
<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Yumeko &#187; visual novel</title>
	<atom:link href="http://www.yumeko.web.id/tag/visual-novel/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.yumeko.web.id</link>
	<description>Belajar budaya dan bahasa Jepang bersama</description>
	<lastBuildDate>Tue, 16 Mar 2010 08:00:12 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Japanese in Anime and Manga: Memperdalam bahasa Jepang lewat media populer</title>
		<link>http://www.yumeko.web.id/2010/02/07/japanese-in-anime-and-manga-memperdalam-bahasa-jepang-lewat-media-populer/</link>
		<comments>http://www.yumeko.web.id/2010/02/07/japanese-in-anime-and-manga-memperdalam-bahasa-jepang-lewat-media-populer/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 07 Feb 2010 11:32:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Agro Rachmatullah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Situs menarik]]></category>
		<category><![CDATA[air]]></category>
		<category><![CDATA[anime]]></category>
		<category><![CDATA[dorama]]></category>
		<category><![CDATA[edo]]></category>
		<category><![CDATA[heian]]></category>
		<category><![CDATA[jin]]></category>
		<category><![CDATA[manga]]></category>
		<category><![CDATA[media]]></category>
		<category><![CDATA[meiji]]></category>
		<category><![CDATA[oiran]]></category>
		<category><![CDATA[samurai x]]></category>
		<category><![CDATA[visual novel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.yumeko.web.id/?p=642</guid>
		<description><![CDATA[
Bahasa Jepang adalah bahasa yang sangat berwarna. Terdapat berbagai cara untuk mengungkapkan hal yang pada dasarnya sama, dan ini dipengaruhi oleh faktor seperti hubungan antara pembicara, umur pembicara, dan latar belakang atau sifat pembicara.
Sebagai contoh, untuk meminta atau membuat orang lain agar makan, kita bisa menggunakan berbagai cara berikut dengan nuansa yang sangat berbeda (semuanya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://www.yumeko.web.id/wp-content/uploads/2010/02/anime_manga.jpg" alt="Japanese in Anime &amp; Manga" title="Japanese in Anime &amp; Manga" width="303" height="287" class="alignnone size-full wp-image-647" /></p>
<p>Bahasa Jepang adalah bahasa yang sangat berwarna. Terdapat berbagai cara untuk mengungkapkan hal yang pada dasarnya sama, dan ini dipengaruhi oleh faktor seperti hubungan antara pembicara, umur pembicara, dan latar belakang atau sifat pembicara.</p>
<p>Sebagai contoh, untuk meminta atau membuat orang lain agar makan, kita bisa menggunakan berbagai cara berikut dengan nuansa yang sangat berbeda (semuanya menggunakan kata dasar <strong>taberu</strong> yang berarti &#8220;makan&#8221;):</p>
<ul>
<li><strong><a href="http://tutorial.yumeko.web.id/requests.html">tabete kudasai</a></strong>: &#8220;Silahkan makan&#8221;. Ini cara membuat permintaan sopan. Aman untuk digunakan di segala situasi, misalnya mempersilahkan tamu makan.</li>
<li><strong><a href="http://tutorial.yumeko.web.id/requests.html">tabete</a></strong>: Sama seperti di atas tapi terdengar lebih santai. Digunakan misalnya antar teman.</li>
<li><strong><a href="http://tutorial.yumeko.web.id/requests.html">tabenasai</a></strong>: Permintaan yang cukup tegas namun sopan. Bisa digunakan misalnya oleh ibu kepada anaknya yang rewel tidak mau makan.</li>
<li><strong>tabete itadakemasen ka?</strong>: Permintaan yang sangat sopan, dengan nuansa bahwa kita merendahkan diri. Seakan-akan mengatakan &#8220;Mungkin makanannya tidak enak, tapi akankah kamu berbaik hati memakannya?&#8221;</li>
<li><strong><a href="http://www.yumeko.web.id/2009/11/14/bentuk-perintah-pada-bahasa-jepang/">tabero!</a></strong>: &#8220;Makan!!!&#8221; Ini bentuk perintah kasar. Bayangkan kamu memaksa lawan bicaramu makan sambil menodongkan pistol.</li>
</ul>
<p>Tentunya masih banyak cara lainnya, dan lingkup penggunaan contoh di atas tidaklah saklek. Sebagai contoh, &#8220;<strong>tabete</strong>&#8221; dan &#8220;<strong>tabenasai</strong>&#8221; bisa juga digunakan kepada tamu (masing-masing dengan kesan santai dan agak tegas dalam artian baik).</p>
<p><span id="more-642"></span></p>
<p>Di sini, media seperti anime, dorama, dan manga merupakan cara yang hebat untuk menemui beragam bentuk bahasa Jepang. Dengan berbagai setting dan tokoh yang berbeda, kamu akan terbiasa mendengar bermacam gaya bahasa dan perlahan-lahan mengerti kapan harus menggunakan yang mana. Sebagai orang asing, ini mungkin bisa jadi wahana pencarian jati diri juga: Dengan bahasa Jepang seperti apa aku ingin berbicara? &#8220;<strong>ore no hanashikata, monku aru?!?</strong>&#8221; (Lu ada masalah ama gaya bicara gue?!?)</p>
<p><a href="http://www.yumeko.web.id/wp-content/uploads/2010/02/gozansu.jpg"><img src="http://www.yumeko.web.id/wp-content/uploads/2010/02/gozansu-300x168.jpg" alt="Arigatou gozansu" title="Arigatou gozansu" width="300" height="168" class="alignnone size-medium wp-image-652" /></a><br />
<span style="font-size: 80%">&#8220;<strong>Arigatou gozansu</strong>&#8220;. Ha? Apa? (dari dorama Jin)</span></p>
<p>Tidak hanya variasi bahasa mulai dari cara bicara anak-anak sampai yakuza yang bisa ditemui di zaman modern, pada anime <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Samurai_X">Samurai X</a> kamu bisa menjumpai gaya bahasa samurai zaman Meiji, pada dorama <a href="http://wiki.d-addicts.com/Jin">Jin</a> kamu bisa melihat bagaimana para <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Oiran">Oiran</a> zaman Edo menggunakan akhiran <strong><a href="http://ja.wikipedia.org/wiki/%E5%BB%93%E8%A9%9E">-arinsu</a></strong>, dan pada anime atau game <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Air_(anime)">Air</a> kamu bisa mencicipi bahasa Jepang zaman Heian yang jauh lebih tua lagi.</p>
<p><a href="http://www.yumeko.web.id/wp-content/uploads/2010/02/suru_ga_yoi.jpg"><img src="http://www.yumeko.web.id/wp-content/uploads/2010/02/suru_ga_yoi-300x154.jpg" alt="suru ga yoi - bahasa Jepang zaman Heian" title="suru ga yoi - bahasa Jepang zaman Heian" width="300" height="154" class="alignnone size-medium wp-image-654" /></a><br />
<span style="font-size: 80%">&#8220;<strong>Ryuuya-dono mo tamesu ga yoi</strong>&#8220;. (Ayo cicip, Tuan Ryuuya) (dari anime Air)</span></p>
<p>Menyadari efektifnya media-media tersebut untuk membuka wawasan bahasa Jepang, Japan Foundation mengembangkan situs <a href="http://anime-manga.jp">Japanese in Anime &#038; Manga</a>. Di situ, terdapat modul-modul interaktif untuk mempelajari bahasa-bahasa yang muncul di media-media tersebut. Sebagai contoh, di modul &#8220;Character expression&#8221; kamu bisa mendengar dan membandingkan bagaimana 8 karakter berbeda mengungkapkan hal untuk situasi yang sama. Tentu fokusnya lebih ke arah ragam bahasa modern, jadi jangan harap bahasa zaman Heian muncul di situs tersebut.</p>
<p><a href="http://www.yumeko.web.id/wp-content/uploads/2010/02/character_expression.jpg"><img src="http://www.yumeko.web.id/wp-content/uploads/2010/02/character_expression-300x200.jpg" alt="Ekspresi karakter anime" title="Ekspresi karakter anime" width="300" height="200" class="alignnone size-medium wp-image-649" /></a></p>
<p>Terdapat mode kanji, kana, dan romaji untuk tulisan Jepangnya yang bisa diubah lewat tombol kanan atas. Setelah mempelajarinya, terdapat juga mode kuis untuk menguji pemahaman kalian.</p>
<p>Untuk modul &#8220;Love Word Quiz&#8221;, kalian menebak arti dari kata-kata bahasa Jepang. Selain itu, kalian juga bisa melihat contoh penggunaan kata tersebut di manga (dengan terjemahan Inggrisnya) dan juga melihat halaman manga aslinya!</p>
<p><a href="http://www.yumeko.web.id/wp-content/uploads/2010/02/love_word.jpg"><img src="http://www.yumeko.web.id/wp-content/uploads/2010/02/love_word-300x178.jpg" alt="Love word quiz" title="Love word quiz" width="300" height="178" class="alignnone size-medium wp-image-650" /></a></p>
<p>Karena situs ini baru dibuka, modul yang tersedia baru sedikit. Namun mereka berencana untuk membuat modul-modul tambahan, jadi sementara menikmati modul yang saat ini sudah ada, ke depannya situs ini akan semakin berguna.</p>
<p>Kunjungi situsnya di <a href="http://anime-manga.jp">http://anime-manga.jp</a> dan selamat bersenang-senang. Namun tentunya yang paling utama adalah menikmati media aslinya, jadi jangan lupa banyak-banyaklah menonton anime, film, maupun dorama (berani tanpa sub?) dan membaca manga (yang belum diterjemahkan)!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.yumeko.web.id/2010/02/07/japanese-in-anime-and-manga-memperdalam-bahasa-jepang-lewat-media-populer/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>34</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>A to ii B to ii (baik A dan juga B)</title>
		<link>http://www.yumeko.web.id/2010/01/04/a-to-ii-b-to-ii-baik-a-dan-juga-b/</link>
		<comments>http://www.yumeko.web.id/2010/01/04/a-to-ii-b-to-ii-baik-a-dan-juga-b/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 04 Jan 2010 11:05:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Agro Rachmatullah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Menengah]]></category>
		<category><![CDATA[air]]></category>
		<category><![CDATA[jplt1]]></category>
		<category><![CDATA[visual novel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.yumeko.web.id/?p=519</guid>
		<description><![CDATA[Untuk mengatakan bahwa dua hal sama-sama bersifat sesuatu, cara yang paling umum adalah menggunakan partikel mo (juga).
