
<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Yumeko &#187; air</title>
	<atom:link href="http://www.yumeko.web.id/tag/air/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.yumeko.web.id</link>
	<description>Belajar budaya dan bahasa Jepang bersama</description>
	<lastBuildDate>Tue, 16 Mar 2010 08:00:12 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Japanese in Anime and Manga: Memperdalam bahasa Jepang lewat media populer</title>
		<link>http://www.yumeko.web.id/2010/02/07/japanese-in-anime-and-manga-memperdalam-bahasa-jepang-lewat-media-populer/</link>
		<comments>http://www.yumeko.web.id/2010/02/07/japanese-in-anime-and-manga-memperdalam-bahasa-jepang-lewat-media-populer/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 07 Feb 2010 11:32:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Agro Rachmatullah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Situs menarik]]></category>
		<category><![CDATA[air]]></category>
		<category><![CDATA[anime]]></category>
		<category><![CDATA[dorama]]></category>
		<category><![CDATA[edo]]></category>
		<category><![CDATA[heian]]></category>
		<category><![CDATA[jin]]></category>
		<category><![CDATA[manga]]></category>
		<category><![CDATA[media]]></category>
		<category><![CDATA[meiji]]></category>
		<category><![CDATA[oiran]]></category>
		<category><![CDATA[samurai x]]></category>
		<category><![CDATA[visual novel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.yumeko.web.id/?p=642</guid>
		<description><![CDATA[
Bahasa Jepang adalah bahasa yang sangat berwarna. Terdapat berbagai cara untuk mengungkapkan hal yang pada dasarnya sama, dan ini dipengaruhi oleh faktor seperti hubungan antara pembicara, umur pembicara, dan latar belakang atau sifat pembicara.
Sebagai contoh, untuk meminta atau membuat orang lain agar makan, kita bisa menggunakan berbagai cara berikut dengan nuansa yang sangat berbeda (semuanya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://www.yumeko.web.id/wp-content/uploads/2010/02/anime_manga.jpg" alt="Japanese in Anime &amp; Manga" title="Japanese in Anime &amp; Manga" width="303" height="287" class="alignnone size-full wp-image-647" /></p>
<p>Bahasa Jepang adalah bahasa yang sangat berwarna. Terdapat berbagai cara untuk mengungkapkan hal yang pada dasarnya sama, dan ini dipengaruhi oleh faktor seperti hubungan antara pembicara, umur pembicara, dan latar belakang atau sifat pembicara.</p>
<p>Sebagai contoh, untuk meminta atau membuat orang lain agar makan, kita bisa menggunakan berbagai cara berikut dengan nuansa yang sangat berbeda (semuanya menggunakan kata dasar <strong>taberu</strong> yang berarti &#8220;makan&#8221;):</p>
<ul>
<li><strong><a href="http://tutorial.yumeko.web.id/requests.html">tabete kudasai</a></strong>: &#8220;Silahkan makan&#8221;. Ini cara membuat permintaan sopan. Aman untuk digunakan di segala situasi, misalnya mempersilahkan tamu makan.</li>
<li><strong><a href="http://tutorial.yumeko.web.id/requests.html">tabete</a></strong>: Sama seperti di atas tapi terdengar lebih santai. Digunakan misalnya antar teman.</li>
<li><strong><a href="http://tutorial.yumeko.web.id/requests.html">tabenasai</a></strong>: Permintaan yang cukup tegas namun sopan. Bisa digunakan misalnya oleh ibu kepada anaknya yang rewel tidak mau makan.</li>
<li><strong>tabete itadakemasen ka?</strong>: Permintaan yang sangat sopan, dengan nuansa bahwa kita merendahkan diri. Seakan-akan mengatakan &#8220;Mungkin makanannya tidak enak, tapi akankah kamu berbaik hati memakannya?&#8221;</li>
<li><strong><a href="http://www.yumeko.web.id/2009/11/14/bentuk-perintah-pada-bahasa-jepang/">tabero!</a></strong>: &#8220;Makan!!!&#8221; Ini bentuk perintah kasar. Bayangkan kamu memaksa lawan bicaramu makan sambil menodongkan pistol.</li>
</ul>
<p>Tentunya masih banyak cara lainnya, dan lingkup penggunaan contoh di atas tidaklah saklek. Sebagai contoh, &#8220;<strong>tabete</strong>&#8221; dan &#8220;<strong>tabenasai</strong>&#8221; bisa juga digunakan kepada tamu (masing-masing dengan kesan santai dan agak tegas dalam artian baik).</p>
<p><span id="more-642"></span></p>
<p>Di sini, media seperti anime, dorama, dan manga merupakan cara yang hebat untuk menemui beragam bentuk bahasa Jepang. Dengan berbagai setting dan tokoh yang berbeda, kamu akan terbiasa mendengar bermacam gaya bahasa dan perlahan-lahan mengerti kapan harus menggunakan yang mana. Sebagai orang asing, ini mungkin bisa jadi wahana pencarian jati diri juga: Dengan bahasa Jepang seperti apa aku ingin berbicara? &#8220;<strong>ore no hanashikata, monku aru?!?</strong>&#8221; (Lu ada masalah ama gaya bicara gue?!?)</p>
