blockquote class="smallDict"><p>
すごい (sugoi): sangat, hebat<br />
かっこいい (kakkoii): keren<br />
虫 (mushi): serangga<br />
俺 (ore): gue<br />
遊ぶ (asobu): bermain<br />
来る (kuru): datang
</p></blockquote>
<div class="sample">ばあちゃんちはとても好き<br />
<strong class="exampleRomaji">baachanchi wa totemo suki</strong><br />
Aku seneng banget sama rumah nenek</div>
<blockquote class="smallDict"><p>
ばあちゃん (baachan): nenek<br />
とても (totemo): sangat<br />
好き (suki): suka
</p></blockquote>
<p>Pada contoh di atas, karena <strong>baachan</strong> sudah diakhiri <strong>n</strong> maka tentunya <strong>n</strong> dari <strong>n chi</strong> terserap.</p>
<div class="sample">「冷蔵庫を勝手に開けるのはやめてね」と注意すると、「えー、あたしんちでは自分でジュースを取っていいんだよ」と言い返されてしまった。<br />
<strong class="exampleRomaji">&#8220;reizouko o katte ni akeru no wa yamete ne&#8221; to chuui suru to, &#8220;ee, atashinchi de wa jibun de juusu o totte ii n da yo&#8221; to iikaesarete shimatta</strong><br />
Pas aku ngasih tau &#8220;Jangan buka-buka kulkas semaunya ya&#8221;, dia ngebales &#8220;Ha? Di rumahku boleh-boleh aja lo ngambil jus sendiri!&#8221;</div>
<blockquote class="smallDict"><p>
冷蔵庫 (reizouko): kulkas<br />
勝手 (katte): semaunya sendiri, sembarangan<br />
開ける (akeru): membuka<br />
やめる (yameru): berhenti, tidak melakukan<br />
注意 (chuui): peringatan<br />
する (melakukan)<br />
あたし (atashi): saya (perempuan)<br />
自分 (jibun): diri sendiri<br />
ジュース (juusu): jus<br />
取る (toru): mengambil<br />
いい (ii): baik, boleh<br />
言い返す (iikaesu): membalas berbicara, berbicara balik
</p></blockquote>
<p>Mudah kan?</p>
<p><span style="font-size: 80%">Special thanks buat Ai-san</span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.yumeko.web.id/2009/09/26/n-chi-sebagai-singkatan-no-uchi-rumah-milik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Memeluk: daku vs. idaku</title>
		<link>http://www.yumeko.web.id/2009/09/03/memeluk-daku-vs-idaku/</link>
		<comments>http://www.yumeko.web.id/2009/09/03/memeluk-daku-vs-idaku/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 03 Sep 2009 06:16:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Agro Rachmatullah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Menengah]]></category>
		<category><![CDATA[kosakata]]></category>
		<category><![CDATA[akar]]></category>
		<category><![CDATA[au]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.yumeko.web.id/?p=406</guid>
		<description><![CDATA[Verba yang cukup umum yaitu daku (memeluk) memiliki kanji 抱く. Namun kanji 抱く tersebut juga punya bacaan lain yaitu idaku. Nah, ini bisa sedikit membingungkan saat kita membaca teks kanji. Namun sebetulnya ada satu panduan yang sederhana.
daku untuk benda fisik
Kalau targetnya adalah benda fisik, yang biasa digunakan adalah daku. Misalnya memeluk bayi, kekasih, atau guling. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Verba yang cukup umum yaitu <strong>daku</strong> (memeluk) memiliki kanji 抱く. Namun kanji 抱く tersebut juga punya bacaan lain yaitu <strong>idaku</strong>. Nah, ini bisa sedikit membingungkan saat kita membaca teks kanji. Namun sebetulnya ada satu panduan yang sederhana.</p>
<h3>daku untuk benda fisik</h3>
<p>Kalau targetnya adalah benda fisik, yang biasa digunakan adalah <strong>daku</strong>. Misalnya memeluk bayi, kekasih, atau guling. Pada kasus-kasus tersebut 抱く dibaca <strong>daku</strong>.</p>
<div class="sample">抱き枕を抱く<br />
<strong class="exampleRomaji">dakimakura o daku</strong><br />
Memeluk guling</div>
<blockquote class="smallDict"><p>
抱き枕 (dakimakura): guling
</p></blockquote>
<p><span id="more-406"></span></p>
<div class="sample">恋人たちはかたく抱き合った<br />
<strong class="exampleRomaji">koibito-tachi wa kataku dakiatta</strong><br />
Pasangan itu saling berpelukan dengan erat</div>
<blockquote class="smallDict"><p>
恋人 (koibito): kekasih<br />
たち (tachi): akhiran plural (lebih dari 1 orang)<br />
かたい (katai): keras, erat<br />
～合う (-au): saling &#8230;
</p></blockquote>
<p>Perhatikan bahwa [<a href="http://tutorial.yumeko.web.id/polite.html">akar verba</a> + au] artinya saling melakukan sesuatu. Berarti dari kata dasar <strong>daku</strong> kita bisa dapatkan <strong>dakiau</strong> yang berarti &#8220;saling berpelukan&#8221;.</p>
