
<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Yumeko &#187; JLPT1</title>
	<atom:link href="http://www.yumeko.web.id/tag/jlpt1/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.yumeko.web.id</link>
	<description>Belajar budaya dan bahasa Jepang bersama</description>
	<lastBuildDate>Tue, 16 Mar 2010 08:00:12 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Menyatakan masalah dalam suatu hal (bisa sih bisa, punya sih punya, dsb)</title>
		<link>http://www.yumeko.web.id/2009/10/08/menyatakan-masalah-dalam-suatu-hal-bisa-sih-bisa-punya-sih-punya-dsb/</link>
		<comments>http://www.yumeko.web.id/2009/10/08/menyatakan-masalah-dalam-suatu-hal-bisa-sih-bisa-punya-sih-punya-dsb/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 08 Oct 2009 10:00:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Agro Rachmatullah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Menengah lanjut]]></category>
		<category><![CDATA[JLPT1]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.yumeko.web.id/?p=409</guid>
		<description><![CDATA[Seringkali kita melakukan sesuatu, tapi ada masalah dalam pelaksanaan atau hasilnya. Misalnya perhatikan kalimat berikut:
&#8220;Lihat sih lihat, tapi ngantuk banget jadi nggak terlalu inget&#8221;
Di situ aksi &#8220;melihat&#8221; memang terjadi, tapi ada aspek yang tidak memuaskan.
Nah di bahasa Jepang hal tersebut bisa diungkapkan dengan cukup mudah, yaitu dengan pola:
&#8230; koto wa &#8230; ga
Kita tinggal memasukkan aksi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Seringkali kita melakukan sesuatu, tapi ada masalah dalam pelaksanaan atau hasilnya. Misalnya perhatikan kalimat berikut:</p>
<p>&#8220;<strong>Lihat sih lihat</strong>, tapi ngantuk banget jadi nggak terlalu inget&#8221;</p>
<p>Di situ aksi &#8220;melihat&#8221; memang terjadi, tapi ada aspek yang tidak memuaskan.</p>
<p>Nah di bahasa Jepang hal tersebut bisa diungkapkan dengan cukup mudah, yaitu dengan pola:</p>
<p class="sample"><strong class="exampleRomaji">&#8230; koto wa &#8230; ga</strong></p>
<p>Kita tinggal memasukkan aksi atau hal lain yang dimaksud ke titik-titik pada pola di atas. Contohnya adalah <strong>mita koto wa mita ga</strong> yang berarti &#8220;lihat sih lihat, tapi &#8230;&#8221; Karena <strong>ga</strong> di sini berarti &#8220;tetapi&#8221;, kita bisa menggantinya dengan kata sejenis mislanya <strong>kedo</strong>.</p>
<p>Inilah beberapa contohnya:</p>
<p class="sample">勉強したことはしたが、もう忘れた<br />
<strong class="exampleRomaji">benkyou shita koto wa shita ga, mou wasureta</strong><br />
Belajar sih belajar, tapi sudah lupa</p>
<blockquote class="smallDict"><p>
勉強 (benkyou): belajar<br />
する (suru): melakukan<br />
もう (mou): sudah<br />
忘れる (wasureru): lupa
</p></blockquote>
<p>Perhatikan bahwa setelah menyebut <strong>benkyou shita</strong> di awal, untuk yang berikutnya kita cukup menyebut <strong>shita</strong> saja karena konteksnya sudah jelas.</p>
<p><span id="more-409"></span></p>
<p class="sample">「急行」バスがあることはあるが、それでも時速50km以上の速度が出ることはめったにない<br />
<strong class="exampleRomaji">&#8220;kyuukou&#8221; basu ga aru koto wa aru ga, sore demo jisoku gojuu kiromeetoru ijou no sokudo ga deru koto wa metta ni nai</strong><br />
Bis &#8220;ekspres&#8221; ada sih ada, tapi tetep aja jarang banget kecepetannya ngelebihin 50 km/jam</p>