<p><a href="http://www.yumeko.web.id/wp-content/uploads/2010/02/gozansu.jpg"><img src="http://www.yumeko.web.id/wp-content/uploads/2010/02/gozansu-300x168.jpg" alt="Arigatou gozansu" title="Arigatou gozansu" width="300" height="168" class="alignnone size-medium wp-image-652" /></a><br />
<span style="font-size: 80%">&#8220;<strong>Arigatou gozansu</strong>&#8220;. Ha? Apa? (dari dorama Jin)</span></p>
<p>Tidak hanya variasi bahasa mulai dari cara bicara anak-anak sampai yakuza yang bisa ditemui di zaman modern, pada anime <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Samurai_X">Samurai X</a> kamu bisa menjumpai gaya bahasa samurai zaman Meiji, pada dorama <a href="http://wiki.d-addicts.com/Jin">Jin</a> kamu bisa melihat bagaimana para <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Oiran">Oiran</a> zaman Edo menggunakan akhiran <strong><a href="http://ja.wikipedia.org/wiki/%E5%BB%93%E8%A9%9E">-arinsu</a></strong>, dan pada anime atau game <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Air_(anime)">Air</a> kamu bisa mencicipi bahasa Jepang zaman Heian yang jauh lebih tua lagi.</p>
<p><a href="http://www.yumeko.web.id/wp-content/uploads/2010/02/suru_ga_yoi.jpg"><img src="http://www.yumeko.web.id/wp-content/uploads/2010/02/suru_ga_yoi-300x154.jpg" alt="suru ga yoi - bahasa Jepang zaman Heian" title="suru ga yoi - bahasa Jepang zaman Heian" width="300" height="154" class="alignnone size-medium wp-image-654" /></a><br />
<span style="font-size: 80%">&#8220;<strong>Ryuuya-dono mo tamesu ga yoi</strong>&#8220;. (Ayo cicip, Tuan Ryuuya) (dari anime Air)</span></p>
<p>Menyadari efektifnya media-media tersebut untuk membuka wawasan bahasa Jepang, Japan Foundation mengembangkan situs <a href="http://anime-manga.jp">Japanese in Anime &#038; Manga</a>. Di situ, terdapat modul-modul interaktif untuk mempelajari bahasa-bahasa yang muncul di media-media tersebut. Sebagai contoh, di modul &#8220;Character expression&#8221; kamu bisa mendengar dan membandingkan bagaimana 8 karakter berbeda mengungkapkan hal untuk situasi yang sama. Tentu fokusnya lebih ke arah ragam bahasa modern, jadi jangan harap bahasa zaman Heian muncul di situs tersebut.</p>
<p><a href="http://www.yumeko.web.id/wp-content/uploads/2010/02/character_expression.jpg"><img src="http://www.yumeko.web.id/wp-content/uploads/2010/02/character_expression-300x200.jpg" alt="Ekspresi karakter anime" title="Ekspresi karakter anime" width="300" height="200" class="alignnone size-medium wp-image-649" /></a></p>
<p>Terdapat mode kanji, kana, dan romaji untuk tulisan Jepangnya yang bisa diubah lewat tombol kanan atas. Setelah mempelajarinya, terdapat juga mode kuis untuk menguji pemahaman kalian.</p>
<p>Untuk modul &#8220;Love Word Quiz&#8221;, kalian menebak arti dari kata-kata bahasa Jepang. Selain itu, kalian juga bisa melihat contoh penggunaan kata tersebut di manga (dengan terjemahan Inggrisnya) dan juga melihat halaman manga aslinya!</p>
<p><a href="http://www.yumeko.web.id/wp-content/uploads/2010/02/love_word.jpg"><img src="http://www.yumeko.web.id/wp-content/uploads/2010/02/love_word-300x178.jpg" alt="Love word quiz" title="Love word quiz" width="300" height="178" class="alignnone size-medium wp-image-650" /></a></p>
<p>Karena situs ini baru dibuka, modul yang tersedia baru sedikit. Namun mereka berencana untuk membuat modul-modul tambahan, jadi sementara menikmati modul yang saat ini sudah ada, ke depannya situs ini akan semakin berguna.</p>
<p>Kunjungi situsnya di <a href="http://anime-manga.jp">http://anime-manga.jp</a> dan selamat bersenang-senang. Namun tentunya yang paling utama adalah menikmati media aslinya, jadi jangan lupa banyak-banyaklah menonton anime, film, maupun dorama (berani tanpa sub?) dan membaca manga (yang belum diterjemahkan)!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.yumeko.web.id/2010/02/07/japanese-in-anime-and-manga-memperdalam-bahasa-jepang-lewat-media-populer/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>34</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>A to ii B to ii (baik A dan juga B)</title>
		<link>http://www.yumeko.web.id/2010/01/04/a-to-ii-b-to-ii-baik-a-dan-juga-b/</link>
		<comments>http://www.yumeko.web.id/2010/01/04/a-to-ii-b-to-ii-baik-a-dan-juga-b/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 04 Jan 2010 11:05:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Agro Rachmatullah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Menengah]]></category>
		<category><![CDATA[air]]></category>
		<category><![CDATA[jplt1]]></category>
		<category><![CDATA[visual novel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.yumeko.web.id/?p=519</guid>
		<description><![CDATA[Untuk mengatakan bahwa dua hal sama-sama bersifat sesuatu, cara yang paling umum adalah menggunakan partikel mo (juga).