<p><img src="http://www.yumeko.web.id/wp-content/uploads/2009/09/page12_2.jpg" alt="daku (抱く), menggendong" title="daku (抱く), menggendong" width="136" height="200" class="alignnone size-full wp-image-407" /></p>
<div class="sample">彼女は赤ちゃんを抱いていた<br />
<strong class="exampleRomaji">kanojo wa aka-chan o daite ita</strong><br />
Dia sedang menggendong bayinya</div>
<blockquote class="smallDict"><p>
彼女 (kanojo): dia (perempuan)<br />
赤ちゃん (akachan): bayi
</p></blockquote>
<p>Perhatikan juga bahwa konsep &#8220;memeluk&#8221; yang termuat di kata <strong>daku</strong> ini sebentulnya luas, yaitu mencakup gerakan fisik umum mengitari benda lain dengan tangan agar tidak jatuh. Jadi pada contoh kalimat di atas terjemahan yang lebih cocok adalah &#8220;menggendong&#8221; atau &#8220;memegang&#8221;.</p>
<h3>idaku untuk perasaan, pikiran, atau konsep abstrak</h3>
<p>Untuk hal-hal yang abstrak seperti mimpi, cinta, dan dendam, maka digunakan <strong>idaku</strong>. Dalam hal ini terjemahan bahasa Indonesia yang cocok mungkin bukan &#8220;memeluk&#8221; tapi semacam &#8220;menyimpan&#8221;, &#8220;merasakan&#8221;, atau &#8220;memiliki&#8221; (misal &#8220;menyimpan dendam&#8221;). Hanya saja dalam cara berpikir orang Jepang, perasaan atau pikiran tersebut seakan-akan dipeluk erat di dalam hati sehingga kanjinya sama.</p>
<div class="sample">疑問を抱く<br />
<strong class="exampleRomaji">gimon o idaku</strong><br />
Menyimpan keraguan</div>
<blockquote class="smallDict"><p>
疑問 (gimon): keraguan, pertanyaan
</p></blockquote>
<div class="sample">将来に何か不安を抱いていますか<br />
<strong class="exampleRomaji">shourai ni nanika fuan o idaite imasu ka</strong><br />
Apakah kamu memiliki suatu kecemasan mengenai masa depan?</div>
<blockquote class="smallDict"><p>
将来 (shourai): masa depan<br />
何か (nanika): sesuatu<br />
不安 (fuan): kecemasan
</p></blockquote>
<div class="sample">愛を抱いて歩めと繰り返した<br />
<strong class="exampleRomaji">ai o idaite ayume to kurikaeshita</strong><br />
(Ibu) berulang-ulang menasihati, &#8220;Melangkahlah maju dengan selalu menyimpan rasa cinta di hati&#8221;</div>
<blockquote class="smallDict"><p>
愛 (ai): cinta<br />
歩む (ayumu): berjalan<br />
繰り返す (kurikaesu): mengulang-ulang
</p></blockquote>
<p>Contoh terakhir diambil dari lagu &#8220;Mirai e&#8221; oleh Kiroro dan contoh lain banyak yang diambil dari <a href="http://dic.yahoo.co.jp">Yahoo! Jisho</a>. Semoga panduan di atas cukup jelas untuk diaplikasikan.</p>
<p><span style="font-size: 80%">(Thanks buat Ai-san yang udah ditanya-tanya tentang ini)</span></p>
<h3>Latihan</h3>
<p>Sebagai penutup akan diberikan beberapa soal latihan.</p>
<div style="border: 2px solid black; padding: 0px 10px;">
<div class="sample">不審を抱く<br />
<strong class="exampleRomaji">fushin o &#8230;</strong></div>
<blockquote><p>
不審 (fushin): kecurigaan
</p></blockquote>
<table>
<tbody>
<tr>
<td>
<input style="width: 350px;" type="text">
</td>
</tr>
<tr>
<td>(1) Jawaban: <span class="answerKey" style="background-color: rgb(238, 238, 238); color: rgb(238, 238, 238);"><strong>idaku</strong></span></td>
</tr>
</tbody>
</table>
</div>
<p></p>
<div style="border: 2px solid black; padding: 0px 10px;">
<div class="sample">子供を抱く<br />
<strong class="exampleRomaji">kodomo o &#8230;</strong></div>
<blockquote><p>
子供 (kodomo): anak
</p></blockquote>
<table>
<tbody>
<tr>
<td>
<input style="width: 350px;" type="text">
</td>
</tr>
<tr>
<td>(2) Jawaban: <span class="answerKey" style="background-color: rgb(238, 238, 238); color: rgb(238, 238, 238);"><strong>daku</strong></span></td>
</tr>
</tbody>
</table>
</div>
<p></p>
<div style="border: 2px solid black; padding: 0px 10px;">
<div class="sample">理想を抱く<br />
<strong class="exampleRomaji">risou o &#8230;</strong></div>
<blockquote><p>
理想 (risou): ideal/idealisme
</p></blockquote>
<table>
<tbody>
<tr>
<td>
<input style="width: 350px;" type="text">
</td>
</tr>
<tr>
<td>(3) Jawaban: <span class="answerKey" style="background-color: rgb(238, 238, 238); color: rgb(238, 238, 238);"><strong>idaku</strong></span></td>
</tr>
</tbody>
</table>
</div>
<p>Betul semua kan? <img src='http://www.yumeko.web.id/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.yumeko.web.id/2009/09/03/memeluk-daku-vs-idaku/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Toori: jalan dan sejalan</title>