色もデザインも素敵
iro mo dezain mo suteki
Baik warna maupun desainnya indah

色 (iro): warna
デザイン (dezain): desain, rancangan, pola
素敵 (suteki): indah

Pada penggunaan seperti ini, sebagai alternatifnya kamu bisa juga menggunakan to ii. Ini berasal dari to iu (と言う) yang gunanya untuk mengutip benda [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Untuk mengatakan bahwa dua hal sama-sama bersifat sesuatu, cara yang paling umum adalah menggunakan partikel <strong>mo</strong> (juga).</p>
<p class="sample">色もデザインも素敵<br />
<strong class="exampleRomaji">iro mo dezain mo suteki</strong><br />
Baik warna maupun desainnya indah</p>
<blockquote class="smallDict"><p>
色 (iro): warna<br />
デザイン (dezain): desain, rancangan, pola<br />
素敵 (suteki): indah
</p></blockquote>
<p>Pada penggunaan seperti ini, sebagai alternatifnya kamu bisa juga menggunakan <strong>to ii</strong>. Ini berasal dari <strong>to iu</strong> (と言う) yang gunanya untuk mengutip benda atau hal yang dimaksud. Jadi arti literalnya mungkin semacam &#8220;Mau ngomongin A kek, mau ngomongin B kek, &#8230; (kesemuanya sama)&#8221;. Lihat contoh berikut:</p>
<p class="sample">色といいデザインといい素敵<br />
<strong class="exampleRomaji">iro to ii dezain to ii suteki</strong><br />
Baik warna maupun desainnya indah</p>
<blockquote class="smallDict"><p>
色 (iro): warna<br />
デザイン (dezain): desain, rancangan, pola<br />
素敵 (suteki): indah
</p></blockquote>
<p><strong>to ii</strong> terdengar lebih kuat dibandingkan dengan <strong>mo</strong>. Karena tata bahasanya sendiri sangat mudah, postingan kali ini cukup diakhiri dengan contoh-contoh lain agar semakin mengerti:</p>
<p><span id="more-519"></span></p>
<p class="sample">顔といい性格といい、彼女に悪いとこはない<br />
<strong class="exampleRomaji">kao to ii seikaku to ii, kanojo ni warui toko wa nai</strong><br />
Tidak ada kekurangan baik pada wajah maupun perilakunya</p>
<blockquote class="smallDict"><p>
顔 (kao): wajah<br />
性格 (seikaku): perilaku<br />
彼女 (kanojo): dia (perempuan)<br />
悪い (warui): buruk<br />
とこ (toko): aspek<br />
ない (nai): tidak ada
</p></blockquote>
<p>Pada contoh di atas, <strong>toko</strong> adalah singkatan dari <strong>tokoro</strong>. Arti dasarnya adalah &#8220;tempat&#8221;, namun kata tersebut bisa juga menunjuk waktu atau aspek abstrak seperti pada contoh di atas.</p>
<p class="sample">味といい、香りといい、また姿といい、アユは川魚の中でも一番だよ<br />
<strong class="exampleRomaji">aji to ii, kaori to ii, mata sugata to ii, ayu wa kawauo no naka de mo ichiban da yo</strong><br />
Baik dari segi rasa, aroma, dan juga bentuk, ikan ayu adalah yang terbaik di antara ikan air tawar</p>
<blockquote class="smallDict"><p>
味 (aji): rasa<br />
香り (kaori): wangi, aroma<br />
また (mata): dan, juga<br />
姿 (sugata): bentuk, penampilan<br />
アユ (ayu): nama ikan<br />
川魚 (kawauo): ikan air tawar, ikan sungai<br />
中 (naka): dalam<br />
一番 (ichiban): terbaik, nomor satu
</p></blockquote>
<p>Pada contoh di atas, bisa dilihat bahwa pola <strong>to ii</strong> bisa juga digunakan untuk lebih dari dua benda.</p>
<p>Contoh terakhir diambil dari cerita <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Air_(anime)">Air</a>.</p>
<p class="sample">二人のそばに近寄ると、神奈の顔色が悪かった。頬といい額といい、汗が滝のように出ている。<br />
<strong class="exampleRomaji">futari no soba ni chikayoru to, kanna no kaoiro ga warukatta. hoo to ii hitai to ii, ase ga taki no you ni dete iru.</strong><br />
Saat aku mendekati mereka, wajah Kanna terlihat pucat. Keringat mengalir bagai air terjun baik di pipi maupun dahinya.</p>
<blockquote class="smallDict"><p>
二人 (futari): dua orang<br />
そば (soba): sisi, sebelah<br />
近寄る (chikayoru): mendekat<br />
神奈 (kanna): Kanna (nama orang)<br />
顔色 (kaoiro): rona muka, air muka<br />
悪い (warui): buruk<br />
頬 (hoo): pipi<br />
額 (hitai): dahi<br />
汗 (ase): keringat<br />
滝 (taki): air terjun<br />
のように (no you ni): bagai<br />
出る (deru): keluar
</p></blockquote>
<p>Mungkin kelihatannya ini tata bahasa tingkat tinggi, tapi teman Jepang saya pernah menggunakannya saat ngobrol dengan saya! Katanya, &#8220;<strong>A-san to ii, B-san to ii, minna hen na hito da yo ne?</strong>&#8221; (Baik A-san maupun B-san, semuanya orang aneh ya?). Jadi ingat baik-baik, karena pasti berguna juga buatmu suatu saat!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.yumeko.web.id/2010/01/04/a-to-ii-b-to-ii-baik-a-dan-juga-b/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bentuk Perintah pada Bahasa Jepang</title>
		<link>http://www.yumeko.web.id/2009/11/14/bentuk-perintah-pada-bahasa-jepang/</link>
		<comments>http://www.yumeko.web.id/2009/11/14/bentuk-perintah-pada-bahasa-jepang/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 14 Nov 2009 16:50:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Agro Rachmatullah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Menengah]]></category>
		<category><![CDATA[after story]]></category>
		<category><![CDATA[audio]]></category>
		<category><![CDATA[clannad]]></category>
		<category><![CDATA[Detroit Metal City]]></category>
		<category><![CDATA[DMC]]></category>
		<category><![CDATA[Okazaki Naoyuki]]></category>
		<category><![CDATA[Okazaki Tomoya]]></category>
		<category><![CDATA[Okazaki Ushio]]></category>
		<category><![CDATA[visual novel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.yumeko.web.id/?p=461</guid>
		<description><![CDATA[
Sini!