色もデザインも素敵
iro mo dezain mo suteki
Baik warna maupun desainnya indah

色 (iro): warna
デザイン (dezain): desain, rancangan, pola
素敵 (suteki): indah

Pada penggunaan seperti ini, sebagai alternatifnya kamu bisa juga menggunakan to ii. Ini berasal dari to iu (と言う) yang gunanya untuk mengutip benda [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Untuk mengatakan bahwa dua hal sama-sama bersifat sesuatu, cara yang paling umum adalah menggunakan partikel <strong>mo</strong> (juga).</p>
<p class="sample">色もデザインも素敵<br />
<strong class="exampleRomaji">iro mo dezain mo suteki</strong><br />
Baik warna maupun desainnya indah</p>
<blockquote class="smallDict"><p>
色 (iro): warna<br />
デザイン (dezain): desain, rancangan, pola<br />
素敵 (suteki): indah
</p></blockquote>
<p>Pada penggunaan seperti ini, sebagai alternatifnya kamu bisa juga menggunakan <strong>to ii</strong>. Ini berasal dari <strong>to iu</strong> (と言う) yang gunanya untuk mengutip benda atau hal yang dimaksud. Jadi arti literalnya mungkin semacam &#8220;Mau ngomongin A kek, mau ngomongin B kek, &#8230; (kesemuanya sama)&#8221;. Lihat contoh berikut:</p>
<p class="sample">色といいデザインといい素敵<br />
<strong class="exampleRomaji">iro to ii dezain to ii suteki</strong><br />
Baik warna maupun desainnya indah</p>
<blockquote class="smallDict"><p>
色 (iro): warna<br />
デザイン (dezain): desain, rancangan, pola<br />
素敵 (suteki): indah
</p></blockquote>
<p><strong>to ii</strong> terdengar lebih kuat dibandingkan dengan <strong>mo</strong>. Karena tata bahasanya sendiri sangat mudah, postingan kali ini cukup diakhiri dengan contoh-contoh lain agar semakin mengerti:</p>
<p><span id="more-519"></span></p>
<p class="sample">顔といい性格といい、彼女に悪いとこはない<br />
<strong class="exampleRomaji">kao to ii seikaku to ii, kanojo ni warui toko wa nai</strong><br />
Tidak ada kekurangan baik pada wajah maupun perilakunya</p>
<blockquote class="smallDict"><p>
顔 (kao): wajah<br />
性格 (seikaku): perilaku<br />
彼女 (kanojo): dia (perempuan)<br />
悪い (warui): buruk<br />
とこ (toko): aspek<br />
ない (nai): tidak ada
</p></blockquote>
<p>Pada contoh di atas, <strong>toko</strong> adalah singkatan dari <strong>tokoro</strong>. Arti dasarnya adalah &#8220;tempat&#8221;, namun kata tersebut bisa juga menunjuk waktu atau aspek abstrak seperti pada contoh di atas.</p>
<p class="sample">味といい、香りといい、また姿といい、アユは川魚の中でも一番だよ<br />
<strong class="exampleRomaji">aji to ii, kaori to ii, mata sugata to ii, ayu wa kawauo no naka de mo ichiban da yo</strong><br />
Baik dari segi rasa, aroma, dan juga bentuk, ikan ayu adalah yang terbaik di antara ikan air tawar</p>
<blockquote class="smallDict"><p>
味 (aji): rasa<br />
香り (kaori): wangi, aroma<br />
また (mata): dan, juga<br />
姿 (sugata): bentuk, penampilan<br />
アユ (ayu): nama ikan<br />
川魚 (kawauo): ikan air tawar, ikan sungai<br />
中 (naka): dalam<br />
一番 (ichiban): terbaik, nomor satu
</p></blockquote>
<p>Pada contoh di atas, bisa dilihat bahwa pola <strong>to ii</strong> bisa juga digunakan untuk lebih dari dua benda.</p>
<p>Contoh terakhir diambil dari cerita <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Air_(anime)">Air</a>.</p>
<p class="sample">二人のそばに近寄ると、神奈の顔色が悪かった。頬といい額といい、汗が滝のように出ている。<br />
<strong class="exampleRomaji">futari no soba ni chikayoru to, kanna no kaoiro ga warukatta. hoo to ii hitai to ii, ase ga taki no you ni dete iru.</strong><br />
Saat aku mendekati mereka, wajah Kanna terlihat pucat. Keringat mengalir bagai air terjun baik di pipi maupun dahinya.</p>
<blockquote class="smallDict"><p>
二人 (futari): dua orang<br />
そば (soba): sisi, sebelah<br />
近寄る (chikayoru): mendekat<br />
神奈 (kanna): Kanna (nama orang)<br />
顔色 (kaoiro): rona muka, air muka<br />
悪い (warui): buruk<br />
頬 (hoo): pipi<br />
額 (hitai): dahi<br />
汗 (ase): keringat<br />
滝 (taki): air terjun<br />
のように (no you ni): bagai<br />
出る (deru): keluar
</p></blockquote>
<p>Mungkin kelihatannya ini tata bahasa tingkat tinggi, tapi teman Jepang saya pernah menggunakannya saat ngobrol dengan saya! Katanya, &#8220;<strong>A-san to ii, B-san to ii, minna hen na hito da yo ne?</strong>&#8221; (Baik A-san maupun B-san, semuanya orang aneh ya?). Jadi ingat baik-baik, karena pasti berguna juga buatmu suatu saat!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.yumeko.web.id/2010/01/04/a-to-ii-b-to-ii-baik-a-dan-juga-b/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Menggunakan pengandaian -ba untuk menggabung dua kalimat negatif (- mo nakereba, &#8211; mo nai)</title>
		<link>http://www.yumeko.web.id/2009/10/04/menggunakan-pengandaian-ba-untuk-menggabung-dua-kalimat-negatif-mo-nakereba-mo-nai/</link>
		<comments>http://www.yumeko.web.id/2009/10/04/menggunakan-pengandaian-ba-untuk-menggabung-dua-kalimat-negatif-mo-nakereba-mo-nai/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 04 Oct 2009 03:40:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Agro Rachmatullah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Menengah lanjut]]></category>
		<category><![CDATA[air]]></category>
		<category><![CDATA[audio]]></category>
		<category><![CDATA[bahasa klasik]]></category>
		<category><![CDATA[dorama]]></category>
		<category><![CDATA[Honey and Clover]]></category>
		<category><![CDATA[JLPT1]]></category>
		<category><![CDATA[Kunisaki Yukito]]></category>
		<category><![CDATA[Takemoto Yuuta]]></category>
		<category><![CDATA[Toma Ikuta]]></category>
		<category><![CDATA[visual novel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.yumeko.web.id/?p=439</guid>
		<description><![CDATA[Perhatikan dua kalimat negatif berikut:
犬はいない。猫はいない。
inu wa inai. neko wa inai.
Tidak ada anjing. Tidak ada kucing.