<blockquote class="smallDict"><p>
急行 (kyuukou): ekspres<br />
バス (basu): bis (Inggris: bus)<br />
ある (aru): ada (benda mati dan tumbuhan)<br />
それでも (soredemo): walaupun begitu<br />
時速 (jisoku): kecepatan (per jam)<br />
以上 (ijou): lebih besar atau sama dengan, lebih dari<br />
速度 (sokudo): kecepatan<br />
出る (deru): keluar, muncul<br />
こと (koto): hal<br />
めったにない (metta ni nai): sangat jarang
</p></blockquote>
<p class="sample">彼の言いたいことは、わかることはわかるけど、賛成できない<br />
<strong class="exampleRomaji">kare no iitai koto wa, wakaru koto wa wakaru kedo, sansei dekinai</strong><br />
Aku ngerti sih ngerti apa yang dia mau bilang, tapi nggak bisa setuju</p>
<blockquote class="smallDict"><p>
彼 (kare): dia (laki-laki)<br />
言う (iu): mengatakan<br />
こと (koto): hal<br />
わかる (wakaru): mengerti<br />
賛成 (sansei): setuju<br />
できる (dekiru): bisa
</p></blockquote>
<p class="sample">おいしいことはおいしいが、量は少ないと思います<br />
<strong class="exampleRomaji">oishii koto wa oishii ga, ryou wa sukunai to omoimasu</strong><br />
Enak sih enak, tapi menurut saya porsinya terlalu sedikit</p>
<blockquote class="smallDict"><p>
おいしい (oishii): enak<br />
量 (ryou): kuantitas, jumlah<br />
少ない (sukunai): sedikit<br />
思う (omou): berpikir
</p></blockquote>
<p>Perhatikan bahwa <strong>koto</strong> di sini merupakan nomina biasa dan <strong>ga</strong> di sini adalah penyambung kalimat, jadi kata-kata lain menempel dengan aturan yang biasanya. Misalnya dengan adjektiva-na <strong>benri</strong> hasilnya menjadi <strong>benri <u>na</u> koto wa benri <u>da</u> ga</strong> (berguna sih berguna, tapi &#8230;). Kalau bingung silahkan pelajari lagi dasar-dasarnya.</p>
<div style="text-align: right; font-size: 80%;">Sampingan: <a href="http://tutorial.yumeko.web.id/adjectives.html">Dasar adjektiva</a>, <a href="http://tutorial.yumeko.web.id/compound.html">kalimat gabungan</a></div>
<p>Terakhir, catat bahwa <strong>mita koto wa mita ga</strong> dan <strong>miru koto wa mita ga</strong> sama-sama bisa dipakai dengan arti sama, hanya saja nuansanya sedikit berbeda. Pada bentuk pertama (verba awal dalam bentuk lampau), kita memberi penekanan tambahan pada kejadian spesifik yang kita kerjakan di masa lampau tersebut.</p>
<p>Ada pola lain untuk tujuan yang sama yaitu <strong>&#8230; ni wa &#8230; ga</strong>, namun pembahasannya kita alihkan ke kesempatan lain.</p>
<p>Untuk latihan coba buat kalimat bahasa Jepang dari:</p>
<ul>
<li>bisa sih bisa, tapi lambat</li>
<li>suka sih suka, tapi malu untuk menyatakannya (&#8220;nembak&#8221;) (gunakan adjektiva <strong>suki</strong>)</li>
</ul>
<p>Jawabannya bisa ditulis di komentar, dan tentunya silahkan saja kalau ingin mencoba membuat kalimat lain sendiri.</p>
<p><small>(Special thanks buat Yukari-san)</small></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.yumeko.web.id/2009/10/08/menyatakan-masalah-dalam-suatu-hal-bisa-sih-bisa-punya-sih-punya-dsb/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Menggunakan pengandaian -ba untuk menggabung dua kalimat negatif (- mo nakereba, &#8211; mo nai)</title>
		<link>http://www.yumeko.web.id/2009/10/04/menggunakan-pengandaian-ba-untuk-menggabung-dua-kalimat-negatif-mo-nakereba-mo-nai/</link>