Pada bahasa Indonesia, banyak bentuk kamus verba yang sudah langsung merupakan bentuk perintah. Contohnya adalah &#8220;Makan!&#8221;, &#8220;Baca!&#8221;, dan &#8220;Pergi!&#8221; Di bahasa Jepang, kita tentunya juga bisa memberikan perintah. Namun kita perlu mengubah verbanya menjadi bentuk perintah terlebih dahulu. Aturannya merupakan salah satu yang tergampang di bahasa Jepang, jadi kamu bisa dengan mudah bersenang-senang (atau mendapat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center"><img src="http://www.yumeko.web.id/wp-content/uploads/2009/11/ke_sini.jpg" alt="Ke sini!" title="Ke sini!" width="400" height="268" class="alignnone size-full wp-image-493" /><br />
<span style="font-size: 80%">Sini!</span></p>
<p>Pada bahasa Indonesia, banyak bentuk kamus verba yang sudah langsung merupakan bentuk perintah. Contohnya adalah &#8220;Makan!&#8221;, &#8220;Baca!&#8221;, dan &#8220;Pergi!&#8221; Di bahasa Jepang, kita tentunya juga bisa memberikan perintah. Namun kita perlu mengubah verbanya menjadi bentuk perintah terlebih dahulu. Aturannya merupakan salah satu yang tergampang di bahasa Jepang, jadi kamu bisa dengan mudah bersenang-senang (atau mendapat masalah).</p>
<p>Sebelumnya, ingatlah bahwa ini adalah bahasa yang sangat kasar sehingga seharusnya kamu tidak akan sering memerlukannya. Untuk meminta orang melakukan sesuatu, banyak pilihan sopan lain yang tersedia misalnya menggunakan <strong>-te kudasai</strong>.</p>
<p>Hanya saja, bentuk perintah sangat sering muncul di media seperti dorama, anime, dan manga sehingga kamu perlu mengetahuinya. Saat kamu menemui bentuk ini, perhatikan baik-baik konteksnya. Contohnya adalah dua orang yang sedang bertarung dan meneriakkan &#8220;<strong>shine!</strong>&#8221; (Mati sana!). Dalam hal ini, karena mereka memang berniat saling menghabisi tentunya tidak perlu bersopan-sopan.</p>
<p><span id="more-461"></span></p>
<h3>Bentuk perintah positif</h3>
<p>Untuk melakukan konjugasinya, kamu harus bisa <a href="http://tutorial.yumeko.web.id/verbs.html">membedakan antara verba-ru dan verba-u</a>. Setelahnya ikuti aturan berikut:</p>
<div style="border: 2px solid black; padding: 10px; background-color: rgb(238, 255, 238);">
<strong>Cara membuat bentuk perintah</strong></p>
<ol>
<li><strong>Verba-ru</strong>: Ganti <strong>ru</strong> dengan <strong>ro</strong>.<br />
<strong>tabe<strike>ru</strike></strong> → <strong>tabe<u>ro</u></strong> (makan!)<br />
<strong>oki<strike>ru</strike></strong> → <strong>oki<u>ro</u></strong> (bangun!)<br />
<strong>tsuzuke<strike>ru</strike></strong> → <strong>tsuzuke<u>ro</u></strong> (lanjutkan!/terus!)</li>
<li><strong>Verba-u</strong>: Ganti suara u di akhir dengan suara e.<br />
<strong>i<strike>ku</strike></strong> → <strong>i<u>ke</u></strong> (pergi!)<br />
<strong>no<strike>mu</strike></strong> → <strong>no<u>me</u></strong> (minum!)<br />
<strong>kae<strike>ru</strike></strong> → <strong>kae<u>re</u></strong> (pulang!)<br />
<strong>hashi<strike>ru</strike></strong> → <strong>hashi<u>re</u></strong> (lari!)<br />
<strong>ganba<strike>ru</strike></strong> → <strong>ganba<u>re</u></strong> (berusahalah!)<br />
<strong>shi<strike>nu</strike></strong> → <strong>shi<u>ne</u></strong> (mati!)</li>
<li><strong>Perkecualian</strong>: <strong>suru</strong> menjadi <strong>shiro</strong> (lakukan!), <strong>kuru</strong> menjadi <strong>koi</strong> (datang!), dan <strong>kureru</strong> menjadi <strong>kure</strong> (berikan!)</li>
</ol>
</div>
<h3>Bentuk perintah negatif</h3>
<p>Untuk membuat bentuk perintah negatif, kita tinggal menempelkan <strong>na</strong> di belakang verbanya. Aturan sederhana ini berlaku untuk semua verba. Perhatikan juga bahwa ada akhiran kalimat <strong>na</strong> yang menyatakan emosi, namun ini berbeda dengan <strong>na</strong> yang dipelajari di sini (bisa diketahui dari konteks dan intonasinya).</p>
<div style="border: 2px solid black; padding: 10px; background-color: rgb(238, 255, 238);">
<strong>Cara membuat bentuk perintah negatif</strong><br />
Tambahkan <strong>na</strong> ke akhir verba. Contoh:</p>
<ul>
<li><strong>taberu</strong> → <strong>taberu <u>na</u></strong> (jangan makan!)</li>
<li><strong>iu</strong> → <strong>iu <u>na</u></strong> (jangan mengatakan!)</li>
<li><strong>shinu</strong> → <strong>shinu <u>na</u></strong> (jangan mati!)</li>
<li><strong>suru</strong> → <strong>suru <u>na</u></strong> (jangan melakukan!)</li>
</ul>
</div>
<p>Perhatikan bahwa <strong>suru na</strong> bisa disingkat menjadi <strong>sun na</strong>.</p>
<h3>Contoh</h3>
<p>Di bagian ini akan diberikan beberapa contoh penggunaan bentuk perintah. Semuanya diambil dari anime <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Clannad_(anime)">CLANNAD AFTER STORY</a>.</p>
<p><small>Download: <a href="http://www.yumeko.web.id/wp-content/uploads/2009/11/kue.mp3">kue.mp3</a> (175 KB)</small></p>
<div class="sample">朋也：ほら、<u>食え</u>。<br />
汐：わあ。<br />
朋也：どうした、独りで食べられるだろう。<br />
汐：いただきます。</p>
<p><strong>tomoya: hora, <u>kue</u>.<br />
ushio: waa.<br />
tomoya: doushita, hitori de taberareru darou.<br />
ushio: itadakimasu.<br />
</strong><br />
Tomoya: Nih, <u>makan</u>!<br />
Ushio: Waah.<br />
Tomoya: Kenapa? Bisa makan sendiri kan?<br />
Ushio: Selamat makan.</div>
<blockquote class="smallDict"><p>
ほら (hora): lihat!<br />
食う (kuu): makan<br />
どうした (doushita): ada apa?/apa yang terjadi?<br />
独り (hitori): sendiri<br />
食べる (taberu): makan<br />
いただきます (itadakimasu): ungkapan sebelum makan
</p></blockquote>
<p>Ini adalah pembicaraan seorang bapak kepada anaknya. Kata dasarnya adalah <strong>kuu</strong> (makan) yang merupakan bentuk vulgar <strong>taberu</strong>.</p>
<p><small>Download: <a href="http://www.yumeko.web.id/wp-content/uploads/2009/11/ro-na.mp3">ro-na.mp3</a> (175 KB)</small></p>
<div class="sample">直幸：それじゃ、ここで。<br />
朋也：体に<u>気をつけろ</u>よ。<br />
直幸：ああ。<br />
朋也：酒、<u>飲みすぎるな</u>よ。<br />
直幸：ああ。</p>
<p><strong class="exampleRomaji">naoyuki: sore ja, koko de.<br />
tomoya: karada ni <u>ki o tsukero</u> yo.<br />
naoyuki: aa.<br />
tomoya: sake, <u>nomisugiru na</u> yo.<br />
naoyuki: aa.</strong></p>
<p>Naoyuki: Kalau begitu, sampai di sini ya&#8230;<br />
Tomoya: <u>Jaga kesehatan</u> loh!<br />
Naoyuki: Iya.<br />
Tomoya: <u>Jangan terlalu banyak minum</u> sake loh!<br />
Naoyuki: Iya.