犬 (inu): anjing
いる (iru): ada (benda hidup kecuali tumbuhan)
猫 (neko): kucing

Dua kalimat negatif yang berurutan seperti contoh di atas bisa digabung dengan memanfaatkan pengandaian -ba sehingga artinya &#8220;Tidak ada anjing maupun kucing&#8221;. Inilah caranya:

Menggunakan pengandaian -ba untuk menggabung dua kalimat negatif
Pertama, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Perhatikan dua kalimat negatif berikut:</p>
<p class="sample">犬はいない。猫はいない。<br />
<strong class="exampleRomaji">inu wa inai. neko wa inai.</strong><br />
Tidak ada anjing. Tidak ada kucing.</p>
<blockquote class="smallDict"><p>
犬 (inu): anjing<br />
いる (iru): ada (benda hidup kecuali tumbuhan)<br />
猫 (neko): kucing
</p></blockquote>
<p>Dua kalimat negatif yang berurutan seperti contoh di atas bisa digabung dengan memanfaatkan <a href="http://tutorial.yumeko.web.id/conditional.html">pengandaian -ba</a> sehingga artinya &#8220;Tidak ada anjing maupun kucing&#8221;. Inilah caranya:</p>
<p><span id="more-439"></span></p>
<div style="border: 2px solid black; padding: 10px; background-color: rgb(238, 255, 238);"><strong>Menggunakan pengandaian -ba untuk menggabung dua kalimat negatif</strong></p>
<p>Pertama, ubah kedua partikel <strong>wa</strong> yang berkaitan menjadi <strong>mo</strong>. Lalu konjugasikan kalimat pertama ke pengandaian -ba.</p>
<p>Contoh kalimat: <strong>inu wa inai. neko wa inai.</strong><br />
Tahap 1: <strong>inu <u>mo</u> inai. neko <u>mo</u> inai.</strong><br />
Tahap 2: <strong>inu mo ina<u>kereba</u> neko mo inai.</strong></div>
<p>Perhatikan bahwa ini adalah <u>pengandaian semu</u>. Secara tata bahasa bentuknya persis dengan pengandaian -ba, namun tidak ada pengandaian sama sekali di sini! Ini hanyalah salah satu cara tingkat lanjut untuk merangkai kalimat. Lihat contoh di bawah dan perhatikan bahwa di terjemahannya tidak ada andai-andai apapun.</p>
<p class="sample">我が家には、犬もいなければ猫もいない<br />
<strong class="exampleRomaji">wagaya ni wa, inu mo inakereba neko mo inai</strong><br />
Di rumah saya, tidak ada anjing maupun kucing</p>
<blockquote class="smallDict"><p>
我が家 (wagaya): rumah saya<br />
犬 (inu): anjing<br />
いる (iru): ada (benda hidup kecuali tumbuhan)<br />
猫 (neko): kucing
</p></blockquote>
<p>Pola seperti ini cukup berkelas sehingga akan terdengar agak puitis atau seperti bahasa sastra. Kalau ingin yang lebih sederhana dan normal, tentunya kita bisa menggunakan misalnya <strong>inu mo neko mo inai</strong>.</p>
<p>Perhatikan contoh-contoh tambahan berikut untuk lebih membiasakan diri dengan pola ini:</p>
<p class="sample">私にはお金もなければ地位もない<br />
<strong class="exampleRomaji">watashi ni wa okane mo nakereba chii mo nai</strong><br />
Saya tidak memiliki uang maupun pangkat</p>
<blockquote class="smallDict"><p>
私 (watashi): saya<br />
お金 (okane): uang<br />
ある (aru): ada (benda mati dan tumbuhan)<br />
地位 (chii): posisi, kedudukan, status
</p></blockquote>
<p>Perhatikan asal kalimatnya: <strong>okane wa nai. chii wa nai.</strong></p>
<p class="sample">あの頃、夢もなければ希望もない日々を送っていた<br />
<strong class="exampleRomaji">ano koro, yume mo nakereba kibou mo nai hibi o okutte ita</strong><br />
Pada waktu itu, aku menjalani hari-hari tanpa mimpi maupun harapan</p>
<blockquote class="smallDict"><p>
あの (ano): itu<br />
頃 (koro): waktu, masa<br />
夢 (yume): mimpi<br />
ある (aru): ada (benda mati dan tumbuhan)<br />
希望 (kibou): harapan, keinginan<br />
日々 (hibi): hari-hari<br />
送る (okuru): menjalani, melewati
</p></blockquote>
<p class="sample">あの人は友達でもなければ知り合いでもありませんので誤解しないでください<br />
<strong class="exampleRomaji">ano hito wa tomodachi de mo nakereba shiriai de mo arimasen no de gokai shinaide kudasai</strong><br />
Orang itu bukan teman dan bukan juga kenalan, jadi tolong jangan salah paham</p>
<blockquote class="smallDict"><p>
あの (ano): itu<br />
人 (hito): orang<br />
友達 (tomodachi): teman<br />
知り合い (shiriai): kenalan<br />
誤解 (gokai): salah paham
</p></blockquote>
<p>Kali ini asal kalimatnya adalah: <strong>tomodachi de wa nai. shiriai de wa nai.</strong> (<strong>de wa nai = ja nai</strong>)</p>
<p>Contoh berikut diambil dari novel visual <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Air_%28anime%29">Air</a>. Bentuk asal kalimatnya sama dengan contoh terakhir di atas:</p>
<p class="sample">いや、錯覚ではない。何か、音がする。この世のものならざる音。足音でもなければ、声でもない。<br />
<strong class="exampleRomaji">iya, sakkaku de wa nai. nanika, oto ga suru. kono yo no mono narazaru oto. ashioto de mo nakereba, koe de mo nai.</strong><br />
Tidak, ini bukan imajinasiku. Aku mendengar sesuatu. Suara yang tidak mungkin berasal dari dunia ini. Bukan suara langkah kaki, bukan pula suara orang.</p>