		<link>http://www.yumeko.web.id/2009/08/27/toori-jalan-dan-sejalan/</link>
		<comments>http://www.yumeko.web.id/2009/08/27/toori-jalan-dan-sejalan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 27 Aug 2009 00:06:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Agro Rachmatullah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Menengah]]></category>
		<category><![CDATA[kosakata]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.yumeko.web.id/?p=391</guid>
		<description><![CDATA[
Ikuti jalannya dan jangan keluar jalur!Sumber gambar: Semboku City
Arti dasar: jalan
toori (通り) adalah kata yang memiliki arti dasar &#8220;jalan&#8221;. Perhatikan contoh-contoh berikut:
にぎやかな通り
nigiyaka na toori
Jalan yang ramai

にぎやか (nigiyaka): ramai, hidup, penuh aktivitas

その店は通りの向こう側にある
sono mise wa toori no mukou-gawa ni aru
Toko itu ada di sisi seberang jalan

その (sono): itu
店 (mise): toko
向こう (mukou): sana, seberang
側 (gawa): sisi

Mudah bukan? Tapi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href='http://www.yumeko.web.id/wp-content/uploads/2009/08/toori.jpg'><img src="http://www.yumeko.web.id/wp-content/uploads/2009/08/toori-300x224.jpg" alt="Jalan (toori, 通り)" title="Jalan (toori, 通り)" width="300" height="224" class="alignnone size-medium wp-image-394" /></a><br />
<span style="font-size: 80%">Ikuti jalannya dan jangan keluar jalur!<br />Sumber gambar: <a href="http://www.city.semboku.akita.jp/hanakiko/diary2007.php?cat=shidare">Semboku City</a></span></p>
<h3>Arti dasar: jalan</h3>
<p><strong>toori</strong> (通り) adalah kata yang memiliki arti dasar &#8220;jalan&#8221;. Perhatikan contoh-contoh berikut:</p>
<div class="sample">にぎやかな通り<br />
<strong class="exampleRomaji">nigiyaka na toori</strong><br />
Jalan yang ramai</div>
<blockquote class="smallDict"><p>
にぎやか (nigiyaka): ramai, hidup, penuh aktivitas
</p></blockquote>
<div class="sample">その店は通りの向こう側にある<br />
<strong class="exampleRomaji">sono mise wa toori no mukou-gawa ni aru</strong><br />
Toko itu ada di sisi seberang jalan</div>
<blockquote class="smallDict"><p>
その (sono): itu<br />
店 (mise): toko<br />
向こう (mukou): sana, seberang<br />
側 (gawa): sisi
</p></blockquote>
<p>Mudah bukan? Tapi tentu saja artikel ini masih ada lanjutannya.</p>
<h3>Arti turunan: sejalan</h3>
<p>Dari arti dasar itu, <strong>toori</strong> digunakan dalam tata bahasa penting yang mengandung makna &#8220;se<u>jalan</u>&#8220;. Di bahasa Indonesia, kata yang lebih umum untuk hal ini adalah &#8220;sesuai&#8221;, &#8220;seperti&#8221;, atau &#8220;persis&#8221;.</p>
<p>Contohnya, kalau kamu ingin mengatakan &#8220;Lakukan persis <u>seperti</u> yang kukatakan!&#8221; maka kamu akan menggunakan kata <strong>toori</strong> ini (dengan arti literalnya &#8220;Lakukan <u>sejalan</u> dengan yang kukatakan!&#8221;).</p>
<p><span id="more-391"></span></p>
<p>Contoh-contoh yang cukup banyak di bawah semoga bisa membuat maksudnya lebih jelas:</p>
<div class="sample">言われた通りにしなさい<br />
<strong class="exampleRomaji">iwareta toori ni shinasai</strong><br />
Lakukan sebagaimana yang dikatakan</div>
<blockquote class="smallDict"><p>
言う (iu): mengatakan<br />
する (suru): melakukan
</p></blockquote>
<div class="sample">予想した通りの成果が出た<br />
<strong class="exampleRomaji">yosou shita toori no seika ga deta</strong><br />
Hasil yang keluar sesuai dengan yang kuperkirakan</div>
<blockquote class="smallDict"><p>
予想 (yosou): perkiraan, prediksi<br />
成果 (seika): hasil<br />
出る (deru): keluar
</p></blockquote>
<div class="sample">ほら！私の言った通りでしょう。<br />
<strong class="exampleRomaji">hora! watashi no itta toori deshou.</strong><br />
Lihat! Persis seperti yang kubilang kan?</div>
<blockquote class="smallDict"><p>
ほら (hora): lihat!<br />
私 (watashi): saya<br />
言う (iu): mengatakan
</p></blockquote>
<p>Pada contoh di atas partikel <strong>no</strong> sebenarnya fungsinya seperti partikel <strong>ga</strong> (<a href="http://www.yumeko.web.id/2008/09/06/partikel-identifikasi-no-pada-klausa-subordinat/">baca lebih lanjut</a>).</p>
<div class="sample">主人はいつもの通り7時に出掛けました<br />
<strong class="exampleRomaji">shujin wa itsumo no toori nana-ji ni dekakemashita</strong><br />