</div>
<blockquote class="smallDict"><p>
それじゃ (sore ja): kalau begitu<br />
ここ (koko): di sini<br />
体 (karada): tubuh<br />
気をつける (ki o tsukeru): berhati-hati<br />
ああ (aa): iya<br />
酒 (sake): sake, minuman beralkohol<br />
飲みすぎる (nomisugiru): minum terlalu banyak
</p></blockquote>
<p>Di atas adalah perkataan seorang anak yang sudah dewasa kepada ayahnya. Bukan cara bicara yang sopan ke orang tua, tapi mengingat bahwa si anak ditinggal ibunya sejak kecil dan si ayah hidupnya kacau, maka bisa dipahami juga bahwa anak tersebut kehilangan rasa hormatnya kepada ayahnya sehingga gaya bicaranya seperti itu.</p>
<div style="text-align: right; font-size: 80%;">Sampingan: <a href="http://www.yumeko.web.id/2009/09/24/menambahkan-arti-terlalu-dengan-kata-sugiru/">Menambahkan arti “terlalu” dengan kata sugiru</a></div>
<p><small>Download: <a href="http://www.yumeko.web.id/wp-content/uploads/2009/11/koi.mp3">koi.mp3</a> (102 KB)</small></p>
<p class="sample">隠れているつもりか。丸見えだぞ。こっち<u>来い</u>よ、んなとこ立ってないで。<br />
<strong class="exampleRomaji">kakurete iru tsumori ka. marumie da zo. kocchi <u>koi</u> yo, nna toko tatte nai de.</strong><br />
Mau sembunyi nih ceritanya? Keliatan jelas tahu nggak. Ayo <u>ke sini</u>, jangan berdiri di tempat kaya gitu.</p>
<blockquote class="smallDict"><p>
隠れる (kakureru): bersembunyi<br />
つもり (tsumori): rencana<br />
丸見え (marumie): kelihatan jelas<br />
こっち (kocchi): sini<br />
来る (kuru): datang<br />
んな (nna): seperti itu<br />
とこ (toko): tempat<br />
立つ (tatsu): berdiri
</p></blockquote>
<p>Dialog di atas juga pembicaraan ayah ke anaknya. <strong>nna</strong> merupakan singkatan <strong>sonna</strong> (seperti itu).</p>
<p><small>Download: <a href="http://www.yumeko.web.id/wp-content/uploads/2009/11/tekure.mp3">tekure.mp3</a> (176 KB)</small></p>
<p class="sample">渚、<u>待ってくれ</u>よ、渚。もう少し、話をしよう。聞いてくれてるだけでいいから。<br />
<strong class="exampleRomaji">nagisa, <u>matte kure</u> yo, nagisa. mou sukoshi, hanashi o shiyou. kiite kureteru dake de ii kara.</strong><br />
Nagisa, <u>tunggu</u> Nagisa! Kita bicara sedikit lagi yuk. Kamu cukup dengerin aja kok.</p>
<blockquote class="smallDict"><p>
渚 (nagisa): pantai (nama orang)<br />
待つ (matsu): menunggu<br />
もう (mou): lebih, lagi<br />
少し (sukoshi): sedikit<br />
話 (hanashi): pembicaraan<br />
する (suru): melakukan<br />
聞く (kiku): mendengarkan<br />
くれる (kureru): melakukan sesuatu untuk orang lain<br />
たげ (dake): hanya<br />
いい (ii): baik
</p></blockquote>
<p>Ini adalah pembicaraan suami kepada istrinya yang baru melahirkan, berusaha agar istrinya tidak hilang kesadaran. Bentuk perintah dari <strong>-te kureru</strong> yaitu <strong>-te kure</strong> lebih mengandung makna permohonan dibanding bentuk perintah langsungnya (dalam hal ini <strong>mate</strong>).</p>
<h3>Konjugasi alternatif</h3>
<p>Selain konjugasi yang diberikan di atas, <strong>suru</strong> juga bisa memiliki bentuk perintah <strong>seyo</strong>. Selain itu, verba-ru juga bisa dibuat ke bentuk perintah dengan mengganti <strong>ru</strong> menjadi <strong>yo</strong>. Contohnya, &#8220;<strong>tabeyo!</strong>&#8221; juga berarti &#8220;Makan!&#8221; (Bedakan dengan &#8220;<strong>tabeyou</strong>&#8221; yang berarti &#8220;mari makan&#8221;).</p>
<p class="sample">円周率は、3．05より大きい事を<u>証明せよ</u><br />
<strong class="exampleRomaji">enshuuritsu wa, san ten zero go yori ookii koto o <u>shoumei seyo</u></strong><br />
<u>Buktikan</u> bahwa π (pi) lebih besar dari 3.05!</p>
<blockquote class="smallDict"><p>
円周率 (enshuuritsu): π (pi = 3.14159&#8230;)<br />
より (yori): dibandingkan, daripada<br />
大きい (ookii): besar<br />
事 (koto): hal<br />
証明 (shoumei): bukti
</p></blockquote>
<p>Bentuk perintah sering ditemukan pada soal-soal seperti pada contoh di atas.</p>
<p class="sample">殺せ殺せすべてを殺せ<br />
サツガイ　サツガイせよ<br />
<strong class="exampleRomaji">korose korose subete o korose<br />
satsugai satsugai seyo</strong><br />
Bunuh! Bunuh! Bunuh semua!<br />
Bunuh! Bunuh!</p>
<blockquote class="smallDict"><p>
殺す (korosu): membunuh<br />
すべて (subete): semua<br />
殺害 (satsugai): pembunuhan
</p></blockquote>
<p>Contoh di atas yang diambil dari lirik lagu <a href="http://www.youtube.com/watch?v=YI7jl34tmgA">SATSUGAI</a> menggunakan dua kata berbeda untuk &#8220;membunuh&#8221; yaitu <strong>korosu</strong> dan <strong>satsugai suru</strong>. Bisa dilihat bahwa lagu tersebut menggunakan konjugasi <strong>seyo</strong> dan bukan <strong>shiro</strong>.</p>
<h3>Contoh di lagu</h3>
<p><img src="http://www.yumeko.web.id/wp-content/uploads/2009/11/chouchou.jpg" alt="Bernyanyi lagu anak-anak chouchou" title="Bernyanyi lagu anak-anak chouchou" width="400" height="267" class="alignnone size-full wp-image-494" /></p>
<p>Sebagai penutup, kita akan mengangkat satu lagu anak-anak yang berisi bentuk perintah. Lagu ini berjudul &#8220;Chouchou&#8221; yang berarti kupu-kupu. Dalam hal ini yang diperintah adalah kupu-kupu sehingga tentunya tidak ada masalah dari segi kesopanan.</p>
<p>Silahkan dengar lagunya di bawah ini (sumber: <a href="http://www.youtube.com/watch?v=hptlF3N-cJU">YouTube</a>)</p>
<p><small>Download: <a href="http://www.yumeko.web.id/wp-content/uploads/2009/11/chouchou.mp3">chouchou.mp3</a> (338 KB)</small></p>
<div class="sample"><strong>ちょうちょう (chouchou, kupu-kupu)</strong></p>
<p>ちょうちょう　ちょうちょう　<br />
菜の葉に　とまれ<br />
菜の葉に　あいたら<br />
桜にとまれ<br />
桜の花の<br />
花から　花へ<br />
とまれよ　遊べ<br />
遊べよ　とまれ</p>
<p><strong class="exampleRomaji">chouchou chouchou<br />
na no ha ni tomare<br />
na no ha ni aitara<br />
sakura ni tomare<br />
sakura no hana no<br />
hana kara hana e<br />
tomare yo asobe<br />
asobe yo tomare</strong></p>
<p>Kupu-kupu, kupu-kupu<br />
Hinggaplah ke daun sayuran<br />
Kalau bosan dengan daun sayuran<br />
Hinggaplah ke pohon Sakura<br />
Bunganya Sakura<br />
Dari satu bunga ke bunga lainnya<br />
Hinggaplah, bermainlah<br />
Bermainlah, hinggaplah
</p></div>
<blockquote class="smallDict"><p>
ちょうちょう (chouchou): kupu-kupu<br />
菜 (na): tumbuhan sayuran<br />
葉 (ha): daun<br />
とまる (tomaru): berhenti<br />
あく (aku): lelah, capai, bosan<br />
桜 (sakura): pohon sakura<br />
花 (hana): bunga<br />
遊ぶ (asobu): bermain
</p></blockquote>
<p>(Ini adalah versi Jepang dari <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/H%C3%A4nschen_klein">lagu Jerman aslinya</a>)</p>
<p>Dalam lagu ini kamu bisa menemui verba <strong>tomaru</strong> (berhenti) dan <strong>asobu</strong> (bermain) pada bentuk perintahnya. Hal lain yang menarik di lagu ini adalah penggunaan verba <strong>aku</strong> (飽く) yang merupakan bentuk sastra dari <strong>akiru</strong> (飽きる, capek, bosan). (Sebagai contoh lain, bentuk sastra dari　<strong>yameru</strong> (berhenti) adalah <strong>yamu</strong>)</p>
<p>Kalau ingin sedikit latihan tambahan, coba dengarkan lagu-lagu berikut dan cari bentuk perintah di dalamnya:</p>
<ul>
<li>Buono! &#8211; Honto no Jibun: <a href="http://www.youtube.com/watch?v=-SBCwuMLSkg">lagu</a> | <a href="http://projecthello.com/shugo/honto.html">lirik</a></li>
