
<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Yumeko &#187; wa</title>
	<atom:link href="http://www.yumeko.web.id/tag/wa/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.yumeko.web.id</link>
	<description>Belajar budaya dan bahasa Jepang bersama</description>
	<lastBuildDate>Tue, 16 Mar 2010 08:00:12 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Tutorial Watarasebashi #25 &#8211; Penggunaan partikel topik dengan verba dan konsep kala taklampau</title>
		<link>http://www.yumeko.web.id/2008/11/08/tutorial-watarasebashi-25-penggunaan-partikel-topik-dengan-verba-dan-konsep-kala-taklampau/</link>
		<comments>http://www.yumeko.web.id/2008/11/08/tutorial-watarasebashi-25-penggunaan-partikel-topik-dengan-verba-dan-konsep-kala-taklampau/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 08 Nov 2008 04:34:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Agro Rachmatullah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Watarasebashi]]></category>
		<category><![CDATA[kala]]></category>
		<category><![CDATA[taklampau]]></category>
		<category><![CDATA[verba]]></category>
		<category><![CDATA[wa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.yumeko.web.id/?p=219</guid>
		<description><![CDATA[[Pada seri tutorial ini, kita akan belajar bahasa Jepang dari nol dengan menggunakan lagu Watarasebashi sebagai materinya. Karena pembahasan tiap episode dibangun dari pembahasan-pembahasan sebelumnya, saya menyarankan agar kamu mengikutinya dari episode pertama.]
Di episode sebelumnya kita telah berkenalan dengan partikel topik wa. Kali ini kita akan mengenalnya lebih jauh, yaitu penggunaannya bersama verba.
Bentuk taklampau verba
Kalau [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>[Pada seri tutorial ini, kita akan belajar bahasa Jepang dari nol dengan menggunakan lagu Watarasebashi sebagai materinya. Karena pembahasan tiap episode dibangun dari pembahasan-pembahasan sebelumnya, saya menyarankan agar kamu mengikutinya dari <a href="http://www.yumeko.web.id/2008/06/10/tutorial-watarasebashi-01-belajar-bahasa-jepang-secara-alternatif-menggunakan-lagu/">episode pertama</a>.]</p>
<p>Di episode <a href="http://www.yumeko.web.id/2008/10/28/tutorial-watarasebashi-24-berkenalan-dengan-partikel-topik-wa/">sebelumnya</a> kita telah berkenalan dengan partikel topik <strong>wa</strong>. Kali ini kita akan mengenalnya lebih jauh, yaitu penggunaannya bersama <acronym title="kata kerja">verba</acronym>.</p>
<h3>Bentuk taklampau verba</h3>
<p>Kalau kamu perhatikan pembahasan kita mengenai konjugasi <acronym title="kata benda">nomina</acronym> dan <acronym title="kata sifat">adjektiva</acronym>, misalnya <a href="http://www.yumeko.web.id/2008/08/15/tutorial-watarasebashi-20-konjugasi-dasar-adjektiva-i/">adjektiva-i</a>, kamu bisa melihat bahwa adjektiva bisa berada pada bentuk taklampau dan lampau. Contohnya adalah <strong>samui</strong> (dingin, taklampau) dan <strong>samukatta</strong> (dingin, lampau).</p>
<p>Konsep ini disebut kala (<em>tense</em>) dan tidak dikenal pada bahasa Indonesia. Misalnya, pada kalimat &#8220;Sekarang dingin&#8221; dan &#8220;Kemarin dingin&#8221; kata &#8220;dingin&#8221; tidak mengalami perubahan walaupun menunjuk pada dua konsep waktu yang berbeda. Bahasa Indonesia mudah ya <img src='http://www.yumeko.web.id/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> ?</p>
<p>Di bahasa Jepang, kala pada verba juga dibagi menjadi bentuk taklampau dan lampau. Kita belum mempelajari konjugasi lampau verba, tapi dari namanya sudah jelas bahwa bentuk lampau digunakan untuk menunjuk kejadian di masa lalu. Di lain pihak, verba yang diambil mentah-mentah dari kamus misalnya <strong>aruku</strong> (berjalan) akan memiliki kala &#8220;taklampau&#8221;, dan kita akan mempelajari berbagai penggunaannya di sini.</p>
<p><span id="more-219"></span></p>