Suami saya seperti biasa keluar rumah pada jam 7</div>
<blockquote class="smallDict"><p>
主人 (shujin): suami<br />
いつも (itsumo): selalu<br />
時 (ji): jam<br />
出掛ける (dekakeru): pergi keluar
</p></blockquote>
<p><strong>itsumo no toori</strong> yang arti literalnya &#8220;sejalan dengan yang selalu terjadi&#8221; maksudnya adalah &#8220;seperti biasanya&#8221;.</p>
<div class="sample">そうだ。まったくその通りだ。<br />
<strong class="exampleRomaji">sou da. mattaku sono toori da.</strong><br />
Iya betul. Persis seperti itu.</div>
<blockquote class="smallDict"><p>
そう (sou): seperti itu, betul<br />
まったく (mattaku): persis, benar-benar, sepenuhnya
</p></blockquote>
<p>Lihat <a href="http://www.youtube.com/watch?v=x5JfS-LPTDI">ini</a> (YouTube) atau <a href="http://www.imeem.com/yoshidasakura/music/qQN6_PO3/morning-musume-chokkan-2-nogashita-sakana-wa-kiizo/">ini</a> (imeem) untuk lagu yang menggunakan contoh di atas.</p>
<h3>Penyuaraan: doori</h3>
<p>Kalau <strong>toori</strong> langsung mengikuti nama atau nomina, maka <a href="http://www.yumeko.web.id/2008/07/15/tutorial-watarasebashi-11-konsonan-bersuara-pada-kata-gabungan/">suaranya berubah</a> menjadi <strong>doori</strong>. Artinya tetap sama, bisa &#8220;jalan&#8221; maupun &#8220;sejalan&#8221;.</p>
<div class="sample">定禅寺通りで行われるイベント<br />
<strong class="exampleRomaji">jouzenji-doori de okonawareru ibento</strong><br />
Acara yang diselenggarakan di Jalan Jouzenji</div>
<blockquote class="smallDict"><p>
行う (okonau): menyelenggarakn<br />
イベント (ibento): event, acara
</p></blockquote>
<div class="sample">文字通りの意味<br />
<strong class="exampleRomaji">moji-doori no imi</strong><br />
Arti literal</div>
<blockquote class="smallDict"><p>
文字 (moji): huruf, aksara<br />
意味 (imi): arti
</p></blockquote>
<p>Arti literal <strong>moji-doori</strong> sendiri kurang lebihnya &#8220;<u>sejalan</u> dengan apa yang tertulis oleh <u>huruf-hurufnya</u>&#8221;</p>
<div class="sample">いつも通りの時間に起き、いつも通り学校に行った<br />
<strong class="exampleRomaji">itsumo-doori no jikan ni oki, itumo-doori gakkou ni itta</strong><br />
Aku bangun pada jam yang biasanya, lalu seperti biasa pergi ke sekolah.</div>
<blockquote class="smallDict"><p>
いつも (itsumo): selalu<br />
時間 (jikan): waktu<br />
起きる (okiru): bangun<br />
学校 (gakkou): sekolah<br />
行く (iku): pergi
</p></blockquote>
<p>Perhatikan bahwa <strong>itsumo-doori</strong> sama saja maknanya dengan <strong>itsumo no toori</strong>.</p>
<h3>Penutup</h3>
<p><strong>toori</strong> yang digunakan dalam artian &#8220;sejalan&#8221; sangat sering muncul di bahasa Jepang. Waktu itu saya sendiri sempat bingung mengartikan kalimat-kalimatnya karena kamus yang saya pakai dulu hanya memuat arti &#8220;jalan&#8221;. Namun kalau kamu menurunkan arti &#8220;sejalan&#8221; dari arti dasar tersebut, maka kalimat-kalimat yang menggunakan <strong>toori</strong> akan menjadi sangat mudah dimengerti.</p>
<p><span style="font-size: 80%">(Contoh-contoh di artikel ini banyak diambil dari <a href="http://dic.yahoo.co.jp/">Yahoo! Jisho</a>)</span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.yumeko.web.id/2009/08/27/toori-jalan-dan-sejalan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>ryou (両) dan kata (片): cara menyebutkan sepasang atau salah satunya saja</title>
		<link>http://www.yumeko.web.id/2009/07/12/ryou-dan-kata-cara-menyebutkan-sepasang-atau-salah-satunya-saja/</link>
		<comments>http://www.yumeko.web.id/2009/07/12/ryou-dan-kata-cara-menyebutkan-sepasang-atau-salah-satunya-saja/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 12 Jul 2009 05:57:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Agro Rachmatullah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Menengah]]></category>
		<category><![CDATA[kosakata]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.yumeko.web.id/?p=378</guid>
		<description><![CDATA[
Sumber gambar: tokai-hokkaido
Coba bayangkan anggota-anggota tubuh manusia: mata, tangan, kaki, dan sebagainya. Mereka muncul dalam pasang-pasangan. Nah, dalam konteks tersebut, kita bisa menggunakan awalan ryou- (両) kalau ingin mengacu pada keduanya (sepasang) dan kata- (片) kalau ingin mengacu pada hanya salah satunya.