<li>Buono! &#8211; Renai Rider: <a href="http://www.youtube.com/watch?v=kT5sj9HIWfQ">lagu</a> | <a href="http://projecthello.com/shugo/renairider.html">lirik</a></li>
<li>H.P. All Stars &#8211; ALL FOR ONE &#038; ONE FOR ALL!: <a href="http://www.youtube.com/watch?v=Tsk3QXyG5ZA">lagu</a> | <a href="http://projecthello.com/shuffles/allforone.html">lirik</a></li>
</ul>
<h3>Penutup</h3>
<p>Bentuk perintah akan sering ditemui sehingga kamu perlu memahaminya. Walaupun begitu, karena ini adalah bahasa kasar jadi jangan digunakan sembarangan.</p>
<p><!--</p>
<p>http://www.d-score.com/ar/A02111102.html</p>
<p>http://homepage1.nifty.com/moritake/ongaku/cyo.htm</p>
<p>--></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.yumeko.web.id/2009/11/14/bentuk-perintah-pada-bahasa-jepang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>15</slash:comments>
<enclosure url="http://www.yumeko.web.id/wp-content/uploads/2009/11/kue.mp3" length="178467" type="audio/mpeg" />
<enclosure url="http://www.yumeko.web.id/wp-content/uploads/2009/11/ro-na.mp3" length="178467" type="audio/mpeg" />
<enclosure url="http://www.yumeko.web.id/wp-content/uploads/2009/11/koi.mp3" length="103652" type="audio/mpeg" />
<enclosure url="http://www.yumeko.web.id/wp-content/uploads/2009/11/tekure.mp3" length="180139" type="audio/mpeg" />
<enclosure url="http://www.yumeko.web.id/wp-content/uploads/2009/11/chouchou.mp3" length="345101" type="audio/mpeg" />
		</item>
		<item>
		<title>Kawatteru: aneh!</title>
		<link>http://www.yumeko.web.id/2009/10/31/kawatteru-aneh/</link>
		<comments>http://www.yumeko.web.id/2009/10/31/kawatteru-aneh/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 31 Oct 2009 14:47:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Agro Rachmatullah</dc:creator>
				<category><![CDATA[kosakata]]></category>
		<category><![CDATA[after story]]></category>
		<category><![CDATA[audio]]></category>
		<category><![CDATA[clannad]]></category>
		<category><![CDATA[kamen rider]]></category>
		<category><![CDATA[Sagara Misae]]></category>
		<category><![CDATA[te iru]]></category>
		<category><![CDATA[tokusatsu]]></category>
		<category><![CDATA[visual novel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.yumeko.web.id/?p=470</guid>
		<description><![CDATA[
Aneh?!? &#8211; Sumber gambar: Flickr
Kanji 変 (hen) bisa memiliki arti &#8220;perubahan&#8221; maupun &#8220;aneh&#8221;. Kata kawaru (変わる) yang menggunakan kanji tersebut bisa memiliki kedua arti itu sehingga orang sering salah menerjemahkannya. Di sini kita akan membahas hal tersebut.
Pertama-tama, perlu dipahami bahwa &#8220;perubahan&#8221; sebetulnya sangat berkaitan dengan &#8220;aneh&#8221;. Sebut saja warna kulit orang. Warna kulit orang bermacam-macam, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href='http://www.yumeko.web.id/wp-content/uploads/2009/10/alien.jpg'><img src="http://www.yumeko.web.id/wp-content/uploads/2009/10/alien-196x300.jpg" alt="Alien: aneh?" title="Alien: aneh?" width="196" height="300" class="alignnone size-medium wp-image-477" /></a><br />
<span style="font-size: 80%">Aneh?!? &#8211; Sumber gambar: <a href="http://www.flickr.com/photos/jabba1966/2821733584/">Flickr</a></span></p>
<p>Kanji 変 (<strong>hen</strong>) bisa memiliki arti &#8220;perubahan&#8221; maupun &#8220;aneh&#8221;. Kata <strong>kawaru</strong> (変わる) yang menggunakan kanji tersebut bisa memiliki kedua arti itu sehingga orang sering salah menerjemahkannya. Di sini kita akan membahas hal tersebut.</p>
<p>Pertama-tama, perlu dipahami bahwa &#8220;perubahan&#8221; sebetulnya sangat berkaitan dengan &#8220;aneh&#8221;. Sebut saja warna kulit orang. Warna kulit orang bermacam-macam, mulai dari putih, kuning langsat, sawo matang, sampai hitam. Saat ini, warna kulitmu adalah warna kulit normal manusia. Namun coba bayangkan bahwa suatu pagi kamu bangun dan warna kulitmu <strong>berubah</strong> menjadi hijau. Kamu tidak akan lagi menjadi normal, namun menjadi <strong>aneh</strong>! Jadi, &#8220;aneh&#8221; adalah keadaan yang terjadi kalau sesuatu yang normal <strong>berubah</strong> menjadi tidak normal. Oleh karenanya, tidaklah aneh (ehm) kalau makna &#8220;perubahan&#8221; dan &#8220;aneh&#8221; dijejalkan dalam satu kanji yaitu <strong>hen</strong> (変).</p>
<h3>Contoh kata yang menggunakan hen (変)</h3>
<p>Setelah memahami filosofi dasar kanji 変 tersebut, berikutnya kita lihat beberapa contoh kata yang menggunakannya. Tentunya kata paling sederhana yang bisa dibentuknya adalah kata <strong>hen</strong> itu sendiri yang merupakan <a href="http://tutorial.yumeko.web.id/adjectives.html">adjektiva-na</a> dengan arti &#8220;aneh&#8221;:</p>
<p class="sample">あの先生は変な人だよ<br />
<strong class="exampleRomaji">ano sensei wa hen na hito da yo</strong><br />
Guru itu orang yang aneh loh</p>
<blockquote class="smallDict"><p>
あの (ano): itu<br />
先生 (sensei): guru<br />
変 (hen): aneh<br />
人 (hito): orang
</p></blockquote>
<p><span id="more-470"></span></p>
<p><a href='http://www.yumeko.web.id/wp-content/uploads/2009/10/henshin.jpg'><img src="http://www.yumeko.web.id/wp-content/uploads/2009/10/henshin-300x168.jpg" alt="Kamen Rider W Henshin" title="Kamen Rider W Henshin" width="300" height="168" class="alignnone size-medium wp-image-478" /></a><br />
<span style="font-size: 80%">Kamen Rider W: Henshin!</span></p>
<p>Namun pada kata seperti <strong>henshin</strong> (変身 = perubahan + tubuh), kanji <strong>hen</strong> artinya &#8220;perubahan&#8221;. Kalau kamu sering menonton film-film tokusatsu seperti Kamen Rider, kamu pasti sudah sangat hafal kata tersebut. Henshin!!! (berubah!)</p>
<p class="sample">満月を見ると彼は狼男に変身して殺人を犯す<br />
<strong class="exampleRomaji">mangetsu o miru to kare wa ookamiotoko ni henshin shite satsujin o okasu</strong><br />
Kalau melihat bulan purnama, dia akan berubah menjadi manusia serigala dan membunuh orang-orang</p>
<blockquote class="smallDict"><p>
満月 (mangetsu): bulan purnama<br />
見る (miru): melihat<br />
彼 (kare): dia (laki-laki)<br />
狼男 (ookamiotoko): manusia serigala<br />
変身 (henshin): perubahan<br />
殺人 (satsujin): pembunuhan<br />
犯す (okasu): melakukan (kejahatan)
</p></blockquote>
<h3>Kawaru: berubah? aneh?</h3>
<p>Sekarang kita akan membahas kata bermasalah yang tadi disebutkan sebelumnya yaitu <strong>kawaru</strong>. Dia sering berarti &#8220;berubah&#8221; seperti contoh-contoh berikut:</p>
<p class="sample">悲しみが涙に変わる<br />
<strong class="exampleRomaji">kanashimi ga namida ni kawaru</strong><br />
kesedihan berubah menjadi air mata</p>
<blockquote class="smallDict"><p>
悲しみ (kanashimi): kesedihan<br />
涙 (namida): air mata<br />
変わる (kawaru): berubah
</p></blockquote>
<p class="sample">結局、何も変わらない日々を送っていた<br />
<strong class="exampleRomaji">kekkyoku, nanimo kawaranai hibi o okutte ita</strong><br />
Pada akhirnya, aku melewati hari-hari tanpa perubahan apapun</p>
<blockquote class="smallDict"><p>