<p>Sebenarnya ini adalah pembahasan yang intrinsik dengan verba, bukan dengan partikel topik <strong>wa</strong>. Hanya saja, dengan menggunakan partikel <strong>wa</strong> kita bisa mengangkat contoh-contoh kalimat yang lebih kongkrit. Secara bersamaan kita juga akan lebih menguasai penggunaan partikel <strong>wa</strong>.</p>
<h3>Bentuk taklampau verba untuk menyatakan kebenaran umum</h3>
<p>Bentuk taklampau verba bisa digunakan untuk menyatakan kebenaran umum. Inilah contohnya:</p>
<div class="sample">馬は走る。鷲は飛ぶ。鯨は泳ぐ。<br />
<strong>uma wa hashiru. washi wa tobu. kujira wa oyogu.</strong><br />
Mengenai kuda, berlari. Mengenai burung elang, terbang. Mengenai ikan paus, berenang.</div>
<blockquote class="smallDict"><p>
馬 (uma): kuda<br />
走る (hashiru): berlari<br />
鷲 (washi): burung elang<br />
飛ぶ (tobu): terbang<br />
鯨 (kujira): ikan paus<br />
泳ぐ (oyogu): berenang
</p></blockquote>
<p>Perhatikan bahwa kita masih menggunakan terjemahan literalnya yaitu &#8220;Mengenai&#8230;&#8221; agar membiasakan diri dengan cara berpikir orang Jepang yang sebenarnya. Kalimat tersebut bermakna &#8220;Kuda berlari. Burung elang terbang. Ikan paus berenang.&#8221; Semuanya menunjuk pada kebenaran umum: Kuda adalah binatang yang berlari, entah itu dulu, saat ini, maupun di masa depan. Jadi bentuk taklampau bisa digunakan untuk membuat pernyataan yang selalu benar kapanpun waktunya.</p>
<h3>Bentuk taklampau verba untuk menyatakan rutinitas</h3>
<p>Bentuk taklampau juga bisa kita gunakan untuk menyatakan kebiasaan. Inilah contoh mudahnya:</p>
<div class="sample">私は日記を書く。<br />
<strong>watashi wa nikki o kaku</strong><br />
Mengenai saya, menulis buku harian.
</div>
<blockquote class="smallDict"><p>
私 (watashi): saya<br />
日記 (nikki): buku harian<br />
書く (kaku): menulis
</p></blockquote>
<p>Kalimat tersebut tentu saja maksudnya &#8220;Saya menulis buku harian.&#8221; Di situ verba <strong>kaku</strong> menyatakan bahwa &#8220;menulis&#8221; merupakan aktivitas rutin. Ini beda dengan kebenaran umum, karena kebenaran umum merupakan hal yang berlaku setiap saat sedangkan rutinitas hanyalah aktivitas yang dilakukan pada waktu-waktu tertentu saja: Di kalimat atas kita tidak bermaksud bahwa kita menulis setiap saat, tapi misalnya hanya setiap hari sebelum tidur saja.</p>
<p>Dengan rutinitas ini, kita tentunya bisa menyisipkan keterangan waktu:</p>
<div class="sample">弟は毎朝牛乳を飲む。<br />
<strong>otouto wa maiasa gyuunyuu o nomu</strong><br />
Mengenai adik, tiap pagi minum susu.
</div>
<blockquote class="smallDict"><p>
弟 (otouto): adik laki-laki<br />
毎朝 (maiasa): setiap pagi<br />
牛乳 (gyuunyuu): susu (sapi)<br />
飲む (nomu): minum
</p></blockquote>
<p>Kalimat yang berarti &#8220;Adik saya minum susu tiap pagi.&#8221; tersebut memiliki keterangan waktu <strong>maiasa</strong> (tiap pagi). Perhatikan bahwa keterangan waktu itu tinggal disisipkan tanpa perlu partikel apapun. Keterangan waktu lain yang bisa kamu gunakan contohnya adalah <strong>mainichi</strong> (毎日, tiap hari), <strong>maiban</strong> (毎晩, tiap malam), <strong>itsumo</strong> (いつも, selalu), dan <strong>tokidoki</strong> (時々, kadang-kadang). Ini contoh lainnya:</p>
<div class="sample">彼は時々ジョギングをする。<br />
<strong>kare wa tokidoki jogingu o suru</strong><br />
Mengenai dia, terkadang melakukan <em>jogging</em></div>
<blockquote class="smallDict"><p>
彼 (kare): dia (laki-laki)<br />
時々 (tokidoki): kadang-kadang<br />
ジョギング (jogingu): <em>jogging</em><br />
する (suru): melakukan
</p></blockquote>
<p>Secara sederhana kalimat tersebut bermakna &#8220;Dia terkadang jogging.&#8221; Hal menarik di sini adalah bahwa di bahasa Jepang <strong>jogingu</strong> merupakan nomina. Jadi kalau ingin menyatakan aksi <em>jogging</em>, kita harus menggunakan verba <strong>suru</strong> (melakukan). Verba umum <strong>suru</strong> ini akan dibahas lebih lanjut di lain kesempatan.</p>
<h3>Bentuk taklampau verba untuk menyatakan aksi masa depan</h3>
<p>Bentuk taklampau juga bisa digunakan untuk menyatakan aksi masa depan. Contoh ini dengan gamblang menunjukkannya:</p>
<div class="sample">明日は行く。<br />
<strong>ashita wa iku</strong><br />
Mengenai besok, pergi.</div>