<blockquote class="smallDict"><p>
いや (iya): tidak, bukan<br />
錯覚 (sakkaku): ilusi, imajinasi<br />
何か (nanika): sesuatu<br />
音 (oto): suara<br />
この (kono): ini<br />
世 (yo): dunia<br />
もの (mono): benda<br />
なる (naru):<br />
足音 (ashioto): suara langkah kaki<br />
声 (koe): suara orang
</p></blockquote>
<p>Perhatikan bahwa <strong>oto ga suru</strong> artinya adalah sesuatu mengeluarkan suara. Lalu <strong>naru</strong> di sini adalah verba klasik yang secara praktis bisa menggabungkan dua nomina (beda dengan <strong>naru</strong> yang artinya &#8220;menjadi&#8221;). Contohnya <strong>sei</strong> (聖) berarti suci, sehingga <strong>sei-naru sensou</strong> berarti perang suci. <strong>narazaru</strong> adalah bentuk negatif klasiknya (= <strong>naranai</strong>), jadi sebagai contoh <strong>sei-narazaru sensou</strong> berarti perang yang tidak suci.</p>
<p>Contoh terakhir adalah dari dorama <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Honey_and_Clover">Honey and Clover</a>. Silahkan dengarkan audionya:</p>
<p><a href='http://www.yumeko.web.id/wp-content/uploads/2009/10/honey_and_clover_toma_ikuta.jpg'><img src="http://www.yumeko.web.id/wp-content/uploads/2009/10/honey_and_clover_toma_ikuta-300x194.jpg" alt="Honey and Clover" title="Honey and Clover" width="300" height="194" class="alignnone size-medium wp-image-441" /></a></p>
<p><small>Download: <a href="http://www.yumeko.web.id/wp-content/uploads/2009/10/honey_and_clover_96.mp3">honey_and_clover_96.mp3</a> (203 KB)</small></p>
<p class="sample">お金がない学生にとって、夏休みとは、ただじっと過ぎ去るのを待つ日々でしかない。〔「あ～、あっち～」〕遊ぶお金もなければ、実家にも帰らない。<br />
<strong class="exampleRomaji">okane ga nai gakusei ni totte, natsuyasumi to wa, tada jitto sugisaru no o matsu hibi de shika nai. ["aa, acchii"] asobu okane mo nakereba, jikka ni mo kaeranai.</strong><br />
Bagi mahasiswa yang tidak punya uang, liburan musim panas tidak lain dan tidak bukan hanyalah hari-hari menunggu dengan sabar berlalunya waktu. ["Ah... Panaaas!"] Mereka tidak punya uang untuk bersenang-senang, dan tidak pula pulang ke rumahnya.</p>
<blockquote class="smallDict"><p>
お金 (okane): uang<br />
ある (aru): ada (benda mati dan tumbuhan)<br />
学生 (gakusei): murid<br />
にとって (ni totte): bagi<br />
夏休み (natsuyasumi): liburan musim panas<br />
とは (to wa): menandakan hal yang ingin didefinisikan<br />
ただ (tada): hanya<br />
じっと (jitto): dengan sabar, tanpa gerakan, terfokus<br />
過ぎ去る (sugisaru): lewat<br />
待つ (matsu): menunggu<br />
日々 (hibi): hari-hari<br />
あっちい (acchii): panas (atsui)<br />
遊ぶ (asobu): bermain<br />
実家 (jikka): rumah orang tua<br />
帰る (kaeru): pulang, kembali
</p></blockquote>
<div style="text-align: right; font-size: 80%;">Sampingan: <a href="http://www.yumeko.web.id/2009/04/23/berbicara-tentang-panas/">Mengenai kata acchii</a></div>
<p>Asal kalimatnya? Kali ini: <strong>asobu okane wa nai. jikka ni wa kaeranai.</strong></p>
<p>Pola yang kita pelajari di sini sebenarnya juga bisa digunakan untuk menggabungkan dua kalimat positif, namun itu akan dibahas di lain waktu.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.yumeko.web.id/2009/10/04/menggunakan-pengandaian-ba-untuk-menggabung-dua-kalimat-negatif-mo-nakereba-mo-nai/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
<enclosure url="http://www.yumeko.web.id/wp-content/uploads/2009/10/honey_and_clover_96.mp3" length="207044" type="audio/mpeg" />
		</item>
		<item>
		<title>Menambahkan arti &#8220;terlalu&#8221; dengan kata sugiru</title>
		<link>http://www.yumeko.web.id/2009/09/24/menambahkan-arti-terlalu-dengan-kata-sugiru/</link>
		<comments>http://www.yumeko.web.id/2009/09/24/menambahkan-arti-terlalu-dengan-kata-sugiru/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 24 Sep 2009 16:41:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Agro Rachmatullah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Menengah lanjut]]></category>
		<category><![CDATA[kosakata]]></category>
		<category><![CDATA[air]]></category>
		<category><![CDATA[akar verba]]></category>
		<category><![CDATA[Kamio Misuzu]]></category>
		<category><![CDATA[Kunisaki Yukito]]></category>
		<category><![CDATA[visual novel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.yumeko.web.id/?p=420</guid>
		<description><![CDATA[sugiru (過ぎる) pada dasarnya berarti melewati suatu tempat. Ini contoh sederhananya:
車はトンネルを過ぎた
kuruma wa tonneru o sugita
Mobil itu melintasi terowongan

車 (kuruma): mobil
トンネル (tonneru): terowongan (Inggris: tunnel)

大阪はもう過ぎましたか
oosaka wa mou sugimashita ka
Sudahkah kita melewati Osaka?

