
<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Yumeko &#187; belajar</title>
	<atom:link href="http://www.yumeko.web.id/tag/belajar/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.yumeko.web.id</link>
	<description>Belajar budaya dan bahasa Jepang bersama</description>
	<lastBuildDate>Tue, 16 Mar 2010 08:00:12 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Menggunakan contoh kalimat pada Mnemosyne agar hafalan lebih efektif</title>
		<link>http://www.yumeko.web.id/2009/04/26/menggunakan-contoh-kalimat-pada-mnemosyne-agar-hafalan-lebih-efektif/</link>
		<comments>http://www.yumeko.web.id/2009/04/26/menggunakan-contoh-kalimat-pada-mnemosyne-agar-hafalan-lebih-efektif/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 26 Apr 2009 10:59:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Agro Rachmatullah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Alat studi]]></category>
		<category><![CDATA[Mnemosyne]]></category>
		<category><![CDATA[Situs menarik]]></category>
		<category><![CDATA[belajar]]></category>
		<category><![CDATA[cerdas]]></category>
		<category><![CDATA[menghafal]]></category>
		<category><![CDATA[mengingat]]></category>
		<category><![CDATA[review]]></category>
		<category><![CDATA[teknik belajar]]></category>
		<category><![CDATA[tips]]></category>
		<category><![CDATA[trik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.yumeko.web.id/?p=321</guid>
		<description><![CDATA[
Seperti dijanjikan sebelumnya, secara berkala saya akan menulis artikel-artikel yang membeberkan tips dan trik penggunaan program bantu mengingat Mnemosyne. Setelah lima tahunan menggunakan program tersebut dan terus merevisi teknik belajar menggunakannya, saya rasa pengalaman saya sedikit banyak bisa membantu kamu juga. Inilah seri pertama dari tips dan trik tersebut.
Cara paling simpel di Mnemosyne untuk menghafalkan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://www.yumeko.web.id/wp-content/uploads/2009/04/contoh_kalimat_mnemosyne.gif" alt="Penggunaan contoh kalimat pada Mnemosyne" title="Penggunaan contoh kalimat pada Mnemosyne" width="250" height="188" class="alignnone size-full wp-image-322" /></p>
<p>Seperti dijanjikan sebelumnya, secara berkala saya akan menulis artikel-artikel yang membeberkan tips dan trik penggunaan program bantu mengingat <a href="http://www.yumeko.web.id/2009/01/20/mnemosyne-alat-bantu-menghafal-sebagai-pendamping-vital-belajar-bahasa-jepang/">Mnemosyne</a>. Setelah lima tahunan menggunakan program tersebut dan terus merevisi teknik belajar menggunakannya, saya rasa pengalaman saya sedikit banyak bisa membantu kamu juga. Inilah seri pertama dari tips dan trik tersebut.</p>
<p>Cara paling simpel di <a href="http://www.yumeko.web.id/2009/01/20/mnemosyne-alat-bantu-menghafal-sebagai-pendamping-vital-belajar-bahasa-jepang/">Mnemosyne</a> untuk menghafalkan kata-kata adalah hanya memasukkan kata bahasa Jepangnya dan diikuti arti Indonesianya. Walaupun begitu, sebetulnya ada yang jauh lebih efektif untuk belajar kata, yaitu dengan menggunakan contoh kalimat.</p>
<p>Sebagai contoh, kita mungkin punya kartu berikut untuk menghafalkan arti kata <strong>haha</strong>:</p>
<blockquote><p>P: haha<br />
J: ibu</p></blockquote>
<p>Kartu tersebut bisa kita buat lebih baik dengan menggunakan contoh kalimat yang memuat kata <strong>haha</strong>, misalnya:</p>
<blockquote><p>P: watashi no {haha} wa chichi yori mo se ga takai desu<br />
J: ibu</p></blockquote>
<p>(Arti kalimatnya: Ibu saya jauh lebih tinggi daripada ayah)</p>