<blockquote class="smallDict"><p>
明日 (ashita): besok<br />
行く (iku): pergi
</p></blockquote>
<p>Ingat, pada <a href="http://www.yumeko.web.id/2008/10/28/tutorial-watarasebashi-24-berkenalan-dengan-partikel-topik-wa/">episode sebelumnya</a> telah dibahas bahwa topik tidak selalu berarti subjek. Di kalimat atas, topiknya adalah &#8220;besok&#8221;. Namun jelas bahwa subjeknya bukan &#8220;besok&#8221; karena &#8220;besok&#8221; tidak mungkin &#8220;pergi&#8221; ke mana-mana. Subjeknya tidak disebutkan, jadi bisa saja &#8220;saya&#8221;, &#8220;kamu&#8221;, &#8220;dia&#8221;, atau yang lainnya. Salah satu terjemahan yang mungkin adalah &#8220;Saya akan pergi besok.&#8221;</p>
<p>Yang menarik di sini adalah bahwa keterangan waktu sebetulnya <strong>tidak diperlukan</strong> untuk membuat kalimat dengan kala masa depan. Inilah contohnya:</p>
<div class="sample">彼は行く。<br />
<strong>kare wa iku</strong><br />
Mengenai dia, pergi.</div>
<blockquote class="smallDict"><p>
彼 (kare): dia (laki-laki)<br />
行く (iku): pergi
</p></blockquote>
<p>Kalimat dia atas berarti &#8220;Dia <strong>akan</strong> pergi.&#8221; walaupun pada kalimat Jepangnya tidak ada kata apapun yang artinya &#8220;akan&#8221;. Ini karena bentuk taklampau memang bisa memiliki makna masa depan tanpa perlu tambahan kata apapun. Ingat hal tersebut baik-baik.</p>
<p>Tentunya kita bisa menyertakan lengkap pelaku beserta waktunya. Kamu bisa menggunakan contohnya <strong>kyou</strong> (今日, hari ini), <strong>ashita</strong> (明日, besok), <strong>raishuu</strong> (来週, minggu depan), <strong>raigetsu</strong> (来月, bulan depan), <strong>rainen</strong> (来年, tahun depan), dan <strong>ato de</strong> (後で, belakangan/nanti). Perhatikan bahwa <strong>ato de</strong> menggunakan <a href="http://www.yumeko.web.id/2008/07/16/tutorial-watarasebashi-12-partikel-konteks-de-%e3%81%a7/">partikel konteks <strong>de</strong></a> (&#8220;dengan cara belakangan&#8221;). Inilah contohnya:</p>
<div class="sample">お母さんは今日帰る。<br />
<strong>okaasan wa kyou kaeru</strong><br />
Mengenai ibu, hari ini pulang.</div>
<blockquote class="smallDict"><p>
お母さん (okaasan): ibu<br />
今日 (kyou): hari ini<br />
帰る (kaeru): pulang, kembali
</p></blockquote>
<p>Dengan bahasa Indonesia yang lebih alami, kalimatnya adalah &#8220;Ibu akan pulang hari ini.&#8221;</p>
<h3>Ambiguitas</h3>
<p>Perhatikan lagi kalimat ini:</p>
<div class="sample">私は日記を書く。<br />
<strong>watashi wa nikki o kaku</strong><br />
Mengenai saya, menulis buku harian.
</div>
<blockquote class="smallDict"><p>
私 (watashi): saya<br />
日記 (nikki): buku harian<br />
書く (kaku): menulis
</p></blockquote>
<p>Setelah dibahas bahwa bahasa Jepang tidak memerlukan kata &#8220;akan&#8221; untuk menunjuk pada masa depan, bukankah kalimat di atas juga bisa berarti &#8220;Saya <strong>akan</strong> menulis buku harian&#8221;? Tentu saja bisa, dan sekali lagi di sini kita perlu tahu konteks pembicaraannya untuk bisa tahu arti yang sebenarnya.</p>
<p>Dalam bahasa Jepang, kita memang harus belajar menerima bahwa kalimat-kalimat yang terpisah memiliki banyak ambiguitas. Namun jangan khawatir karena kalau kita mengikuti pembicaraan atau teksnya dari awal, konteksnya akan cukup jelas untuk mengetahui arti yang sebetulnya dimaksud. Yang penting adalah selalu berpikiran terbuka atas kemungkinan yang ada dan banyak latihan.</p>
<h3>Penutup</h3>
<p>Di sini kita telah melihat contoh penggunaan partikel <strong>wa</strong> dengan verba. Bisa dilihat sekali lagi bahwa topik tidak selalu menunjukkan pelaku atau subjek kalimat. Kita juga telah melihat berbagai makna yang bisa disampaikan kala taklampau. Secara spesifik, bentuk taklampau sudah langsung bisa menyatakan aksi di masa depan (akan) tanpa perlu tambahan kata apapun.</p>
<p>Untuk lebih mempermudah pemahaman, berikut diberikan diagram yang menunjukkan tiga makna yang bisa disampaikan bentuk taklampau. Garis biru merupakan garis waktu, sedangkan titik merah menunjukkan kapan aksinya terjadi:</p>