		<comments>http://www.yumeko.web.id/2009/10/04/menggunakan-pengandaian-ba-untuk-menggabung-dua-kalimat-negatif-mo-nakereba-mo-nai/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 04 Oct 2009 03:40:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Agro Rachmatullah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Menengah lanjut]]></category>
		<category><![CDATA[air]]></category>
		<category><![CDATA[audio]]></category>
		<category><![CDATA[bahasa klasik]]></category>
		<category><![CDATA[dorama]]></category>
		<category><![CDATA[Honey and Clover]]></category>
		<category><![CDATA[JLPT1]]></category>
		<category><![CDATA[Kunisaki Yukito]]></category>
		<category><![CDATA[Takemoto Yuuta]]></category>
		<category><![CDATA[Toma Ikuta]]></category>
		<category><![CDATA[visual novel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.yumeko.web.id/?p=439</guid>
		<description><![CDATA[Perhatikan dua kalimat negatif berikut:
犬はいない。猫はいない。
inu wa inai. neko wa inai.
Tidak ada anjing. Tidak ada kucing.

犬 (inu): anjing
いる (iru): ada (benda hidup kecuali tumbuhan)
猫 (neko): kucing

Dua kalimat negatif yang berurutan seperti contoh di atas bisa digabung dengan memanfaatkan pengandaian -ba sehingga artinya &#8220;Tidak ada anjing maupun kucing&#8221;. Inilah caranya:

Menggunakan pengandaian -ba untuk menggabung dua kalimat negatif
Pertama, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Perhatikan dua kalimat negatif berikut:</p>
<p class="sample">犬はいない。猫はいない。<br />
<strong class="exampleRomaji">inu wa inai. neko wa inai.</strong><br />
Tidak ada anjing. Tidak ada kucing.</p>
<blockquote class="smallDict"><p>
犬 (inu): anjing<br />
いる (iru): ada (benda hidup kecuali tumbuhan)<br />
猫 (neko): kucing
</p></blockquote>
<p>Dua kalimat negatif yang berurutan seperti contoh di atas bisa digabung dengan memanfaatkan <a href="http://tutorial.yumeko.web.id/conditional.html">pengandaian -ba</a> sehingga artinya &#8220;Tidak ada anjing maupun kucing&#8221;. Inilah caranya:</p>
<p><span id="more-439"></span></p>
<div style="border: 2px solid black; padding: 10px; background-color: rgb(238, 255, 238);"><strong>Menggunakan pengandaian -ba untuk menggabung dua kalimat negatif</strong></p>
<p>Pertama, ubah kedua partikel <strong>wa</strong> yang berkaitan menjadi <strong>mo</strong>. Lalu konjugasikan kalimat pertama ke pengandaian -ba.</p>
<p>Contoh kalimat: <strong>inu wa inai. neko wa inai.</strong><br />
Tahap 1: <strong>inu <u>mo</u> inai. neko <u>mo</u> inai.</strong><br />
Tahap 2: <strong>inu mo ina<u>kereba</u> neko mo inai.</strong></div>
<p>Perhatikan bahwa ini adalah <u>pengandaian semu</u>. Secara tata bahasa bentuknya persis dengan pengandaian -ba, namun tidak ada pengandaian sama sekali di sini! Ini hanyalah salah satu cara tingkat lanjut untuk merangkai kalimat. Lihat contoh di bawah dan perhatikan bahwa di terjemahannya tidak ada andai-andai apapun.</p>
<p class="sample">我が家には、犬もいなければ猫もいない<br />
<strong class="exampleRomaji">wagaya ni wa, inu mo inakereba neko mo inai</strong><br />
Di rumah saya, tidak ada anjing maupun kucing</p>
<blockquote class="smallDict"><p>
我が家 (wagaya): rumah saya<br />
犬 (inu): anjing<br />
いる (iru): ada (benda hidup kecuali tumbuhan)<br />
猫 (neko): kucing
</p></blockquote>
<p>Pola seperti ini cukup berkelas sehingga akan terdengar agak puitis atau seperti bahasa sastra. Kalau ingin yang lebih sederhana dan normal, tentunya kita bisa menggunakan misalnya <strong>inu mo neko mo inai</strong>.</p>