大阪 (oosaka): Osaka
もう (mou): sudah

Penggunaan sugiru dengan adjektiva
Dari arti dasar itu, sugiru bisa digabung dengan kata lain sehingga berarti &#8220;terlalu&#8221; atau &#8220;sangat&#8221; (&#8220;melewati batas&#8221;). Inilah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>sugiru</strong> (過ぎる) pada dasarnya berarti melewati suatu tempat. Ini contoh sederhananya:</p>
<div class="sample">車はトンネルを過ぎた<br />
<strong class="exampleRomaji">kuruma wa tonneru o sugita</strong><br />
Mobil itu melintasi terowongan</div>
<blockquote class="smallDict"><p>
車 (kuruma): mobil<br />
トンネル (tonneru): terowongan (Inggris: tunnel)
</p></blockquote>
<div class="sample">大阪はもう過ぎましたか<br />
<strong class="exampleRomaji">oosaka wa mou sugimashita ka</strong><br />
Sudahkah kita melewati Osaka?</div>
<blockquote class="smallDict"><p>
大阪 (oosaka): Osaka<br />
もう (mou): sudah
</p></blockquote>
<h3>Penggunaan sugiru dengan adjektiva</h3>
<p>Dari arti dasar itu, <strong>sugiru</strong> bisa digabung dengan kata lain sehingga berarti &#8220;terlalu&#8221; atau &#8220;sangat&#8221; (&#8220;melewati batas&#8221;). Inilah aturan pembentukannya untuk adjektiva:</p>
<p><span id="more-420"></span></p>
<div style="border: 2px solid black; padding: 10px; background-color: rgb(238, 255, 238);"><strong>Memodifikasi adjektiva dengan sugiru untuk menambahkan arti &#8220;terlalu&#8221;</strong></p>
<ol>
<li><strong>Adjektiva-i</strong>: Buang akhiran <strong>i</strong> lalu tambahkan <strong>sugiru</strong><br /><strong>omoshiroi</strong> → <strong>omoshiro</strong> → <strong>omoshiro<u>sugiru</u></strong></li>
<li><strong>Adjektiva-na</strong>: Tambahkan <strong>sugiru</strong> di akhir<br /><strong>suki</strong> → <strong>suki<u>sugiru</u></strong></li>
<li><strong>nai</strong>: Untuk akhiran negatif <strong>nai</strong>, termasuk adjektiva yang asal muasal katanya memuat <strong>nai</strong> seperti <strong>mottainai</strong> (勿体無い) dan <strong>nasakenai</strong> (情け無い), ganti <strong>i</strong> di akhir dengan <strong>sa</strong> lalu tambahkan <strong>sugiru</strong> di akhir. Perhatikan bahwa adjektiva seperti <strong>sukunai</strong> (少ない) dan <strong>abunai</strong> (危ない) tidak termasuk kategori ini.<br /><strong>mottainai</strong> → <strong>mottaina<u>sa</u></strong> → <strong>mottainasa<u>sugiru</u></strong><br /><strong>omoshirokunai</strong> → <strong>omoshirokuna<u>sa</u></strong> → <strong>omoshirokunasa<u>sugiru</u></strong></li>
</ol>
<p>Hasilnya berkonjugasi sebagaimana <a href="http://tutorial.yumeko.web.id/verbs.html">verba-ru</a>.
</div>
<p>Beberapa contohnya adalah sebagai berikut:</p>
<div class="sample">あの映画は面白すぎる！<br />
<strong class="exampleRomaji">ano eiga wa omoshirosugiru</strong><br />
Film itu terlalu menarik! (sangat sangat menarik)</div>
<blockquote class="smallDict"><p>
あの (ano): itu<br />
映画 (eiga): film<br />
面白い (omoshiroi): menarik
</p></blockquote>
<p>Perhatikan bahwa untuk interjeksi, <strong>-sugiru</strong> sering disingkat hanya menjadi <strong>-sugi</strong> (すぎっ). Contohnya adalah 今日寒すぎっ！ (<strong>kyou samusugi!</strong>) yang artinya kurang lebih &#8220;hari ini dingin banget!&#8221; (literal: terlalu dingin)</p>
<p>Berikutnya adalah contoh dengan adjektiva-na:</p>
<div class="sample">彼のことが好きすぎてつらい・・・死にたいです・・・<br />
<strong class="exampleRomaji">kare no koto ga suki sugite tsurai&#8230; shinitai desu</strong><br />
Aku terlalu suka dengan dirinya sehingga rasanya begitu menyakitkan&#8230; Rasanya ingin mati&#8230;</div>
<blockquote class="smallDict"><p>
彼 (kare): dia (laki-laki)<br />
こと (koto): diri, hal<br />
好き (suki): suka<br />
つらい (tsurai): pedih, menyakitkan<br />
死ぬ (shinu): mati
</p></blockquote>
<p>Contoh berikut adalah dialog dari novel grafis <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Air_%28anime%29">Air</a>:</p>
<div class="sample">往人　「早くいけっ」<br />
観鈴　「え？なんて？」<br />
聞こえていない。風が強すぎる。<br />
往人　「遅刻するぞ、馬鹿」<br />
<strong class="exampleRomaji">Yukito: &#8220;hayaku ike&#8221;<br />
Misuzu: &#8220;e? nante?&#8221;<br />
kikoete inai. kaze ga tsuyosugiru<br />
Yukito: &#8220;chikoku suru zo, baka&#8221;</strong><br />
Yukito: &#8220;Cepet pergi sana!&#8221; (tokoh utama, narator)<br />
Misuzu: &#8220;Ha? Apa?&#8221;<br />
Suaraku tidak terdengar. Anginnya terlalu kuat.<br />
Yukito: &#8220;Nanti telat oi, dasar bodoh!&#8221;</div>
<blockquote class="smallDict"><p>
往人 (yukito): Yukito (nama)<br />
観鈴 (misuzu): Misuzu (nama)<br />
早い (hayai): cepat<br />
いく (iku): pergi<br />
なん (nan): apa (bentuk lain dari nani)<br />