<p><img src="http://www.yumeko.web.id/wp-content/uploads/2008/11/kala_taklampau.gif" alt="Diagram kala taklampau pada bahasa Jepang" title="Diagram kala taklampau pada bahasa Jepang" width="450" height="559" class="alignnone size-full wp-image-220" /></p>
<p>Di episode berikutnya, kita juga masih akan membahas seputar partikel <strong>wa</strong>.</p>
<h3>Lampiran: daftar kata</h3>
<blockquote><p>
寒い (samui): dingin<br />
歩く (aruku): berjalan<br />
馬 (uma): kuda<br />
走る (hashiru): berlari<br />
鷲 (washi): burung elang<br />
飛ぶ (tobu): terbang<br />
鯨 (kujira): ikan paus<br />
泳ぐ (oyogu): berenang<br />
私 (watashi): saya<br />
日記 (nikki): buku harian<br />
書く (kaku): menulis<br />
弟 (otouto): adik laki-laki<br />
毎朝 (maiasa): setiap pagi<br />
牛乳 (gyuunyuu): susu (sapi)<br />
飲む (nomu): minum<br />
毎日 (mainichi): tiap hari<br />
毎晩 (maiban): tiap malam<br />
いつも (itsumo): selalu<br />
時々 (tokidoki): kadang-kadang<br />
彼 (kare): dia (laki-laki)<br />
ジョギング (jogingu): <em>jogging</em><br />
する (suru): melakukan<br />
明日 (ashita): besok<br />
行く (iku): pergi<br />
今日 (kyou): hari ini<br />
来週 (raishuu): minggu depan<br />
来月 (raigetsu): bulan depan<br />
来年 (rainen): tahun depan<br />
後で (ato de): belakangan, nanti<br />
お母さん (okaasan): ibu<br />
帰る (kaeru): pulang, kembali<br />
アニメ (anime): film kartun<br />
見る (miru): melihat<br />
魚 (sakana): ikan
</p></blockquote>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.yumeko.web.id/2008/11/08/tutorial-watarasebashi-25-penggunaan-partikel-topik-dengan-verba-dan-konsep-kala-taklampau/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>11</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tutorial Watarasebashi #24 &#8211; Berkenalan dengan partikel topik wa</title>
		<link>http://www.yumeko.web.id/2008/10/28/tutorial-watarasebashi-24-berkenalan-dengan-partikel-topik-wa/</link>
		<comments>http://www.yumeko.web.id/2008/10/28/tutorial-watarasebashi-24-berkenalan-dengan-partikel-topik-wa/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 28 Oct 2008 13:53:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Agro Rachmatullah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Watarasebashi]]></category>
		<category><![CDATA[Natsume Soseki]]></category>
		<category><![CDATA[wa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.yumeko.web.id/?p=213</guid>
		<description><![CDATA[[Pada seri tutorial ini, kita akan belajar bahasa Jepang dari nol dengan menggunakan lagu Watarasebashi sebagai materinya. Karena pembahasan tiap episode dibangun dari pembahasan-pembahasan sebelumnya, saya menyarankan agar kamu mengikutinya dari episode pertama.]
Sekarang waktunya kita untuk berkenalan dengan partikel yang perannya vital di bahasa Jepang yaitu partikel wa (は). Di lagu Watarasebashi, dia pertama kali [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>[Pada seri tutorial ini, kita akan belajar bahasa Jepang dari nol dengan menggunakan lagu Watarasebashi sebagai materinya. Karena pembahasan tiap episode dibangun dari pembahasan-pembahasan sebelumnya, saya menyarankan agar kamu mengikutinya dari <a href="http://www.yumeko.web.id/2008/06/10/tutorial-watarasebashi-01-belajar-bahasa-jepang-secara-alternatif-menggunakan-lagu/">episode pertama</a>.]</p>
<p>Sekarang waktunya kita untuk berkenalan dengan partikel yang perannya vital di bahasa Jepang yaitu partikel <strong>wa</strong> (は). Di lagu Watarasebashi, dia pertama kali digunakan pada potongan <strong>anata wa</strong> di awal-awal. Kita akan berusaha membahasnya dengan rinci dan hati-hati, karena pemahaman yang salah tentang partikel ini akan menghambat studi bahasa Jepangmu.</p>
<h3>Penulisan</h3>
<p>Pertama-tama, perlu diketahui bahwa partikel <strong>wa</strong> ini ditulis dengan hiragana &#8220;ha&#8221; (は). Jadi ingat, huruf は normalnya dibaca &#8220;ha&#8221; misalnya pada kata　はい (<strong>hai</strong>, iya), namun saat berfungsi sebagai partikel は dibaca &#8220;wa&#8221;.</p>