<p>Perhatikan contoh-contoh tambahan berikut untuk lebih membiasakan diri dengan pola ini:</p>
<p class="sample">私にはお金もなければ地位もない<br />
<strong class="exampleRomaji">watashi ni wa okane mo nakereba chii mo nai</strong><br />
Saya tidak memiliki uang maupun pangkat</p>
<blockquote class="smallDict"><p>
私 (watashi): saya<br />
お金 (okane): uang<br />
ある (aru): ada (benda mati dan tumbuhan)<br />
地位 (chii): posisi, kedudukan, status
</p></blockquote>
<p>Perhatikan asal kalimatnya: <strong>okane wa nai. chii wa nai.</strong></p>
<p class="sample">あの頃、夢もなければ希望もない日々を送っていた<br />
<strong class="exampleRomaji">ano koro, yume mo nakereba kibou mo nai hibi o okutte ita</strong><br />
Pada waktu itu, aku menjalani hari-hari tanpa mimpi maupun harapan</p>
<blockquote class="smallDict"><p>
あの (ano): itu<br />
頃 (koro): waktu, masa<br />
夢 (yume): mimpi<br />
ある (aru): ada (benda mati dan tumbuhan)<br />
希望 (kibou): harapan, keinginan<br />
日々 (hibi): hari-hari<br />
送る (okuru): menjalani, melewati
</p></blockquote>
<p class="sample">あの人は友達でもなければ知り合いでもありませんので誤解しないでください<br />
<strong class="exampleRomaji">ano hito wa tomodachi de mo nakereba shiriai de mo arimasen no de gokai shinaide kudasai</strong><br />
Orang itu bukan teman dan bukan juga kenalan, jadi tolong jangan salah paham</p>
<blockquote class="smallDict"><p>
あの (ano): itu<br />
人 (hito): orang<br />
友達 (tomodachi): teman<br />
知り合い (shiriai): kenalan<br />
誤解 (gokai): salah paham
</p></blockquote>
<p>Kali ini asal kalimatnya adalah: <strong>tomodachi de wa nai. shiriai de wa nai.</strong> (<strong>de wa nai = ja nai</strong>)</p>
<p>Contoh berikut diambil dari novel visual <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Air_%28anime%29">Air</a>. Bentuk asal kalimatnya sama dengan contoh terakhir di atas:</p>
<p class="sample">いや、錯覚ではない。何か、音がする。この世のものならざる音。足音でもなければ、声でもない。<br />
<strong class="exampleRomaji">iya, sakkaku de wa nai. nanika, oto ga suru. kono yo no mono narazaru oto. ashioto de mo nakereba, koe de mo nai.</strong><br />
Tidak, ini bukan imajinasiku. Aku mendengar sesuatu. Suara yang tidak mungkin berasal dari dunia ini. Bukan suara langkah kaki, bukan pula suara orang.</p>
<blockquote class="smallDict"><p>
いや (iya): tidak, bukan<br />
錯覚 (sakkaku): ilusi, imajinasi<br />
何か (nanika): sesuatu<br />
音 (oto): suara<br />
この (kono): ini<br />
世 (yo): dunia<br />
もの (mono): benda<br />
なる (naru):<br />
足音 (ashioto): suara langkah kaki<br />
声 (koe): suara orang
</p></blockquote>
<p>Perhatikan bahwa <strong>oto ga suru</strong> artinya adalah sesuatu mengeluarkan suara. Lalu <strong>naru</strong> di sini adalah verba klasik yang secara praktis bisa menggabungkan dua nomina (beda dengan <strong>naru</strong> yang artinya &#8220;menjadi&#8221;). Contohnya <strong>sei</strong> (聖) berarti suci, sehingga <strong>sei-naru sensou</strong> berarti perang suci. <strong>narazaru</strong> adalah bentuk negatif klasiknya (= <strong>naranai</strong>), jadi sebagai contoh <strong>sei-narazaru sensou</strong> berarti perang yang tidak suci.</p>
<p>Contoh terakhir adalah dari dorama <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Honey_and_Clover">Honey and Clover</a>. Silahkan dengarkan audionya:</p>