Inilah contohnya dengan te (tangan):
縫いぐるみを両手で抱きしめる
nuigurumi o ryou-te de dakishimeru
Memeluk erat boneka dengan kedua tangan

縫いぐるみ [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://www.yumeko.web.id/wp-content/uploads/2009/07/ryoute.jpg" alt="Ryou-te (両手, kedua tangan)" title="Ryou-te (両手, kedua tangan)" width="300" height="200" class="alignnone size-full wp-image-379" /><br />
<span style="font-size: 80%">Sumber gambar: <a href="http://blog.goo.ne.jp/tokai-hokkaido/e/03506674cfbe928f1938046e6c5b7d6b">tokai-hokkaido</a></span></p>
<p>Coba bayangkan anggota-anggota tubuh manusia: mata, tangan, kaki, dan sebagainya. Mereka muncul dalam pasang-pasangan. Nah, dalam konteks tersebut, kita bisa menggunakan awalan <strong>ryou-</strong> (両) kalau ingin mengacu pada keduanya (sepasang) dan <strong>kata-</strong> (片) kalau ingin mengacu pada hanya salah satunya.</p>
<p>Inilah contohnya dengan <strong>te</strong> (tangan):</p>
<div class="sample">縫いぐるみを両手で抱きしめる<br />
<strong class="exampleRomaji">nuigurumi o ryou-te de dakishimeru</strong><br />
Memeluk erat boneka dengan kedua tangan</div>
<blockquote class="smallDict"><p>
縫いぐるみ (nuigurumi): boneka (yang luarnya jahitan dan dalamnya diisi bahan empuk-empuk)<br />
手 (te): tangan<br />
抱きしめる (dakishimeru): memeluk erat
</p></blockquote>
<p><span id="more-378"></span></p>
<div class="sample">片手でピアノを弾く<br />
<strong class="exampleRomaji">kata-te de piano o hiku</strong><br />
Bermain piano dengan sebelah tangan</div>
<blockquote class="smallDict"><p>
手 (te): tangan<br />
ピアノ (piano): piano<br />
弾く (hiku): bermain (piano, gitar, dsb.)
</p></blockquote>
<p>Contoh berikutnya adalah dengan <strong>mimi</strong> (telinga):</p>
<div class="sample">両耳を手で塞ぐ<br />
<strong class="exampleRomaji">ryou-mimi o te de fusagu</strong><br />
Menutup kedua belah telinga dengan tangan</div>
<blockquote class="smallDict"><p>
耳 (mimi): telinga<br />
手 (te): tangan<br />
塞ぐ (fusagu): menutup, menghalangi
</p></blockquote>
<div class="sample">片耳にイヤリングを着ける<br />
<strong class="exampleRomaji">kata-mimi ni iyaringu o tsukeru</strong><br />
Memasang anting-anting di salah satu telinga</div>
<blockquote class="smallDict"><p>
耳 (mimi): telinga<br />
イヤリング (iyaringu): anting-anting (Inggris: earring)<br />
着ける (tsukeru): mengenakan (pakaian dsb.)
</p></blockquote>
<p>Tentunya <strong>ryou</strong> dan <strong>kata</strong> ini tidak terbatas pada anggota tubuh. Contohnya adalah dengan kata <strong>gawa</strong> (sisi):</p>
<div class="sample">道の両側には桜の木が並んでいる<br />
<strong class="exampleRomaji">michi no ryou-gawa ni wa sakura no ki ga narande iru</strong><br />
Di kedua sisi jalan berjejer pohon Sakura</div>
<blockquote class="smallDict"><p>
道 (michi): jalan<br />
側 (gawa): sisi<br />
桜 (sakura): Sakura (nama pohon)<br />
木 (ki): pohon<br />
並ぶ (narabu): berjejer
</p></blockquote>
<div class="sample">板の片側だけを塗りなさい<br />
<strong class="exampleRomaji">ita no kata-gawa dake o nuri nasai</strong><br />
Tolong cat salah satu sisi papannya saja</div>
<blockquote class="smallDict"><p>
板 (ita): papan<br />
側 (gawa): sisi<br />
だけ (dake): hanya, saja<br />
塗る (nuru): mengecat
</p></blockquote>
<p>Sebagai penutup, <strong>omoi</strong> berarti pikiran atau perasaan. Dari situlah ada istilah <strong>kata-omoi</strong> yang artinya cinta bertepuk sebelah tangan (yang menyimpan perasaan hanya salah satu pihak saja):</p>
<div class="sample">付き合ってても片思い <sup>[Tsukiatteru no ni Kataomoi: <a href="http://www.imeem.com/people/CSMf-P/music/eB7utp3H/berryz-koubou-tsukiatteru-no-ni-kataomoi/">♪</a> | <a href="http://projecthello.com/berryz/tsukiatteru.html">詞</a>]</sup><br />
<strong class="exampleRomaji">tsukiatte te mo kata-omoi</strong><br />
Walaupun kita berpacaran, ini adalah cinta sepihak</div>
<blockquote class="smallDict"><p>
付き合う (tsukiau): berpacaran, menemani<br />
思い (omoi): pikiran, perasaan
</p></blockquote>
<p>Kebalikannya adalah <strong>ryou-omoi</strong> (両思い) atau yang lebih kerennya istilah empat huruf <strong>soushisouai</strong> (相思相愛) yang artinya saling mencintai.</p>