<p><span id="more-321"></span></p>
<p>Perhatikan bahwa pada pertanyaannya kita mengurung <strong>haha</strong> dengan {}, tentunya agar kita tahu bahwa kata yang ditanya adalah <strong>haha</strong> dan bukan kata lain misalnya <strong>chichi</strong>.</p>
<h3>Keunggulan</h3>
<p>Menggunakan contoh kalimat memiliki banyak keuntungan. Pertama, walaupun kata yang perlu kita jawab hanya satu, kita akan belajar banyak kata lainnya. Dalam contoh di atas, secara tidak langsung kita akan diingatkan pada kata <strong>watashi</strong> juga misalnya.</p>
<p>Lalu, otak kita secara alami akan membentuk asosiasi antar kata-kata yang berhubungan. Misalnya, dengan contoh kalimat di atas <strong>haha</strong> akan berasosiasi dengan konsep <strong>watashi</strong> (saya) dan <strong>chichi</strong> (ayah). Lalu kamu juga akan mengingat kata sifat <strong>se ga takai</strong> (tinggi) sebagai salah satu sifat yang bisa dimiliki seseorang. Dengan asosiasi ini, penguasaan bahasa Jepangmu akan dengan cepat bertambah dibanding kalau belajar kata yang terpisah-pisah. Kamu akan tahu bahwa <strong>megane</strong> (kacamata) bisa di-<strong>kakeru</strong> (dipakai) misalnya. Lalu kamu mungkin bisa tahu bahwa <strong>piano</strong> bisa di-<strong>hiku</strong> (dimainkan).</p>
<p>Tentunya dengan verba, kalau ada contoh kalimatnya kita akan bisa tahu penggunaan partikel yang benar. Misalnya, kalau hanya menghafal kata <strong>wakaru</strong> (mengerti) saja, mungkin kamu menyangka partikel yang benar adalah <strong>o</strong>. Tapi dari contoh kalimat <strong>nihongo ga wakaru</strong> misalnya, kamu akan jadi tahu dan terbiasa bahwa partikel yang benar adalah <strong>ga</strong>.</p>
<p>Penggunaan contoh kalimat terutama sangat efektif dengan kata yang bisa memiliki banyak arti. Sebagai contoh, kartu Mnemosyne seperti ini akan membuat kita cukup frustrasi:</p>
<blockquote><p>P: ageru<br />
J: mengangkat, menaikkan, memberi, memperoleh</p></blockquote>
<p>Tapi dengan memecahnya menjadi banyak kartu yang masing-masing memiliki contoh kalimat, tentu akan sangat memudahkan. Ini beberapa contohnya:</p>
<blockquote><p>P: te o {ageru}<br />
J: mengangkat</p></blockquote>
<p>(Arti: mengangkat tangan)</p>
<blockquote><p>P: nedan o {ageru}<br />
J: menaikkan</p></blockquote>
<p>(Arti: menaikkan harga)</p>
<blockquote><p>P: tomodachi ni purezento o {ageru}<br />
J: memberi</p></blockquote>
<p>(Arti: memberi hadiah ke teman)</p>
<p>Dengan kata lain, jangan ragu untuk menanyakan kata yang sama dalam beberapa kartu selama contoh kalimatnya berbeda.</p>
<h3>Mencari contoh kalimat</h3>
<p>Kalau kamu menemukan suatu kata baru saat membaca, mendengarkan lagu, atau menonton film misalnya, maka selamat karena kalimat yang memuat kata tersebut ada di depan mata. Walaupun begitu, kalau ingin mencari contoh kalimat dari sumber lain, kamu punya banyak pilihan misalnya <a href="http://singularity.agronesia.net/2007/12/08/panduan-yahoo-jisho-kamus-jepang-inggris-dengan-banyak-contoh-kalimat/">Jahoo! Jisho</a> (favorit saya), WWWJDIC (cari katanya lalu klik pranala &#8220;[Ex]&#8220;), <a href="http://jisho.org/">jisho.org</a> (cari katanya lalu klik pranala &#8220;sentences&#8221;), <a href="http://www.alc.co.jp/">ALC</a>, maupun <a href="http://www.google.com">Google</a>.</p>
<h3>Konjugasi kata</h3>
<p>Seringkali dalam contoh kalimat katanya bukan berada dalam bentuk dasar namun dalam suatu konjugasi. Hal ini tidak masalah, yang penting kita sertakan juga bentuk dasarnya. Contohnya:</p>