<p><a href='http://www.yumeko.web.id/wp-content/uploads/2009/10/honey_and_clover_toma_ikuta.jpg'><img src="http://www.yumeko.web.id/wp-content/uploads/2009/10/honey_and_clover_toma_ikuta-300x194.jpg" alt="Honey and Clover" title="Honey and Clover" width="300" height="194" class="alignnone size-medium wp-image-441" /></a></p>
<p><small>Download: <a href="http://www.yumeko.web.id/wp-content/uploads/2009/10/honey_and_clover_96.mp3">honey_and_clover_96.mp3</a> (203 KB)</small></p>
<p class="sample">お金がない学生にとって、夏休みとは、ただじっと過ぎ去るのを待つ日々でしかない。〔「あ～、あっち～」〕遊ぶお金もなければ、実家にも帰らない。<br />
<strong class="exampleRomaji">okane ga nai gakusei ni totte, natsuyasumi to wa, tada jitto sugisaru no o matsu hibi de shika nai. ["aa, acchii"] asobu okane mo nakereba, jikka ni mo kaeranai.</strong><br />
Bagi mahasiswa yang tidak punya uang, liburan musim panas tidak lain dan tidak bukan hanyalah hari-hari menunggu dengan sabar berlalunya waktu. ["Ah... Panaaas!"] Mereka tidak punya uang untuk bersenang-senang, dan tidak pula pulang ke rumahnya.</p>
<blockquote class="smallDict"><p>
お金 (okane): uang<br />
ある (aru): ada (benda mati dan tumbuhan)<br />
学生 (gakusei): murid<br />
にとって (ni totte): bagi<br />
夏休み (natsuyasumi): liburan musim panas<br />
とは (to wa): menandakan hal yang ingin didefinisikan<br />
ただ (tada): hanya<br />
じっと (jitto): dengan sabar, tanpa gerakan, terfokus<br />
過ぎ去る (sugisaru): lewat<br />
待つ (matsu): menunggu<br />
日々 (hibi): hari-hari<br />
あっちい (acchii): panas (atsui)<br />
遊ぶ (asobu): bermain<br />
実家 (jikka): rumah orang tua<br />
帰る (kaeru): pulang, kembali
</p></blockquote>
<div style="text-align: right; font-size: 80%;">Sampingan: <a href="http://www.yumeko.web.id/2009/04/23/berbicara-tentang-panas/">Mengenai kata acchii</a></div>
<p>Asal kalimatnya? Kali ini: <strong>asobu okane wa nai. jikka ni wa kaeranai.</strong></p>
<p>Pola yang kita pelajari di sini sebenarnya juga bisa digunakan untuk menggabungkan dua kalimat positif, namun itu akan dibahas di lain waktu.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.yumeko.web.id/2009/10/04/menggunakan-pengandaian-ba-untuk-menggabung-dua-kalimat-negatif-mo-nakereba-mo-nai/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
<enclosure url="http://www.yumeko.web.id/wp-content/uploads/2009/10/honey_and_clover_96.mp3" length="207044" type="audio/mpeg" />
		</item>
		<item>
		<title>Akhiran buri pada lama waktu</title>
		<link>http://www.yumeko.web.id/2009/03/24/akhiran-buri-pada-lama-waktu/</link>
		<comments>http://www.yumeko.web.id/2009/03/24/akhiran-buri-pada-lama-waktu/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 24 Mar 2009 11:20:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Agro Rachmatullah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Menengah]]></category>
		<category><![CDATA[buri]]></category>
		<category><![CDATA[JLPT1]]></category>
		<category><![CDATA[kan]]></category>
		<category><![CDATA[Morning Musume]]></category>
		<category><![CDATA[penghitung]]></category>
		<category><![CDATA[waktu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.yumeko.web.id/?p=287</guid>
		<description><![CDATA[Untuk menyatakan bahwa waktu yang panjang telah berlalu sejak sesuatu terakhir dilakukan, kita bisa menempelkan akhiran buri (振り). Akhiran ini ditempelkan ke lama waktu misalnya sankagetsu (3 bulan) dan juu-nen (10 tahun). Sebagai contoh sankagetsu buri berarti &#8220;setelah 3 bulan&#8221;.