<div style="border: 2px solid black; padding: 10px; background-color: rgb(238, 255, 238);">Partikel <strong>wa</strong> ditulis dengan hiragana は (&#8220;ha&#8221;), namun selalu dibaca &#8220;wa&#8221;.</div>
<p><span id="more-213"></span></p>
<h3>Peran dan penggunaan</h3>
<p>Partikel <strong>wa</strong> disebut partikel topik. Sesuai namanya, dia digunakan untuk menentukan topik pembicaraan kita. Dengannya, kita bisa mengatakan bahwa &#8220;saya bukan guru&#8221; (topiknya &#8220;saya&#8221;), &#8220;dia bukan guru&#8221; (topiknya &#8220;dia&#8221;), atau yang lainnya. Perhatikan contoh berikut:</p>
<div class="sample">私は先生じゃない<br />
<strong>watashi wa sensei janai</strong><br />
mengenai saya, bukan guru</div>
<blockquote class="smallDict"><p>
私 (watashi): saya<br />
先生 (sensei): guru
</p></blockquote>
<p>Menggunakan bahasa Indonesia yang alami, kalimat di atas bisa diartikan &#8220;saya bukan guru&#8221;. Kenapa digunakan terjemahan yang aneh yaitu &#8220;mengenai saya&#8230;&#8221;? Ini karena hal yang ditandai dengan <strong>wa</strong> belum tentu merupakan subjek dalam kalimat bahasa Indonesianya. Misalnya adalah contoh berikut:</p>
<div class="sample">魚は好き<br />
<strong>sakana wa suki</strong><br />
mengenai ikan, suka</div>
<blockquote class="smallDict"><p>
魚 (sakana): ikan<br />
好き (suki): suka
</p></blockquote>
<p>Kalimat di atas bisa saja berarti &#8220;ikan suka ganggang (atau makanan lain yang sedang dibicarakan)&#8221;, yang berarti bahwa &#8220;ikan&#8221; adalah subjeknya. Tapi kalimat di atas bisa juga berarti &#8220;saya suka ikan&#8221;, yang berarti bahwa subjeknya adalah &#8220;saya&#8221;. Kita tidak bisa tahu apa yang sebenarnya dimaksud tanpa petunjuk tambahan.</p>
<p>Jangan kaget bahwa satu kalimat sederhana bisa berarti dua hal yang jauh berbeda. Di bahasa Indonesia, kalimat seperti &#8220;saya suka ikan&#8221; juga bisa berarti macam-macam: &#8220;saya suka ikan (sebagai binatang peliharaan)&#8221; maupun &#8220;saya suka ikan (untuk disantap)&#8221;. Kalau melihat suatu kalimat di bahasa Jepang, kita harus menganggapnya sebagai bagian dari suatu tulisan panjang atau percakapan. Kita hanya bisa tahu persis arti yang diinginkan dengan cara melihat konteks pembicaraan yang telah ada sebelumnya.</p>
<p>Terjemahan mentah yang diberikan bagi <strong>sakana wa suki</strong> adalah &#8220;mengenai ikan, suka&#8221;. Kalau dilihat lebih lanjut, sebenarnya dua kemungkinan arti yang telah dibahas sama-sama cocok dengan terjemahan mentahnya:</p>
<ul>
<li>mengenai ikan, (mereka) suka (makan ganggang)</li>
<li>mengenai ikan, (saya) suka (mereka)</li>
</ul>
<p>Nah, telah dilihat bahwa kata yang ditandai partikel <strong>wa</strong> belum tentu merupakan subjek kalimat. Oleh karenanya di awal-awal kita akan menggunakan terjemahan mentah &#8220;mengenai sesuatu, &#8230;&#8221; agar kamu tidak terjebak pemikiran yang salah. Secara khusus, jangan menganggap <strong>wa</strong> sebagai &#8220;adalah&#8221; (yang menduduki fungsi tersebut adalah <a href="http://www.yumeko.web.id/2008/08/13/tutorial-watarasebashi-19-pernyataan-keadaan-benda-cara-mengatakan-adalah-dan-bukanlah/">da</a>). Kalau dirasa sudah mahir, nantinya tutorial ini juga akan langsung memakai terjemahan bahasa Indonesianya yang alami.</p>
<p>Setelah topiknya ditentukan dengan partikel <strong>wa</strong>, maka hubungan topik tersebut dengan sisa kalimatnya bisa bermacam-macam. Kita akan mengeluarkan beberapa contoh.</p>
<div class="sample">私は犬だ<br />
<strong>watashi wa inu da</strong><br />
Mengenai saya, anjing</div>
<blockquote class="smallDict"><p>
私 (watashi): saya<br />
犬 (inu): anjing
</p></blockquote>
<p>Kira-kira apa maksud kalimat tersebut? Hal pertama yang terbayang mungkin saja &#8220;Saya adalah anjing&#8221;. Ya, itu salah satu arti yang mungkin, sama seperti novel <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Natsume_S%C5%8Dseki">Natsume Soseki</a> &#8220;<a href="http://en.wikipedia.org/wiki/I_Am_a_Cat">Wagahai wa Neko de aru</a>&#8221; yang artinya &#8220;Saya adalah kucing&#8221;. Namun kalimat tersebut juga bisa bermakna &#8220;Saya memelihara anjing&#8221;, mungkin menjawab pertanyaan &#8220;Teman-teman, kalian memelihara binatang apa saja?&#8221; yang muncul sebelumnya. Arti lain juga masih mungkin, misalnya &#8220;Saya suka anjing&#8221;.</p>