聞こえる (kikoeru): terdengar<br />
風 (kaze): angin<br />
強い (tsuyoi): kuat<br />
遅刻 (chikoku): keterlambatan<br />
馬鹿 (baka): bodoh
</p></blockquote>
<p><strong>nante</strong> di contoh atas adalah singkatan dari <strong>nan tte itta no</strong> (Apa yang kamu katakan?)</p>
<h3>Penggunaan sugiru dengan verba</h3>
<p><strong>sugiru</strong> juga bisa digabung dengan kata kerja sehingga artinya &#8220;melakukan sesuatu secara berlebihan&#8221;. Ini tentunya juga diturunkan dari arti dasar <strong>sugiru</strong> yaitu &#8220;melewati&#8221;, karena di sini artinya &#8220;melewati batas kewajaran&#8221;.</p>
<div style="border: 2px solid black; padding: 10px; background-color: rgb(238, 255, 238);"><strong>Memodifikasi verba dengan sugiru untuk menambahkan arti &#8220;berlebihan&#8221;</strong><br />
Ubah verba ke <a href="http://tutorial.yumeko.web.id/polite.html">bentuk akar</a> lalu tambahkan <strong>sugiru</strong>. Contoh:</p>
<ol>
<li><strong>taberu</strong> → <strong>tabe</strong> → <strong>tabe<u>sugiru</u></strong></li>
<li><strong>nomu</strong> → <strong>nomi</strong> → <strong>nomi<u>sugiru</u></strong></li>
<li><strong>suru</strong> → <strong>shi</strong> → <strong>shi<u>sugiru</u></strong></li>
</ol>
<p>Untuk bentuk verba negatif, ganti <strong>i</strong> pada penanda negatif <strong>nai</strong> dengan <strong>sa</strong> lalu tambahkan <strong>sugiru</strong> di akhir.<br /><strong>tabenai</strong> → <strong>tabena<u>sa</u></strong> → <strong>tabenasa<u>sugiru</u></strong><br />
Hasil semuanya berkonjugasi sebagaimana <a href="http://tutorial.yumeko.web.id/verbs.html">verba-ru</a>.
</div>
<p>Inilah beberapa contohnya:</p>
<div class="sample">食べすぎたのでお腹が重たかった<br />
<strong class="exampleRomaji">tabesugita no de onaka ga omokatta</strong><br />
Karena makan kebanyakan perutku rasanya berat</div>
<blockquote class="smallDict"><p>
食べる (taberu): makan<br />
お腹 (onaka): perut<br />
重い (omoi): berat
</p></blockquote>
<div class="sample">走りすぎてケガをしてしまいました<br />
<strong class="exampleRomaji">hashirisugite kega o shite shimaimashita</strong><br />
Aku berlari terlalu banyak sehingga cedera</div>
<blockquote class="smallDict"><p>
走る (hashiru): berlari<br />
ケガ (kega): cedera, luka
</p></blockquote>
<div class="sample">寝なさすぎたからしんどかった<br />
<strong class="exampleRomaji">nenasasugita kara shindokatta</strong><br />
Karena terlalu kurang tidur, jadinya kelelahan (lit: terlalu banyak tidak tidur)</div>
<blockquote class="smallDict"><p>
寝る (neru): tidur<br />
しんどい (shindoi): kecapekan, kelelahan
</p></blockquote>
<p>Perhatikan bahwa pada contoh di atas, dasar dari konjugasi <strong>sugiru</strong> ini adalah <strong>nenai</strong> (tidak tidur).</p>
<p><strong>sugiru</strong> yang digabung dengan kata lain adalah pola yang sangat umum sehingga pelajaran kali ini sedikit banyak pasti akan berguna. <strong>demo kono posuto, nagasugiru ka na</strong>? ^^</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.yumeko.web.id/2009/09/24/menambahkan-arti-terlalu-dengan-kata-sugiru/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kanjiku #7 &#8211; api (火) dan air (水)</title>
		<link>http://www.yumeko.web.id/2009/05/27/kanjiku-7-api-%e7%81%ab-dan-air-%e6%b0%b4/</link>
		<comments>http://www.yumeko.web.id/2009/05/27/kanjiku-7-api-%e7%81%ab-dan-air-%e6%b0%b4/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 27 May 2009 13:41:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Agro Rachmatullah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kanjiku]]></category>
		<category><![CDATA[air]]></category>
		<category><![CDATA[api]]></category>
		<category><![CDATA[aturan]]></category>
		<category><![CDATA[bergambar]]></category>
		<category><![CDATA[cara menulis]]></category>
		<category><![CDATA[guratan]]></category>
		<category><![CDATA[hi]]></category>
		<category><![CDATA[Kanji]]></category>
		<category><![CDATA[menggambar]]></category>
		<category><![CDATA[menulis]]></category>
		<category><![CDATA[mizu]]></category>
		<category><![CDATA[sailor moon]]></category>
		<category><![CDATA[水]]></category>
		<category><![CDATA[火]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.yumeko.web.id/?p=334</guid>
		<description><![CDATA[Sudah lama tidak ada artikel tentang kanji, jadi mari sekarang kita lanjutkan lagi. Kali ini kita akan belajar dua kanji dasar yang merupakan dua elemen berlawanan di alam: api dan air. Namun sebelumnya kita perlu tahu sekilas dua bentuk dasar yang akan digunakan di artikel ini dan di banyak kanji lainnya.