Inilah beberapa contohnya:
２年ぶりにおばあさんの墓参りに行った
ni-nen buri ni obaasan no hakamairi ni itta
Aku berkunjung lagi ke makam nenek setelah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Untuk menyatakan bahwa waktu yang panjang telah berlalu sejak sesuatu terakhir dilakukan, kita bisa menempelkan akhiran <strong>buri</strong> (振り). Akhiran ini ditempelkan ke lama waktu misalnya <strong>sankagetsu</strong> (3 bulan) dan <strong>juu-nen</strong> (10 tahun). Sebagai contoh <strong>sankagetsu buri</strong> berarti &#8220;setelah 3 bulan&#8221;.</p>
<p>Inilah beberapa contohnya:</p>
<div class="sample">２年ぶりにおばあさんの墓参りに行った<br />
<strong>ni-nen buri ni obaasan no hakamairi ni itta</strong><br />
Aku berkunjung lagi ke makam nenek setelah 2 tahun lamanya</div>
<blockquote class="smallDict"><p>
2 (ni): dua<br />
年 (nen): tahun<br />
おばあさん (obaasan): nenek<br />
墓参り (hakamairi): kunjungan ke makam<br />
行く (iku): pergi
</p></blockquote>
<p><span id="more-287"></span></p>
<p><strong>buri</strong> di sini memberi nuansa bahwa saat mengunjungi makam neneknya lagi si penulis seakan-akan berkata &#8220;Wah, ternyata sudah selama ini ya&#8230;&#8221; Perhatikan juga bahwa <strong>buri</strong> umumnya ditulis dengan hiragana.</p>
<p>Inilah contoh lainnya lagi:</p>
<div class="sample">１０年ぶりにインドネシアに帰りました<br />
<strong>juu-nen buri ni indonesia ni kaerimashita</strong><br />
Aku pulang lagi ke Indonesia setelah 10 tahun lamanya</div>
<blockquote class="smallDict"><p>
10 (juu): sepuluh<br />
年 (nen): tahun<br />
インドネシア (indoneshia): Indonesia<br />
帰る (kaeru): pulang, kembali
</p></blockquote>
<p>Selain partikel <strong>ni</strong>, <a href="http://www.yumeko.web.id/2008/07/18/tutorial-watarasebashi-13-latihan-partikel-konteks-de-で/">partikel konteks <strong>de</strong></a> juga bisa digunakan seperti pada contoh di bawah:</p>
<div class="sample">私は５年ぶりで彼に会った<br />
<strong>watashi wa go-nen buri de kare ni atta</strong><br />
Aku bertemu dengannya lagi setelah 5 tahun berlalu</div>
<blockquote class="smallDict"><p>
私 (watashi): saya<br />
5 (go): lima<br />
年 (nen): tahun<br />
彼 (kare): dia (laki-laki)<br />
会う (au): bertemu
</p></blockquote>
<p>Lama waktu yang diikuti <strong>buri</strong> juga bisa memodifikasi nomina dengan partikel <strong>no</strong>:</p>
<div class="sample">１０年ぶりの同窓会 <sup>[Koi wa Hassou DO THE HUSTLE!: <a href="http://www.imeem.com/people/5RodgA/music/EcOMjcEV/morning-musume-koi-wa-hassou-do-the-hustle/">♪</a> | <a href="http://www.projecthello.com/momusu/hassou.html">詞</a>]</sup><br />