<div class="sample">その子に告白し、両思いになりたいのですが、自信がありません<br />
<strong class="exampleRomaji">sono ko ni kokuhaku shi, ryou-omoi ni naritai no desu ga, jishin ga arimasen</strong><br />
Aku ingin mengungkapkan perasaanku ke dia dan menjadi kekasih yang saling mencintai, tapi aku tidak PD</div>
<blockquote class="smallDict"><p>
その (sono): itu<br />
子 (ko): anak, cewek<br />
告白 (kokuhaku): mengungkapkan perasaan suka<br />
思い (omoi): pikiran, perasaan<br />
なる (naru): menjadi<br />
自信 (jishin): kepercayaan diri<br />
ある (aru): ada
</p></blockquote>
<div class="sample">憧れの相思相愛 <sup>[Suki Sugite Baka Mitai: <a href="http://www.imeem.com/troy14bolton/music/mZui5w__/defdiva-suki-sugite-baka-mitai/">♪</a> | <a href="http://projecthello.com/pmisc/defdiva.html">詞</a>]</sup><br />
<strong class="exampleRomaji">akogare no soushisouai</strong><br />
Cinta berbalas yang kudambakan</div>
<blockquote class="smallDict"><p>
憧れ (akogare): dambaan<br />
相思相愛 (soushisouai): saling mencintai, cinta berbalas
</p></blockquote>
<p>Kalau ada lagi pasangan <strong>ryou-</strong> dan <strong>kata-</strong> yang kamu tahu, silahkan tambahkan di komentar!<br />
<!--<br />
片足　両足<br />
片目 両目<br />
片面　両面<br />
片方 両方<br />
--></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.yumeko.web.id/2009/07/12/ryou-dan-kata-cara-menyebutkan-sepasang-atau-salah-satunya-saja/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>11</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>-kake: sudah dimulai namun belum selesai</title>
		<link>http://www.yumeko.web.id/2009/07/01/kake-sudah-dimulai-namun-belum-selesai/</link>
		<comments>http://www.yumeko.web.id/2009/07/01/kake-sudah-dimulai-namun-belum-selesai/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 30 Jun 2009 17:12:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Agro Rachmatullah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Menengah]]></category>
		<category><![CDATA[kakeru]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.yumeko.web.id/?p=362</guid>
		<description><![CDATA[kakeru (掛ける atau かける) adalah kata ampuh (membingungkan?) yang bisa berarti sangat banyak hal. Salah satu arti yang dimilikinya adalah &#8220;memulai&#8221;.
Dari arti tersebut kita bisa menemui kata-kata turunan seperti tabekake yang dibentuk dari taberu (makan) dan kakeru. Artinya adalah sesuatu sudah mulai dimakan, tapi belum habis. Pola terbentuknya adalah sebagai berikut:
Ubah verba ke bentuk akarnya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>kakeru</strong> (掛ける atau かける) adalah kata ampuh (membingungkan?) yang bisa berarti sangat banyak hal. Salah satu arti yang dimilikinya adalah &#8220;memulai&#8221;.</p>
<p>Dari arti tersebut kita bisa menemui kata-kata turunan seperti <strong>tabekake</strong> yang dibentuk dari <strong>taberu</strong> (makan) dan <strong>kakeru</strong>. Artinya adalah sesuatu sudah <u>mulai</u> dimakan, tapi belum habis. Pola terbentuknya adalah sebagai berikut:</p>
<div style="border: 2px solid black; padding: 10px; background-color: rgb(238, 255, 238);">Ubah verba ke <a href="http://tutorial.yumeko.web.id/polite.html">bentuk akarnya</a> lalu tambah <strong>kake</strong> (掛け). Contoh:</p>
<p>1) <strong>taberu</strong> → <strong>tabe</strong> → <strong>tabekake</strong><br />
2) <strong>yomu</strong> → <strong>yomi</strong> → <strong>yomikake</strong></p>
<p>Hasilnya mengandung makna bahwa aksinya telah mulai dikerjakan, namun belum selesai</p></div>
<p>Dengan kata lain, maknanya semacam &#8220;setengah selesai&#8221;. Ini beberapa contoh kalimatnya:</p>
<div class="sample">食べ掛けのバナナ<br />
<strong class="exampleRomaji">tabekake no banana</strong><br />
Pisang yang setengah dimakan</div>
<blockquote class="smallDict"><p>
食べる (taberu): makan<br />
バナナ (banana): pisang
</p></blockquote>
<p><strong>kake</strong> menandakan bahwa aksi makannya telah dimulai, namun belum selesai. Pada kata bentukan ini kita menggunakan <strong>no</strong> untuk menghubungkannya dengan nomina lain.</p>
<p><span id="more-362"></span></p>
<div class="sample">読み掛けの小説に手を伸ばした<br />