Bentuk pertama merupakan goresan yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sudah lama tidak ada artikel tentang kanji, jadi mari sekarang kita lanjutkan lagi. Kali ini kita akan belajar dua kanji dasar yang merupakan dua elemen berlawanan di alam: api dan air. Namun sebelumnya kita perlu tahu sekilas dua bentuk dasar yang akan digunakan di artikel ini dan di banyak kanji lainnya.</p>
<p>Bentuk pertama merupakan goresan yang sangat pendek: 丶. Kita akan menyebutnya sebagai bentuk <strong>tetesan</strong>, <strong>percikan</strong>, atau hal-hal semacamnya. Bentuk tersebut bisa miring ke kiri maupun ke kanan.</p>
<p>Bentuk kedua terlihat seperti garis tegak: 丨. Kita akan menyebutnya sebagai <strong>tongkat</strong>.</p>
<p>Ingat bahwa bentuk 丶 dan 丨 secara sendirian tidak membentuk huruf apapun. Kita memberinya sebutan tetesan dan tongkat hanya untuk mempermudah belajar kanji lain saja.</p>
<h3>Api: 火 (hi)</h3>
<p>Kanji pertama yang akan kita pelajari di sini adalah <strong>hi</strong> yang berarti &#8220;api&#8221;. Perhatikan bahwa dia tersusun atas bentuk <a href="http://www.yumeko.web.id/2009/02/13/kanjiku-6-orang-%E4%BA%BA-dan-berdiri-%E7%AB%8B/">orang</a> (人) dan dua percikan (丶). Jadi bayangkan saja manusia <strong>api</strong>, dengan dua percikan di kiri dan kanannya sebagai percikan api yang loncat dari tubuhnya.</p>
<p><span id="more-334"></span></p>
<p>Perhatikan urutan menggambarnya:</p>
<p><img src="http://www.yumeko.web.id/wp-content/uploads/2009/05/e781ab-bw.png" alt="Urutan guratan/penulisan kanji 火 (hi, api)" title="Urutan guratan/penulisan kanji 火 (hi, api)" width="450" height="87" class="alignnone size-full wp-image-335" /><br />
<span style="font-size: 80%">Sumber: <a href="http://commons.wikimedia.org/wiki/Commons:Stroke_Order_Project">Wikimedia Commons Stroke Order Project</a></span></p>
<h3>Air: 水 (mizu)</h3>
<p>Kanji berikutnya adalah <strong>mizu</strong> yang artinya &#8220;air&#8221;. Cara mengingat bentuknya adalah tongkat (丨) yang dijatuhkan ke <strong>air</strong>. Bentuk di tengah adalah tongkatnya, dan bayangkan saja garis-garis sisanya sebagai cipratan kacau airnya ke berbagai penjuru. Perhatikan bahwa bentuk tongkat di sini sedikit bengkok ke kiri di bagian bawahnya.</p>
<p>Inilah urutan menulisnya:</p>
<p><img src="http://www.yumeko.web.id/wp-content/uploads/2009/05/e6b0b4-bw.png" alt="Urutan guratan/penulisan kanji 水 (mizu, air)" title="Urutan guratan/penulisan kanji 水 (mizu, air)" width="450" height="86" class="alignnone size-full wp-image-336" /><br />
<span style="font-size: 80%">Sumber: <a href="http://commons.wikimedia.org/wiki/Commons:Stroke_Order_Project">Wikimedia Commons Stroke Order Project</a></span></p>
<h3>Penggunaan</h3>
<p><img src="http://www.yumeko.web.id/wp-content/uploads/2009/05/rei-ami.jpg" alt="Sailor Mars dan Sailor Mercury" title="Sailor Mars dan Sailor Mercury" width="400" height="225" class="alignnone size-full wp-image-337" /></p>
<p>Pada nama, kalian bisa menemukan kanji-kanji ini digunakan di Hino Rei (火野レイ) dan Mizuno Ami (水野亜美) yang merupakan dua tokoh di <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Sailor_Moon">Sailor Moon</a>.</p>
<p>Inilah contoh-contoh kalimat yang menggunakan 火:</p>
<div class="sample">レンジの火を弱くする<br />
<strong class="exampleRomaji">renji no hi o yowaku suru</strong><br />
Mengecilkan api kompor (<em>lit</em>: menjadikan api kompor lemah)</div>
<blockquote class="smallDict"><p>
レンジ (renji): kompor<br />
弱い (yowai): lemah<br />
する (suru): mengubah sesuatu menjadi sesuatu, melakukan
</p></blockquote>
<div class="sample">彼は手を火にかざして暖めた。<br />
<strong class="exampleRomaji">kare wa te o hi ni kazashite atatameta</strong><br />
Dia mendekatkan tangannya ke api untuk menghangatkan dirinya.</div>
<blockquote class="smallDict"><p>
彼 (kare): dia<br />
手 (te): tangan<br />
かざす (kazasu): mendekatkan tangan (ke api dsb.)<br />
暖める (atatameru): menghangatkan
</p></blockquote>
<p>Berikutnya adalah contoh-contoh kalimat yang memuat 水:</p>
<div class="sample">花に水をやる<br />
<strong class="exampleRomaji">hana ni mizu o yaru</strong><br />
Menyiram bunga (<em>lit</em>: memberi air pada bunga)</div>
<blockquote class="smallDict"><p>
花 (hana): bunga<br />
やる (yaru): memberi
</p></blockquote>
<div class="sample">この川の水はとても綺麗です。<br />
<strong class="exampleRomaji">kono kawa no mizu wa totemo kirei desu</strong><br />
Air sungai ini sangat bersih.</div>
<blockquote class="smallDict"><p>
この (kono): &#8230; ini<br />
川 (kawa): sungai<br />
とても (totemo): sangat<br />
綺麗 (kirei): bersih, cantik
</p></blockquote>
<h3>Penutup</h3>
<p>Mungkin kamu akan sadar bahwa di sini kita tidak memberikan nemonik apapun untuk kata &#8220;hi&#8221; maupun &#8220;mizu&#8221;. Untuk keperluan tersebut, silahkan lihat contoh di artikel-artikel kanjiku sebelumnya dan coba buat nemonik sendiri. Kita akan lebih fokus ke cara mengingat bentuknya dan contoh kata-katanya. Sampai jumpa lagi di artikel <a href="http://www.yumeko.web.id/category/kanjiku/">kanjiku</a> berikutnya!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.yumeko.web.id/2009/05/27/kanjiku-7-api-%e7%81%ab-dan-air-%e6%b0%b4/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