<strong>juu-nen buri no dousoukai</strong><br />
Reuni kelas yang diadakan setelah 10 tahun (sejak pertemuan yang terakhir)</div>
<blockquote class="smallDict"><p>
10 (juu): sepuluh<br />
年 (nen): tahun<br />
同窓会 (dousoukai): reuni kelas
</p></blockquote>
<p>Kata tanya seperti <strong>nani</strong> pun bisa digunakan:</p>
<div class="sample">家族みんなでピクニックに行ったのは何年ぶりだろう<br />
<strong>kazoku minna de pikunikku ni itta no wa nan-nen buri darou</strong><br />
Sudah berapa tahun ya sejak terakhir kita sekeluarga pergi piknik seperti ini?<br />
(= Sudah lama ya kita sekeluarga tidak piknik seperti ini)</div>
<blockquote class="smallDict"><p>
家族 (kazoku): keluarga<br />
みんな (minna): semua<br />
ピクニック (pikunikku): piknik<br />
行く (iku): pergi<br />
何年 (nannen): berapa tahun
</p></blockquote>
<p>Poin penting yang perlu diperhatikan mengenai <strong>buri</strong> adalah bahwa kata tersebut hanya bisa digunakan untuk hal yang sudah terjadi kembali, atau untuk hal yang akan terjadi kembali. Jadi pada kalimat &#8220;kemarin saya bertemu dia setelah 5 tahun lamanya&#8221; atau &#8220;minggu depan akan ada reuni setelah 5 tahun lamanya&#8221; <strong>buri</strong> bisa digunakan. Namun pada kalimat seperti &#8220;Saya sudah 5 tahun tidak mendengar kabarnya&#8221; <strong>buri</strong> tidak bisa digunakan.</p>
<p>Perhatikan beda dua contoh ini:</p>
<div class="sample">彼は５年ぶりに便りをよこした<br />
<strong>kare wa go-nen buri ni tayori o yokoshita</strong><br />
Dia mengabariku lagi setelah 5 tahun lamanya<br />
(hal yang sudah lama tidak terjadi akhirnya terjadi lagi)</div>
<blockquote class="smallDict"><p>
彼 (kare): dia (laki-laki)<br />
5 (go): lima<br />
年 (nen): tahun<br />
便り (tayori): berita/kabar<br />
よこす (yokosu): mengirim
</p></blockquote>
<div class="sample">この５年間彼から便りがない<br />
<strong>kono go-nen kan kare kara tayori ga nai</strong><br />
Selama 5 tahun ini tidak ada kabar dari dia<br />
(hal tersebut belum terjadi lagi)</div>
<blockquote class="smallDict"><p>
この (kono): ini<br />
5 (go): lima<br />
年 (nen): tahun<br />
間 (kan): menyatakan lama waktu (selama)<br />
彼 (kare): dia (laki-laki)<br />
から (kara): dari<br />
便り (tayori): berita/kabar<br />
ない (nai): tidak ada
</p></blockquote>
<p>Di contoh terakhir, yang digunakan adalah penunjuk lama waktu umum <strong>kan</strong>, bukannya <strong>buri</strong>.</p>
<p>Untuk menutup bagian ini, diberikan beberapa tabel lama waktu yang bisa kamu pasangi <strong>buri</strong>:</p>