<blockquote><p>P: chotto {matte} kudasai<br />
&nbsp;&nbsp;&nbsp;(matsu)<br />
J: menunggu</p></blockquote>
<p>(Arti: tolong tunggu sebentar)</p>
<p>Dari contoh di atas, kita bisa tahu bahwa kata yang ditanyakan adalah <strong>matsu</strong> walaupun pada kalimat dia berada di bentuk te yaitu <strong>matte</strong>. Justru dengan kalimat yang menggunakan infleksi, ada bonus tambahan yaitu kita mempelajari perubahan bentuknya.</p>
<h3>Menyertakan arti kalimat</h3>
<p>Kalau mencari kata lewat Yahoo! Jisho misalnya, kita bisa mendapatkan arti bahasa Inggrisnya. Kalau kita ingin menyertakan arti seluruh kalimatnya juga di kartunya, cara favorit saya adalah dengan menggunakan &#8220;komentar HTML&#8221; di jawabannya. Caranya adalah dengan menuliskan artinya di dalam <code>&lt;!-- --&gt;</code> seperti contoh berikut:</p>
<blockquote><p>P: tomodachi ni purezento o {ageru}<br />
J: memberi<br />
&nbsp;&nbsp;&nbsp;<code>&lt;!-- memberi hadiah ke teman --&gt;</code></p></blockquote>
<p>Dengan cara seperti itu, normalnya arti kalimatnya tidak akan terlihat (&#8220;komentar HTML&#8221; berguna untuk memasukkan tulisan tersembunyi). Kalau perlu melihat arti kalimat yang tersembunyi tersebut, kita tinggal menekan tombol edit kartu.</p>
<h3>Kana dan kanji</h3>
<p>Contoh-contoh di atas menggunakan romaji. Hanya saja, kalau kamu sudah mempelajari <a href="http://www.yumeko.web.id/2008/06/13/tutorial-watarasebashi-04-mengenal-hiragana-dan-suara-di-bahasa-jepang/">kana</a> maupun <a href="http://www.yumeko.web.id/2008/06/16/tutorial-watarasebashi-05-mengenal-kanji/">kanji</a> tentu sebaiknya menggunakan huruf-huruf tersebut. Contohnya untuk versi kana:</p>
<blockquote><p>P: ともだちに　プレゼントを　{あげる}<br />
J: memberi<br />
&nbsp;&nbsp;&nbsp;<code>&lt;!-- memberi hadiah ke teman --&gt;</code></p></blockquote>
<p>Dan untuk versi kanji:</p>
<blockquote><p>P: 友達にプレゼントを{上げる}<br />
J: あげる (memberi)<br />
&nbsp;&nbsp;&nbsp;<code>&lt;!-- memberi hadiah ke teman --&gt;</code></p></blockquote>
<p>Karena Mnemosyne memiliki fitur edit kartu, maka kita bisa memulai dari romaji misalnya lalu di waktu yang mendatang mengubahnya ke kana maupun kanji saat kita telah mempelajarinya.</p>
<h3>Penutup</h3>
<p>Sejak menggunakan Mnemosyne, saya baru mulai sadar manfaat contoh kalimat beberapa tahun setelahnya. Ini karena ada kata yang selalu saja saya lupa, sehingga saya mulai mencoba mencari-cari trik untuk meningkatkan daya ingat. Ternyata dengan menambahkan contoh kalimat, kata-kata yang susah tersebut bisa dengan mudah saya ingat. Terlebih lagi, dengan contoh kalimat pemahaman saya terhadap kata-kata lama juga bertambah dalam.</p>
<p>Saya rasa efektivitas menggunakan contoh kalimat dalam belajar kata suatu bahasa adalah dua sampai empat kali. Sebab, kalau kita mengklaim &#8220;tahu&#8221; suatu kata namun tidak bisa membayangkan kalimat di mana kata tersebut digunakan, sebetulnya kita belum tahu kata tersebut.</p>
<p>Menggunakan contoh kalimat di Mnemosyne adalah kunci penggunaan Mnemosyne yang efektif untuk menghafal. Sampai saat ini pun, saya masih secara perlahan-lahan menambahkan contoh kalimat ke kartu-kartu lama Mnemosyne saya yang belum memilikinya.</p>
<p>Dengan informasi ini, kamu bisa sedini mungkin memanfaatkan trik di sini untuk meningkatkan kemampuan berbahasa Jepangmu dengan pesat. Selamat mencoba!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.yumeko.web.id/2009/04/26/menggunakan-contoh-kalimat-pada-mnemosyne-agar-hafalan-lebih-efektif/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