結局 (kekkyoku): pada akhirnya<br />
何も (nanimo): tidak apapun<br />
変わる (kawaru): berubah<br />
日々 (hibi): hari-hari<br />
送る (okuru): melewati (hari, waktu, masa)
</p></blockquote>
<p>Namun kata <strong>kawaru</strong> juga bisa berarti &#8220;aneh&#8221;. Pada umumnya dia muncul dalam bentuk <strong>-te iru</strong> yaitu <strong>kawatte iru</strong> (bisa disingkat <strong>kawatteru</strong>). Dalam hal ini, <strong>-te iru</strong> bukan menyatakan &#8220;sedang berubah&#8221;, namun berarti bahwa &#8220;telah berubah menjadi aneh, dan hasilnya masih terus sampai sekarang&#8221; (baca tentang <a href="http://tutorial.yumeko.web.id/enduring.html#part3">hasil berlanjut</a>).</p>
<p class="sample">中でも一番変わってる帽子を買いました<br />
<strong class="exampleRomaji">naka de mo ichiban kawatteru boushi o kaimashita</strong><br />
Aku membeli topi yang paling aneh di ataranya</p>
<blockquote class="smallDict"><p>
中 (naka): dalam<br />
一番 (ichiban): nomor satu, paling<br />
変わる (kawaru): menjadi aneh<br />
帽子 (boushi): topi<br />
買う (kau): membeli
</p></blockquote>
<p>Biasanya dari konteks akan sangat mudah untuk mengetahui arti yang dimaksud. Misalnya, kalau pada contoh di atas kita paksa artinya menjadi &#8220;berubah&#8221; tentu kalimatnya jadi aneh (topi yang berubah?!?).</p>
<h3>Contoh kasus: CLANNAD AFTER STORY</h3>
<p>Sebagai penutup, perhatikan cuplikan dari anime <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Clannad_(anime)">CLANNAD AFTER STORY</a> berikut:</p>
<p><a href='http://www.yumeko.web.id/wp-content/uploads/2009/10/clannad.jpg'><img src="http://www.yumeko.web.id/wp-content/uploads/2009/10/clannad-300x225.jpg" alt="Clannad After Story" title="Clannad After Story" width="300" height="225" class="alignnone size-medium wp-image-479" /></a></p>
<p><small>Download: <a href="http://www.yumeko.web.id/wp-content/uploads/2009/10/kawatteru-yumeko.mp3">kawatteru-yumeko.mp3</a> (47 KB)</small></p>
<p class="sample">あなたって変わってるわね～<br />
<strong class="exampleRomaji">anata tte kawatteru wa nee</strong></p>
<blockquote class="smallDict"><p>
あなた (anata): kamu
</p></blockquote>
<p>Pada episode tersebut, Misae bertemu laki-laki yang tidak dikenalnya sepulang sekolah. Laki-laki tersebut menanyakan apa keinginan Misae, karena katanya dia bisa mengabulkan apapun permintaannya. Kalau ketemu orang seperti itu, apa kesan kalian? Tentu saja &#8220;aneh&#8221; bukan? Oleh karenanya, terjemahan fansub yang diberikan di situ yaitu &#8220;You&#8217;ve changed quite a bit&#8221; (kamu telah cukup berubah) tidak cocok. Yang sesuai adalah &#8220;Kamu itu aneh ya&#8230;&#8221;</p>
<div style="text-align: right; font-size: 80%;">Sampingan: <a href="http://www.yumeko.web.id/2009/05/13/kata-paling-berbahaya-di-bahasa-jepang-anata/">Hati-hati menggunakan <strong>anata</strong></a></div>
<p>Penggunaan <strong>kawaru</strong> seperti ini sangat sering muncul, dan fansub yang salah menerjemahkannya juga bisa ditemui dari waktu ke waktu. Jadi semoga dengan pengetahuan ini kamu akan bisa lebih menikmati dorama, film, atau anime favoritmu dengan mengetahui arti yang sebenarnya!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.yumeko.web.id/2009/10/31/kawatteru-aneh/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
<enclosure url="http://www.yumeko.web.id/wp-content/uploads/2009/10/kawatteru-yumeko.mp3" length="48064" type="audio/mpeg" />
		</item>
		<item>
		<title>Menggunakan pengandaian -ba untuk menggabung dua kalimat negatif (- mo nakereba, &#8211; mo nai)</title>
		<link>http://www.yumeko.web.id/2009/10/04/menggunakan-pengandaian-ba-untuk-menggabung-dua-kalimat-negatif-mo-nakereba-mo-nai/</link>
		<comments>http://www.yumeko.web.id/2009/10/04/menggunakan-pengandaian-ba-untuk-menggabung-dua-kalimat-negatif-mo-nakereba-mo-nai/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 04 Oct 2009 03:40:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Agro Rachmatullah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Menengah lanjut]]></category>
		<category><![CDATA[air]]></category>
		<category><![CDATA[audio]]></category>
		<category><![CDATA[bahasa klasik]]></category>
		<category><![CDATA[dorama]]></category>
		<category><![CDATA[Honey and Clover]]></category>
		<category><![CDATA[JLPT1]]></category>
		<category><![CDATA[Kunisaki Yukito]]></category>
		<category><![CDATA[Takemoto Yuuta]]></category>
		<category><![CDATA[Toma Ikuta]]></category>
		<category><![CDATA[visual novel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.yumeko.web.id/?p=439</guid>
		<description><![CDATA[Perhatikan dua kalimat negatif berikut:
犬はいない。猫はいない。
inu wa inai. neko wa inai.
Tidak ada anjing. Tidak ada kucing.

犬 (inu): anjing
いる (iru): ada (benda hidup kecuali tumbuhan)
猫 (neko): kucing

Dua kalimat negatif yang berurutan seperti contoh di atas bisa digabung dengan memanfaatkan pengandaian -ba sehingga artinya &#8220;Tidak ada anjing maupun kucing&#8221;. Inilah caranya:

Menggunakan pengandaian -ba untuk menggabung dua kalimat negatif
Pertama, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Perhatikan dua kalimat negatif berikut:</p>
<p class="sample">犬はいない。猫はいない。<br />
<strong class="exampleRomaji">inu wa inai. neko wa inai.</strong><br />
Tidak ada anjing. Tidak ada kucing.</p>
<blockquote class="smallDict"><p>
犬 (inu): anjing<br />
いる (iru): ada (benda hidup kecuali tumbuhan)<br />
猫 (neko): kucing
</p></blockquote>
<p>Dua kalimat negatif yang berurutan seperti contoh di atas bisa digabung dengan memanfaatkan <a href="http://tutorial.yumeko.web.id/conditional.html">pengandaian -ba</a> sehingga artinya &#8220;Tidak ada anjing maupun kucing&#8221;. Inilah caranya:</p>
<p><span id="more-439"></span></p>
<div style="border: 2px solid black; padding: 10px; background-color: rgb(238, 255, 238);"><strong>Menggunakan pengandaian -ba untuk menggabung dua kalimat negatif</strong></p>
<p>Pertama, ubah kedua partikel <strong>wa</strong> yang berkaitan menjadi <strong>mo</strong>. Lalu konjugasikan kalimat pertama ke pengandaian -ba.</p>
<p>Contoh kalimat: <strong>inu wa inai. neko wa inai.</strong><br />
Tahap 1: <strong>inu <u>mo</u> inai. neko <u>mo</u> inai.</strong><br />
Tahap 2: <strong>inu mo ina<u>kereba</u> neko mo inai.</strong></div>
<p>Perhatikan bahwa ini adalah <u>pengandaian semu</u>. Secara tata bahasa bentuknya persis dengan pengandaian -ba, namun tidak ada pengandaian sama sekali di sini! Ini hanyalah salah satu cara tingkat lanjut untuk merangkai kalimat. Lihat contoh di bawah dan perhatikan bahwa di terjemahannya tidak ada andai-andai apapun.</p>
<p class="sample">我が家には、犬もいなければ猫もいない<br />
<strong class="exampleRomaji">wagaya ni wa, inu mo inakereba neko mo inai</strong><br />
Di rumah saya, tidak ada anjing maupun kucing</p>
<blockquote class="smallDict"><p>
我が家 (wagaya): rumah saya<br />
犬 (inu): anjing<br />
いる (iru): ada (benda hidup kecuali tumbuhan)<br />
猫 (neko): kucing
</p></blockquote>