<div class="sample">父はインドネシア<br />
<strong>chichi wa indoneshia</strong><br />
Mengenai ayah, Indonesia</div>
<blockquote class="smallDict"><p>
父 (chichi): ayah<br />
インドネシア (indoneshia): Negara Kesatuan Republik Indonesia tercinta
</p></blockquote>
<p>Tentu saja kalimat tersebut tidak berarti &#8220;Ayah saya adalah Indonesia&#8221; kecuali kalau kamu ingin sedikit puitis. Arti yang masuk akal misalnya &#8220;Ayah saya lahir di Indonesia&#8221; atau &#8220;Ayah saya sekarang tinggal di Indonesia&#8221;. Dan kalau memang itu bagian dari pembicaraan tentang sepak bola, bisa saja maksudnya &#8220;Ayah saya fans timnas Indonesia&#8221;.</p>
<p>Untuk kalimat di bawah ini, silahkan berimajinasi sendiri mengenai artinya yang mungkin:</p>
<div class="sample">彼女は明日じゃない<br />
<strong>kanojo wa ashita janai</strong><br />
Mengenai dia, bukan besok</div>
<blockquote class="smallDict"><p>
彼女 (kanojo): dia (perempuan)<br />
明日 (ashita): besok
</p></blockquote>
<p>Saya akan berikan suatu kemungkinannya: &#8220;Dia matinya bukan besok&#8221;. Ya, silahkan saja bayangkan sendiri settingnya, misalnya pembicaraan hidup mati seseorang antar dua malaikat. Tulis kemungkinan yang bisa kamu dapatkan di komentar ya?</p>
<h3>Penutup</h3>
<p>Di sini kita berkenalan dengan partikel topik <strong>wa</strong> yang ditulis dengan hiragana は. Partikel itu disebut partikel &#8220;topik&#8221; dan bukan partikel &#8220;subjek&#8221; karena memang tidak selalu menunjukkan subjeknya. Kita melihat bahwa AはB tidak selalu berarti &#8220;A adalah B&#8221;. Hubungan antara A dengan B bisa apapun, tergantung konteks pembicaraannya.</p>
<p>Diharapkan dengan membaca episode ini kamu bisa mulai merasakan bahwa partikel <strong>wa</strong> sangatlah ampuh dan multiguna, walaupun mungkin agak misterius. Kita masih akan membahas topik-topik yang berkaitan dengan partikel <strong>wa</strong> ini untuk beberapa episode ke depan.</p>
<h3>Lampiran: daftar kata</h3>
<p>Kata-kata yang tadi muncul sebagai contoh didaftar di sini.</p>
<blockquote><p>
あたな (anata): kamu<br />
私 (watashi): saya<br />
先生 (sensei): guru<br />
魚 (sakana): ikan<br />
好き (suki): suka<br />
犬 (inu): anjing<br />
父 (chichi): ayah<br />
インドネシア (indoneshia): Indonesia<br />
彼女 (kanojo): dia (perempuan)<br />
明日 (ashita): besok<br />
吾輩 (wagahai): saya (arogan)<br />
猫 (neko): kucing
</p></blockquote>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.yumeko.web.id/2008/10/28/tutorial-watarasebashi-24-berkenalan-dengan-partikel-topik-wa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Penjumlahan dan pengurangan</title>
		<link>http://www.yumeko.web.id/2008/05/30/penjumlahan-dan-pengurangan/</link>
		<comments>http://www.yumeko.web.id/2008/05/30/penjumlahan-dan-pengurangan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 30 May 2008 07:36:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Agro Rachmatullah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kanjiku]]></category>
		<category><![CDATA[Newbie]]></category>
		<category><![CDATA[=]]></category>
		<category><![CDATA[angka]]></category>
		<category><![CDATA[berhitung]]></category>
		<category><![CDATA[bilangan]]></category>
		<category><![CDATA[hiku]]></category>
		<category><![CDATA[ichi]]></category>
		<category><![CDATA[juu]]></category>
		<category><![CDATA[Kanji]]></category>
		<category><![CDATA[matematika]]></category>
		<category><![CDATA[ni]]></category>
		<category><![CDATA[pengurangan]]></category>
		<category><![CDATA[penjumlahan]]></category>
		<category><![CDATA[sama dengan]]></category>
		<category><![CDATA[san]]></category>
		<category><![CDATA[tasu]]></category>
		<category><![CDATA[wa]]></category>
		<category><![CDATA[は]]></category>
		<category><![CDATA[一]]></category>