<strong class="exampleRomaji">yomikake no shousetsu ni te o nobashita</strong><br />
Aku menjulurkan tanganku ke novel yang baru setengah kubaca</div>
<blockquote class="smallDict"><p>
読む (yomu): membaca<br />
小説 (shousetsu): novel<br />
手 (te): tangan<br />
伸ばす (nobasu): memanjangkan, menjulurkan
</p></blockquote>
<div class="sample">使いかけのノートは大量にあります<br />
<strong class="exampleRomaji">tsukaikake no nooto wa tairyou ni arimasu</strong><br />
Aku punya banyak buku catatan yang sudah setengah terpakai</div>
<blockquote class="smallDict"><p>
使う (tsukau): menggunakan<br />
ノート (nooto): buku catatan<br />
大量 (tairyou): banyak<br />
ある (aru): ada
</p></blockquote>
<p>Di sini, sekali lagi <strong>kake</strong> berarti bahwa bukunya sudah mulai digunakan (ditulisi), namun belum seluruh halamannya terpakai.</p>
<p>Ingat bahwa karena <strong>kakeru</strong> punya banyak arti, maka pola <strong>-kake</strong> juga tidak selalu berarti seperti yang dijelaskan barusan.</p>
<p>Sebagai penutup, tahukah kalian kalau artikel-artikel stub (tulisan rintisan) di Wikipedia bahasa Jepang disebut sebagai artikel <strong>kakikake</strong>? Ini dibentuk dari kata <strong>kaku</strong> (menulis). Artinya artikelnya sudah mulai ditulis, namun masih jauh dari sempurna.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.yumeko.web.id/2009/07/01/kake-sudah-dimulai-namun-belum-selesai/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>13</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Penggunaan berbagai kala verba dengan toki</title>
		<link>http://www.yumeko.web.id/2009/05/21/penggunaan-berbagai-kala-verba-dengan-toki/</link>
		<comments>http://www.yumeko.web.id/2009/05/21/penggunaan-berbagai-kala-verba-dengan-toki/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 21 May 2009 13:39:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Agro Rachmatullah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Menengah]]></category>
		<category><![CDATA[abe natsumi]]></category>
		<category><![CDATA[berryz koubou]]></category>
		<category><![CDATA[toki]]></category>
		<category><![CDATA[waktu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.yumeko.web.id/?p=331</guid>
		<description><![CDATA[toki (時) adalah kata yang berarti &#8220;waktu&#8221; atau &#8220;saat&#8221;. Dia bisa digunakan untuk menyatakan kapan suatu aksi terjadi, seperti pada kalimat bahasa Indonesia &#8220;waktu aku sedang menonton TV, ada telepon.&#8221;
Jika digunakan dengan verba (misal &#8220;menonton&#8221; di contoh atas), secara umum verba yang mendahului toki bisa berada di bentuk taklampau, bentuk lampau, maupun berkelanjutan (-te iru). [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>toki</strong> (時) adalah kata yang berarti &#8220;waktu&#8221; atau &#8220;saat&#8221;. Dia bisa digunakan untuk menyatakan kapan suatu aksi terjadi, seperti pada kalimat bahasa Indonesia &#8220;<strong>waktu</strong> aku sedang menonton TV, ada telepon.&#8221;</p>
<p>Jika digunakan dengan verba (misal &#8220;menonton&#8221; di contoh atas), secara umum verba yang mendahului <strong>toki</strong> bisa berada di bentuk taklampau, bentuk lampau, maupun berkelanjutan (<strong>-te iru</strong>). Masing-masing memiliki arti sendiri, namun semuanya menggunakan pola dasar berikut:</p>
<div style="border: 2px solid black; padding: 10px; background-color: rgb(238, 255, 238);">[klausa 1] <strong>toki</strong>, [klausa 2]</div>
<p>Arti dasarnya adalah klausa 2 terjadi pada waktu klausa 1 terjadi. Waktu tepatnya ditunjukkan dengan bentuk verba di klausa 1.</p>
<h3>Dengan bentuk berkelanjutan</h3>
<p>Dengan bentuk <strong>-te iru</strong>, <strong>toki</strong> menyatakan bahwa aksi di klausa 2 terjadi saat aksi di klausa 1 <u>sedang</u> berlangsung.</p>
<div class="sample">テレビを見ている時、電話が鳴った。<br />
<strong class="exampleRomaji">terebi o mite iru toki, denwa ga natta</strong><br />
Waktu aku sedang menonton TV, telepon berdering.</div>
<blockquote class="smallDict"><p>
テレビ (terebi): TV<br />
見る (miru): melihat<br />
電話 (denwa): telepon<br />
鳴る (naru): berbunyi, berdering, dsb.