<p>Pola seperti ini cukup berkelas sehingga akan terdengar agak puitis atau seperti bahasa sastra. Kalau ingin yang lebih sederhana dan normal, tentunya kita bisa menggunakan misalnya <strong>inu mo neko mo inai</strong>.</p>
<p>Perhatikan contoh-contoh tambahan berikut untuk lebih membiasakan diri dengan pola ini:</p>
<p class="sample">私にはお金もなければ地位もない<br />
<strong class="exampleRomaji">watashi ni wa okane mo nakereba chii mo nai</strong><br />
Saya tidak memiliki uang maupun pangkat</p>
<blockquote class="smallDict"><p>
私 (watashi): saya<br />
お金 (okane): uang<br />
ある (aru): ada (benda mati dan tumbuhan)<br />
地位 (chii): posisi, kedudukan, status
</p></blockquote>
<p>Perhatikan asal kalimatnya: <strong>okane wa nai. chii wa nai.</strong></p>
<p class="sample">あの頃、夢もなければ希望もない日々を送っていた<br />
<strong class="exampleRomaji">ano koro, yume mo nakereba kibou mo nai hibi o okutte ita</strong><br />
Pada waktu itu, aku menjalani hari-hari tanpa mimpi maupun harapan</p>
<blockquote class="smallDict"><p>
あの (ano): itu<br />
頃 (koro): waktu, masa<br />
夢 (yume): mimpi<br />
ある (aru): ada (benda mati dan tumbuhan)<br />
希望 (kibou): harapan, keinginan<br />
日々 (hibi): hari-hari<br />
送る (okuru): menjalani, melewati
</p></blockquote>
<p class="sample">あの人は友達でもなければ知り合いでもありませんので誤解しないでください<br />
<strong class="exampleRomaji">ano hito wa tomodachi de mo nakereba shiriai de mo arimasen no de gokai shinaide kudasai</strong><br />
Orang itu bukan teman dan bukan juga kenalan, jadi tolong jangan salah paham</p>
<blockquote class="smallDict"><p>
あの (ano): itu<br />
人 (hito): orang<br />
友達 (tomodachi): teman<br />
知り合い (shiriai): kenalan<br />
誤解 (gokai): salah paham
</p></blockquote>
<p>Kali ini asal kalimatnya adalah: <strong>tomodachi de wa nai. shiriai de wa nai.</strong> (<strong>de wa nai = ja nai</strong>)</p>
<p>Contoh berikut diambil dari novel visual <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Air_%28anime%29">Air</a>. Bentuk asal kalimatnya sama dengan contoh terakhir di atas:</p>
<p class="sample">いや、錯覚ではない。何か、音がする。この世のものならざる音。足音でもなければ、声でもない。<br />
<strong class="exampleRomaji">iya, sakkaku de wa nai. nanika, oto ga suru. kono yo no mono narazaru oto. ashioto de mo nakereba, koe de mo nai.</strong><br />
Tidak, ini bukan imajinasiku. Aku mendengar sesuatu. Suara yang tidak mungkin berasal dari dunia ini. Bukan suara langkah kaki, bukan pula suara orang.</p>
<blockquote class="smallDict"><p>
いや (iya): tidak, bukan<br />
錯覚 (sakkaku): ilusi, imajinasi<br />
何か (nanika): sesuatu<br />
音 (oto): suara<br />
この (kono): ini<br />
世 (yo): dunia<br />
もの (mono): benda<br />
なる (naru):<br />
足音 (ashioto): suara langkah kaki<br />
声 (koe): suara orang
</p></blockquote>
<p>Perhatikan bahwa <strong>oto ga suru</strong> artinya adalah sesuatu mengeluarkan suara. Lalu <strong>naru</strong> di sini adalah verba klasik yang secara praktis bisa menggabungkan dua nomina (beda dengan <strong>naru</strong> yang artinya &#8220;menjadi&#8221;). Contohnya <strong>sei</strong> (聖) berarti suci, sehingga <strong>sei-naru sensou</strong> berarti perang suci. <strong>narazaru</strong> adalah bentuk negatif klasiknya (= <strong>naranai</strong>), jadi sebagai contoh <strong>sei-narazaru sensou</strong> berarti perang yang tidak suci.</p>
<p>Contoh terakhir adalah dari dorama <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Honey_and_Clover">Honey and Clover</a>. Silahkan dengarkan audionya:</p>
<p><a href='http://www.yumeko.web.id/wp-content/uploads/2009/10/honey_and_clover_toma_ikuta.jpg'><img src="http://www.yumeko.web.id/wp-content/uploads/2009/10/honey_and_clover_toma_ikuta-300x194.jpg" alt="Honey and Clover" title="Honey and Clover" width="300" height="194" class="alignnone size-medium wp-image-441" /></a></p>
<p><small>Download: <a href="http://www.yumeko.web.id/wp-content/uploads/2009/10/honey_and_clover_96.mp3">honey_and_clover_96.mp3</a> (203 KB)</small></p>
<p class="sample">お金がない学生にとって、夏休みとは、ただじっと過ぎ去るのを待つ日々でしかない。〔「あ～、あっち～」〕遊ぶお金もなければ、実家にも帰らない。<br />
<strong class="exampleRomaji">okane ga nai gakusei ni totte, natsuyasumi to wa, tada jitto sugisaru no o matsu hibi de shika nai. ["aa, acchii"] asobu okane mo nakereba, jikka ni mo kaeranai.</strong><br />
Bagi mahasiswa yang tidak punya uang, liburan musim panas tidak lain dan tidak bukan hanyalah hari-hari menunggu dengan sabar berlalunya waktu. ["Ah... Panaaas!"] Mereka tidak punya uang untuk bersenang-senang, dan tidak pula pulang ke rumahnya.</p>
<blockquote class="smallDict"><p>
お金 (okane): uang<br />
ある (aru): ada (benda mati dan tumbuhan)<br />
学生 (gakusei): murid<br />
にとって (ni totte): bagi<br />
夏休み (natsuyasumi): liburan musim panas<br />
とは (to wa): menandakan hal yang ingin didefinisikan<br />
ただ (tada): hanya<br />
じっと (jitto): dengan sabar, tanpa gerakan, terfokus<br />
過ぎ去る (sugisaru): lewat<br />
待つ (matsu): menunggu<br />
日々 (hibi): hari-hari<br />
あっちい (acchii): panas (atsui)<br />
遊ぶ (asobu): bermain<br />
実家 (jikka): rumah orang tua<br />
帰る (kaeru): pulang, kembali
</p></blockquote>
<div style="text-align: right; font-size: 80%;">Sampingan: <a href="http://www.yumeko.web.id/2009/04/23/berbicara-tentang-panas/">Mengenai kata acchii</a></div>
<p>Asal kalimatnya? Kali ini: <strong>asobu okane wa nai. jikka ni wa kaeranai.</strong></p>
<p>Pola yang kita pelajari di sini sebenarnya juga bisa digunakan untuk menggabungkan dua kalimat positif, namun itu akan dibahas di lain waktu.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.yumeko.web.id/2009/10/04/menggunakan-pengandaian-ba-untuk-menggabung-dua-kalimat-negatif-mo-nakereba-mo-nai/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
<enclosure url="http://www.yumeko.web.id/wp-content/uploads/2009/10/honey_and_clover_96.mp3" length="207044" type="audio/mpeg" />
		</item>
		<item>
		<title>Menambahkan arti &#8220;terlalu&#8221; dengan kata sugiru</title>
		<link>http://www.yumeko.web.id/2009/09/24/menambahkan-arti-terlalu-dengan-kata-sugiru/</link>
		<comments>http://www.yumeko.web.id/2009/09/24/menambahkan-arti-terlalu-dengan-kata-sugiru/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 24 Sep 2009 16:41:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Agro Rachmatullah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Menengah lanjut]]></category>
		<category><![CDATA[kosakata]]></category>
		<category><![CDATA[air]]></category>
		<category><![CDATA[akar verba]]></category>
		<category><![CDATA[Kamio Misuzu]]></category>
		<category><![CDATA[Kunisaki Yukito]]></category>
		<category><![CDATA[visual novel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.yumeko.web.id/?p=420</guid>
		<description><![CDATA[sugiru (過ぎる) pada dasarnya berarti melewati suatu tempat. Ini contoh sederhananya:
車はトンネルを過ぎた
kuruma wa tonneru o sugita
Mobil itu melintasi terowongan

車 (kuruma): mobil
トンネル (tonneru): terowongan (Inggris: tunnel)

大阪はもう過ぎましたか
oosaka wa mou sugimashita ka
Sudahkah kita melewati Osaka?