		<category><![CDATA[三]]></category>
		<category><![CDATA[二]]></category>
		<category><![CDATA[十]]></category>
		<category><![CDATA[引く]]></category>
		<category><![CDATA[足す]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.yumeko.web.id/?p=30</guid>
		<description><![CDATA[
Kemarin kita mempelajari kanji 一, 二, 三, dan 十. Seperti dijanjikan, kita sekarang akan menggunakannya untuk sedikit berhitung. Berita buruknya adalah, sebetulnya di matematika, dan untuk hal-hal yang menggunakan angka pada umumnya, kanjinya tidak dipakai lagi! Ya, simbol yang telah kita kenal baik yaitu 0-9 lebih banyak digunakan di zaman modern ini. Namun berita baiknya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://www.yumeko.web.id/wp-content/uploads/2008/05/aritmatika.jpg" alt="" title="Ilustrasi pengurangan, 引く" width="400" height="209" class="alignnone size-full wp-image-31" /></p>
<p><a href="http://www.yumeko.web.id/2008/05/29/4-kanji-pertamamu-dan-kenapa-harus-menulis-dengan-cara-yang-benar/">Kemarin</a> kita mempelajari kanji 一, 二, 三, dan 十. Seperti dijanjikan, kita sekarang akan menggunakannya untuk sedikit berhitung. Berita buruknya adalah, sebetulnya di matematika, dan untuk hal-hal yang menggunakan angka pada umumnya, kanjinya tidak dipakai lagi! Ya, simbol yang telah kita kenal baik yaitu 0-9 lebih banyak digunakan di zaman modern ini. Namun berita baiknya adalah kanji tersebut belum sepenuhnya hilang! Beberapa istilah umum masih menggunakan kanjinya, dan terkadang ada yang sengaja menggunakan kanjinya untuk memberikan sehembus aura kuno atau kesan klasik.</p>
<p>Contohnya, cover belakang majalah Bungei Shunjuu yang saya punya menggunakan kanji untuk harganya:</p>
<p><img src="http://www.yumeko.web.id/wp-content/uploads/2008/05/bungei.jpg" alt="" title="Cover belakang Bungei Shunjuu (文藝春秋)" width="133" height="180" class="alignnone size-full wp-image-32" /></p>
<p>Bisa melihat kanji 三 di situ kan? (Harganya adalah 730 yen)</p>
<p>Sekarang kembali ke topik kita kali ini yaitu berhitung. Kita akan belajar penjumlahan dan pengurangan, jadi pertama-tama mari kita pelajari istilahnya.</p>
<p><span id="more-30"></span></p>
<h3>Menambah</h3>
<p>&#8220;Menambah&#8221; dalam bahasa Jepang adalah 足す (たす<span class="romajiInline">, tasu</span>). <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Jembatan_keledai">Nemonik</a> untuk menghafalkannya adalah &#8220;tas&#8221;. Bayangkan sebuah <strong>tas</strong> ajaib, dan kamu bisa <strong>menambah</strong> barang sebanyak apapun ke dalamnya:</p>
<p><img src="http://www.yumeko.web.id/wp-content/uploads/2008/05/tasu.jpg" alt="" title="Menambah, tasu, 足す" width="400" height="301" class="alignnone size-full wp-image-33" /></p>
<h3>Mengurangi</h3>
<p>&#8220;Mengurangi&#8221; dalam bahasa Jepang menggunakan kata 引く (ひく<span class="romajiInline">, hiku</span>) yang artinya &#8220;menarik&#8221;. Nemonik untuk menghafalkannya adalah anak yang menangis. Anak yang sedang menangis karena ngambek tidak mau pulang akan bersuara &#8220;<strong>hik</strong>, hik&#8221;. Nah, karena tidak mau diajak, maka orang tuanya terpaksa <strong>menarik</strong>nya:</p>
<p><img src="http://www.yumeko.web.id/wp-content/uploads/2008/05/hiku.jpg" alt="" title="Menarik, mengurangi, hiku, 引く" width="400" height="243" class="alignnone size-full wp-image-34" /></p>
<p>Hubungan antara &#8220;menarik&#8221; dengan &#8220;mengurangi&#8221; bisa dilihat di gambar paling atas artikel ini.</p>
<h3>Membaca persamaan</h3>
<p>Walaupun tidak umum untuk matematika, kita akan <strong>sengaja</strong> menggunakan kanji karena memang ingin berlatih membacanya. Lihat persamaan berikut:</p>
<div class="sample">一 ＋ 一 ＝ 二</div>
<p>Simbol = dibaca は<span class="romajiInline"> (wa)</span>, jadi cara membacanya adalah &#8220;いち　たす　いち　は　に&#8221;<span class="romajiInline"> (ichi tasu ichi wa ni)</span>. Mudah bukan? は<span class="romajiInline"> (wa)</span> yang kita gunakan adalah <a href="http://tutorial.yumeko.web.id/particles.html">partikel topik</a>.</p>