<table style="text-align: center;" border="1" cellspacing="0">
<tr>
<td><strong>Kanji</strong></td>
<td><strong>Kana</strong></td>
<td><strong>Romaji</strong></td>
<td><strong>Arti</strong></td>
</tr>
<tr>
<td>一ヶ月</td>
<td>いっかげつ</td>
<td>ikkagetsu</td>
<td>1 bulan</td>
</tr>
<tr>
<td>二ヶ月</td>
<td>にかげつ</td>
<td>nikagetsu</td>
<td>2 bulan</td>
</tr>
<tr>
<td>三ヶ月</td>
<td>さんかげつ</td>
<td>sankagetsu</td>
<td>3 bulan</td>
</tr>
<tr>
<td>四ヶ月</td>
<td>よんかげつ</td>
<td>yonkagetsu</td>
<td>4 bulan</td>
</tr>
<tr>
<td>五ヶ月</td>
<td>ごかげつ</td>
<td>gokagetsu</td>
<td>5 bulan</td>
</tr>
<tr>
<td>六ヶ月</td>
<td>ろっかげつ</td>
<td>rokkagetsu</td>
<td>6 bulan</td>
</tr>
<tr>
<td>七ヶ月</td>
<td>ななかげつ</td>
<td>nanakagetsu</td>
<td>7 bulan</td>
</tr>
<tr>
<td>八ヶ月</td>
<td>はちかげつ</td>
<td>hachikagetsu</td>
<td>8 bulan</td>
</tr>
<tr>
<td>九ヶ月</td>
<td>きゅうかげつ</td>
<td>kyuukagetsu</td>
<td>9 bulan</td>
</tr>
<tr>
<td>十ヶ月</td>
<td>じゅっかげつ</td>
<td>jukkagetsu</td>
<td>10 bulan</td>
</tr>
</table>
<p></p>
<table style="text-align: center;" border="1" cellspacing="0">
<tr>
<td><strong>Kanji</strong></td>
<td><strong>Kana</strong></td>
<td><strong>Romaji</strong></td>
<td><strong>Arti</strong></td>
</tr>
<tr>
<td>一年</td>
<td>いちねん</td>
<td>ichinen</td>
<td>1 tahun</td>
</tr>
<tr>
<td>二年</td>
<td>にねん</td>
<td>ninen</td>
<td>2 tahun</td>
</tr>
<tr>
<td>三年</td>
<td>さんねん</td>
<td>sannen</td>
<td>3 tahun</td>
</tr>
<tr>
<td>四年</td>
<td>よねん</td>
<td>yonen</td>
<td>4 tahun</td>
</tr>
<tr>
<td>五年</td>
<td>ごねん</td>
<td>gonen</td>
<td>5 tahun</td>
</tr>
<tr>
<td>六年</td>
<td>ろくねん</td>
<td>rokunen</td>
<td>6 tahun</td>
</tr>
<tr>
<td>七年</td>
<td>ななねん</td>
<td>nananen</td>
<td>7 tahun</td>
</tr>
<tr>
<td>八年</td>
<td>はちねん</td>
<td>hachinen</td>
<td>8 tahun</td>
</tr>
<tr>
<td>九年</td>
<td>きゅうねん</td>
<td>kyuunen</td>
<td>9 tahun</td>
</tr>
<tr>
<td>十年</td>
<td>じゅうねん</td>
<td>juunen</td>
<td>10 tahun</td>
</tr>
</table>
<p>Tetunya penulisan kanjinya bisa menggunakan angka romawi, misalnya ６ヵ月 dan ２年. Lalu, 8 bulan bisa juga dibaca <strong>hakkagetsu</strong> dan 10 bulan juga bisa dibaca <strong>jikkagetsu</strong>.</p>
<p>Terakhir, satuan waktu lain seperti hari dan minggu juga tentunya bisa digunakan dengan <strong>buri</strong> selama penulisnya menganggap bahwa itu waktu yang lama untuknya. Contohnya adalah <strong>mikka buri no inshu</strong> (minum sake lagi setelah tiga hari).</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.yumeko.web.id/2009/03/24/akhiran-buri-pada-lama-waktu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