大阪 (oosaka): Osaka
もう (mou): sudah

Penggunaan sugiru dengan adjektiva
Dari arti dasar itu, sugiru bisa digabung dengan kata lain sehingga berarti &#8220;terlalu&#8221; atau &#8220;sangat&#8221; (&#8220;melewati batas&#8221;). Inilah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>sugiru</strong> (過ぎる) pada dasarnya berarti melewati suatu tempat. Ini contoh sederhananya:</p>
<div class="sample">車はトンネルを過ぎた<br />
<strong class="exampleRomaji">kuruma wa tonneru o sugita</strong><br />
Mobil itu melintasi terowongan</div>
<blockquote class="smallDict"><p>
車 (kuruma): mobil<br />
トンネル (tonneru): terowongan (Inggris: tunnel)
</p></blockquote>
<div class="sample">大阪はもう過ぎましたか<br />
<strong class="exampleRomaji">oosaka wa mou sugimashita ka</strong><br />
Sudahkah kita melewati Osaka?</div>
<blockquote class="smallDict"><p>
大阪 (oosaka): Osaka<br />
もう (mou): sudah
</p></blockquote>
<h3>Penggunaan sugiru dengan adjektiva</h3>
<p>Dari arti dasar itu, <strong>sugiru</strong> bisa digabung dengan kata lain sehingga berarti &#8220;terlalu&#8221; atau &#8220;sangat&#8221; (&#8220;melewati batas&#8221;). Inilah aturan pembentukannya untuk adjektiva:</p>
<p><span id="more-420"></span></p>
<div style="border: 2px solid black; padding: 10px; background-color: rgb(238, 255, 238);"><strong>Memodifikasi adjektiva dengan sugiru untuk menambahkan arti &#8220;terlalu&#8221;</strong></p>
<ol>
<li><strong>Adjektiva-i</strong>: Buang akhiran <strong>i</strong> lalu tambahkan <strong>sugiru</strong><br /><strong>omoshiroi</strong> → <strong>omoshiro</strong> → <strong>omoshiro<u>sugiru</u></strong></li>
<li><strong>Adjektiva-na</strong>: Tambahkan <strong>sugiru</strong> di akhir<br /><strong>suki</strong> → <strong>suki<u>sugiru</u></strong></li>
<li><strong>nai</strong>: Untuk akhiran negatif <strong>nai</strong>, termasuk adjektiva yang asal muasal katanya memuat <strong>nai</strong> seperti <strong>mottainai</strong> (勿体無い) dan <strong>nasakenai</strong> (情け無い), ganti <strong>i</strong> di akhir dengan <strong>sa</strong> lalu tambahkan <strong>sugiru</strong> di akhir. Perhatikan bahwa adjektiva seperti <strong>sukunai</strong> (少ない) dan <strong>abunai</strong> (危ない) tidak termasuk kategori ini.<br /><strong>mottainai</strong> → <strong>mottaina<u>sa</u></strong> → <strong>mottainasa<u>sugiru</u></strong><br /><strong>omoshirokunai</strong> → <strong>omoshirokuna<u>sa</u></strong> → <strong>omoshirokunasa<u>sugiru</u></strong></li>
</ol>
<p>Hasilnya berkonjugasi sebagaimana <a href="http://tutorial.yumeko.web.id/verbs.html">verba-ru</a>.
</div>
<p>Beberapa contohnya adalah sebagai berikut:</p>
<div class="sample">あの映画は面白すぎる！<br />
<strong class="exampleRomaji">ano eiga wa omoshirosugiru</strong><br />
Film itu terlalu menarik! (sangat sangat menarik)</div>
<blockquote class="smallDict"><p>
あの (ano): itu<br />
映画 (eiga): film<br />
面白い (omoshiroi): menarik
</p></blockquote>
<p>Perhatikan bahwa untuk interjeksi, <strong>-sugiru</strong> sering disingkat hanya menjadi <strong>-sugi</strong> (すぎっ). Contohnya adalah 今日寒すぎっ！ (<strong>kyou samusugi!</strong>) yang artinya kurang lebih &#8220;hari ini dingin banget!&#8221; (literal: terlalu dingin)</p>
<p>Berikutnya adalah contoh dengan adjektiva-na:</p>
<div class="sample">彼のことが好きすぎてつらい・・・死にたいです・・・<br />
<strong class="exampleRomaji">kare no koto ga suki sugite tsurai&#8230; shinitai desu</strong><br />
Aku terlalu suka dengan dirinya sehingga rasanya begitu menyakitkan&#8230; Rasanya ingin mati&#8230;</div>
<blockquote class="smallDict"><p>
彼 (kare): dia (laki-laki)<br />
こと (koto): diri, hal<br />
好き (suki): suka<br />
つらい (tsurai): pedih, menyakitkan<br />
死ぬ (shinu): mati
</p></blockquote>
<p>Contoh berikut adalah dialog dari novel grafis <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Air_%28anime%29">Air</a>:</p>
<div class="sample">往人　「早くいけっ」<br />
観鈴　「え？なんて？」<br />
聞こえていない。風が強すぎる。<br />
往人　「遅刻するぞ、馬鹿」<br />
<strong class="exampleRomaji">Yukito: &#8220;hayaku ike&#8221;<br />
Misuzu: &#8220;e? nante?&#8221;<br />
kikoete inai. kaze ga tsuyosugiru<br />
Yukito: &#8220;chikoku suru zo, baka&#8221;</strong><br />
Yukito: &#8220;Cepet pergi sana!&#8221; (tokoh utama, narator)<br />
Misuzu: &#8220;Ha? Apa?&#8221;<br />
Suaraku tidak terdengar. Anginnya terlalu kuat.<br />
Yukito: &#8220;Nanti telat oi, dasar bodoh!&#8221;</div>
<blockquote class="smallDict"><p>
往人 (yukito): Yukito (nama)<br />
観鈴 (misuzu): Misuzu (nama)<br />
早い (hayai): cepat<br />
いく (iku): pergi<br />
なん (nan): apa (bentuk lain dari nani)<br />
聞こえる (kikoeru): terdengar<br />
風 (kaze): angin<br />
強い (tsuyoi): kuat<br />
遅刻 (chikoku): keterlambatan<br />
馬鹿 (baka): bodoh
</p></blockquote>
<p><strong>nante</strong> di contoh atas adalah singkatan dari <strong>nan tte itta no</strong> (Apa yang kamu katakan?)</p>
<h3>Penggunaan sugiru dengan verba</h3>
<p><strong>sugiru</strong> juga bisa digabung dengan kata kerja sehingga artinya &#8220;melakukan sesuatu secara berlebihan&#8221;. Ini tentunya juga diturunkan dari arti dasar <strong>sugiru</strong> yaitu &#8220;melewati&#8221;, karena di sini artinya &#8220;melewati batas kewajaran&#8221;.</p>
<div style="border: 2px solid black; padding: 10px; background-color: rgb(238, 255, 238);"><strong>Memodifikasi verba dengan sugiru untuk menambahkan arti &#8220;berlebihan&#8221;</strong><br />
Ubah verba ke <a href="http://tutorial.yumeko.web.id/polite.html">bentuk akar</a> lalu tambahkan <strong>sugiru</strong>. Contoh:</p>
<ol>
<li><strong>taberu</strong> → <strong>tabe</strong> → <strong>tabe<u>sugiru</u></strong></li>
<li><strong>nomu</strong> → <strong>nomi</strong> → <strong>nomi<u>sugiru</u></strong></li>
<li><strong>suru</strong> → <strong>shi</strong> → <strong>shi<u>sugiru</u></strong></li>
</ol>
<p>Untuk bentuk verba negatif, ganti <strong>i</strong> pada penanda negatif <strong>nai</strong> dengan <strong>sa</strong> lalu tambahkan <strong>sugiru</strong> di akhir.<br /><strong>tabenai</strong> → <strong>tabena<u>sa</u></strong> → <strong>tabenasa<u>sugiru</u></strong><br />
Hasil semuanya berkonjugasi sebagaimana <a href="http://tutorial.yumeko.web.id/verbs.html">verba-ru</a>.
</div>
<p>Inilah beberapa contohnya:</p>
<div class="sample">食べすぎたのでお腹が重たかった<br />
<strong class="exampleRomaji">tabesugita no de onaka ga omokatta</strong><br />
Karena makan kebanyakan perutku rasanya berat</div>
<blockquote class="smallDict"><p>
食べる (taberu): makan<br />
お腹 (onaka): perut<br />
重い (omoi): berat
</p></blockquote>
<div class="sample">走りすぎてケガをしてしまいました<br />
<strong class="exampleRomaji">hashirisugite kega o shite shimaimashita</strong><br />
Aku berlari terlalu banyak sehingga cedera</div>
<blockquote class="smallDict"><p>
走る (hashiru): berlari<br />
ケガ (kega): cedera, luka
</p></blockquote>
<div class="sample">寝なさすぎたからしんどかった<br />
<strong class="exampleRomaji">nenasasugita kara shindokatta</strong><br />
Karena terlalu kurang tidur, jadinya kelelahan (lit: terlalu banyak tidak tidur)</div>
<blockquote class="smallDict"><p>
寝る (neru): tidur<br />
しんどい (shindoi): kecapekan, kelelahan
</p></blockquote>
<p>Perhatikan bahwa pada contoh di atas, dasar dari konjugasi <strong>sugiru</strong> ini adalah <strong>nenai</strong> (tidak tidur).</p>
<p><strong>sugiru</strong> yang digabung dengan kata lain adalah pola yang sangat umum sehingga pelajaran kali ini sedikit banyak pasti akan berguna. <strong>demo kono posuto, nagasugiru ka na</strong>? ^^</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.yumeko.web.id/2009/09/24/menambahkan-arti-terlalu-dengan-kata-sugiru/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