</p></blockquote>
<p><span id="more-331"></span></p>
<div class="sample">両親が寝てる時、電話をする。<br />
<strong class="exampleRomaji">ryoushin ga neteru toki, denwa o suru</strong><br />
Saat orang tua sedang tidur, aku akan menelepon.</div>
<blockquote class="smallDict"><p>
両親 (ryoushin): (kedua) orang tua<br />
寝る (neru): tidur<br />
電話 (denwa): telepon<br />
する (suru): melakukan
</p></blockquote>
<p>Perhatikan bagaimana kala di akhir kalimat menunjukkan apakah kejadian menelepon sudah berlalu (lampau) atau belum.</p>
<h3>Dengan bentuk taklampau</h3>
<p>Jika bentuk taklampau digunakan, artinya aksi di klausa 2 terjadi <u>sebelum</u> aksi di klausa 1 terjadi/selesai. Perhatikan contoh berikut:</p>
<div class="sample">日本に行く時、辞書を買う。<br />
<strong class="exampleRomaji">nihon ni iku toki, jisho o kau</strong><br />
Saya akan membeli kamus (di tanah air) saat nanti pergi ke Jepang.</div>
<blockquote class="smallDict"><p>
日本 (nihon): Jepang<br />
行く (iku): pergi<br />
辞書 (jisho): kamus<br />
買う (kau): membeli
</p></blockquote>
<p>Pada contoh kalimat di atas, <strong>iku</strong> berada pada bentuk taklampau. Artinya, aksi &#8220;membeli&#8221; akan dilakukan sebelum aksi &#8220;pergi&#8221;. Perubahan kala di akhir kalimat tidak akan mengubah kenyataan bahwa aksi membeli dilakukan sebelum pergi:</p>
<div class="sample">日本に行く時、辞書を買った。<br />
<strong class="exampleRomaji">nihon ni iku toki, jisho o katta</strong><br />
Saya membeli kamus (di tanah air) waktu dulu pergi ke Jepang.</div>
<blockquote class="smallDict"><p>
日本 (nihon): Jepang<br />
行く (iku): pergi<br />
辞書 (jisho): kamus<br />
買う (kau): membeli
</p></blockquote>
<h3>Dengan bentuk lampau</h3>
<p>Dengan bentuk lampau, aksi di klausa 2 terjadi <u>setelah</u> aksi di klausa 1 selesai dilaksanakan.</p>
<div class="sample">日本に行った時、辞書を買う。<br />
<strong class="exampleRomaji">nihon ni itta toki, jisho o kau</strong><br />
Saya akan membeli kamus (di Jepang) saat nanti pergi ke Jepang.</div>
<blockquote class="smallDict"><p>
日本 (nihon): Jepang<br />
行く (iku): pergi<br />
辞書 (jisho): kamus<br />
買う (kau): membeli
</p></blockquote>
<p>Bisa dilihat bahwa aksi &#8220;membeli&#8221; baru akan dilakukan setelah aksi &#8220;pergi&#8221; selesai. Dengan kata lain, orangnya baru akan membeli setelah sampai Jepang. Ini karena <strong>iku</strong> (pergi) berada di bentuk lampaunya yaitu <strong>itta</strong>.</p>
<p>Kalimat keseluruhannya bisa berada di bentuk lampau, namun hal yang dijelaskan di atas tidak akan berubah:</p>
<div class="sample">日本に行った時、辞書を買った。<br />
<strong class="exampleRomaji">nihon ni itta toki, jisho o watta</strong><br />
Saya membeli kamus (di Jepang) waktu dulu pergi ke Jepang.</div>
<blockquote class="smallDict"><p>
日本 (nihon): Jepang<br />
行く (iku): pergi<br />
辞書 (jisho): kamus<br />
買う (kau): membeli
</p></blockquote>
<h3>Penutup dan contoh lain</h3>
<p>Karena pada dasarnya <strong>toki</strong> adalah nomina, dia bisa diikuti partikel misalnya <strong>ni</strong> dan <strong>wa</strong>.</p>
<p>Artikel ini akan diakhiri oleh beberapa contoh dari lagu. Perhatikan bentuk verba yang mendahului <strong>toki</strong>.</p>
<div class="sample">傷ついてるときも、笑っているときも、あなたの胸に咲く花になりたい <sup>[Koi no Hana<br />
: <a href="http://www.imeem.com/peneleby/music/N0WEIJBa/abe-natsumi-koi-no-hana/">♪</a> | <a href="http://www.projecthello.com/abe/hana.html">詞</a>]</sup><br />
<strong class="exampleRomaji">kizutsuiteru toki mo, waratte iru toki mo, anata no mune ni saku hana ni naritai</strong><br />
Di saat kamu sedang terluka maupun di saat kamu sedang tertawa, aku ingin menjadi bunga yang mekar di hatimu.</div>
<blockquote class="smallDict"><p>
傷つく (kizutsuku): terluka<br />
笑う (warau): tertawa, tersenyum<br />
あなた (anata): kamu<br />
胸 (mune): hati, dada<br />
咲く (saku): mekar<br />
花 (hana): bunga<br />
なる (naru): menjadi
</p></blockquote>
<div class="sample">明日の朝目が覚めた時には、美しくなってたらいいな <sup>[VERY BEAUTY<br />
: <a href="http://www.imeem.com/kayiee1015/music/l58QYjsR/berryz-koubou-very-beauty/">♪</a> | <a href="http://www.projecthello.com/berryz/verybeauty.html">詞</a>]</sup><br />
<strong class="exampleRomaji">asu no asa me ga sameta toki ni wa, utsukushiku nattetara ii na</strong><br />
Alangkah senangnya jika aku telah menjadi cantik waktu bangun besok pagi.</div>
<blockquote class="smallDict"><p>
明日 (asu): besok (umumnya 明日 dibaca ashita)<br />
朝 (asa): pagi<br />
目が覚める (me ga sameru): bangun (lit: mata terbangun)<br />
美しい (utsukushii): indah, cantik<br />
なる (naru): menjadi<br />
いい (ii): baik
</p></blockquote>
<p>Perhatikan bahwa di atas <strong>me ga sameta</strong> (bangun) adalah bentuk lampau, sebab orangnya tentunya baru bisa tahu apakah dia menjadi lebih cantik atau tidak setelah proses bangunnya selesai, bukan saat akan bangun.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.yumeko.web.id/2009/05/21/penggunaan-berbagai-kala-verba-dengan-toki/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