<p>Berikutnya pengurangan:</p>
<div class="sample">二 － 一 ＝ 一</div>
<p>Mungkin kamu sedikit pusing (atau geli?) melihat serentetan garis-garis horizontal tersebut. Bertahanlah. Cara membacanya adalah &#8220;に　ひく　いち　は　いち&#8221;<span class="romajiInline"> (ni hiku ichi wa ichi)</span>.</p>
<h3>Latihan</h3>
<p>Untuk menutup tulisan kali ini, silahkan latihan membaca persamaan-persamaan berikut. Sorot bagian yang abu-abu untuk melihat kuncinya:</p>
<table>
<tr>
<td><b>Soal</b></td>
<td><b>Kunci jawaban</b></td>
</tr>
<tr>
<td>二　＋　一　＝　三</td>
<td class="answerKey">に　たす　いち　は　さん<span class="romajiInline"> (ni tasu ichi wa san)</span></td>
</tr>
<tr>
<td>三　＋　三　＋　三　＋　一　＝　十</td>
<td class="answerKey">さん　たす　さん　たす　さん　たす　いち　は　じゅう<span class="romajiInline"> (san tasu san tasu san tasu ichi wa juu)</span></td>
</tr>
<tr>
<td>三　－　二　＋　一　＝　二</td>
<td class="answerKey">さん　ひく　に　たす　いち　は　に<span class="romajiInline"> (san hiku ni tasu ichi wa ni)</span></td>
</tr>
</table>
<p>Materi besok adalah cara membaca persamaan integral. (bercanda, bercanda!)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.yumeko.web.id/2008/05/30/penjumlahan-dan-pengurangan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Apa ini? Apa itu?</title>
		<link>http://www.yumeko.web.id/2008/05/25/apa-ini-apa-itu/</link>
		<comments>http://www.yumeko.web.id/2008/05/25/apa-ini-apa-itu/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 25 May 2008 02:35:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Agro Rachmatullah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Newbie]]></category>
		<category><![CDATA[apa]]></category>
		<category><![CDATA[are]]></category>
		<category><![CDATA[bergambar]]></category>
		<category><![CDATA[da]]></category>
		<category><![CDATA[ini]]></category>
		<category><![CDATA[itu]]></category>
		<category><![CDATA[kore]]></category>
		<category><![CDATA[nani]]></category>
		<category><![CDATA[sore]]></category>
		<category><![CDATA[wa]]></category>
		<category><![CDATA[あれ]]></category>
		<category><![CDATA[これ]]></category>
		<category><![CDATA[それ]]></category>
		<category><![CDATA[だ]]></category>
		<category><![CDATA[は]]></category>
		<category><![CDATA[何]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.yumeko.web.id/?p=6</guid>
		<description><![CDATA[Di pelajaran ini kita akan belajar cara menanyakan &#8220;Apa ini?&#8221;, &#8220;Apa itu?&#8221;, beserta cara menjawabnya seperti &#8220;Itu buku.&#8221; Bisa dipastikan bahwa pelajaran ini akan sangat berguna bagi kita-kita yang belum tahu banyak nama benda. Setelah belajar materi di tulisan ini, diharapkan pembaca rajin bertanya &#8220;Apa ini?&#8221; dan &#8220;Apa itu?&#8221; ke teman-temannya yang lebih tahu. Tanyalah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Di pelajaran ini kita akan belajar cara menanyakan &#8220;Apa ini?&#8221;, &#8220;Apa itu?&#8221;, beserta cara menjawabnya seperti &#8220;Itu buku.&#8221; Bisa dipastikan bahwa pelajaran ini akan sangat berguna bagi kita-kita yang belum tahu banyak nama benda. Setelah belajar materi di tulisan ini, diharapkan pembaca rajin bertanya &#8220;Apa ini?&#8221; dan &#8220;Apa itu?&#8221; ke teman-temannya yang lebih tahu. Tanyalah nama benda apapun sebanyak-banyaknya, mulai dari debu sampai pembatas buku. Indikasi bahwa kamu sudah menguasai materi ini adalah teman-temanmu mulai menjauh begitu melihat mukamu.</p>
<p><span id="more-6"></span></p>
<p>Pertama-tama kita perlu tahu tentang jenis-jenis &#8220;ini&#8221;-&#8221;itu&#8221; yang ada di bahasa Jepang. Di bahasa Indonesia, digunakan &#8220;ini&#8221; untuk benda yang dekat dengan pembicara dan &#8220;itu&#8221; untuk benda yang jauh darinya. Pada bahasa Jepang, &#8220;itu&#8221; dibagi lagi menjadi dua jenis sehingga ingatlah bahwa jumlahnya ada tiga!</p>
<p>Pertama adalah これ <span class="romajiInline">(kore)</span> yang artinya sama dengan &#8220;ini&#8221;, digunakan untuk benda yang dekat dengan pembicara. Kedua adalah それ <span class="romajiInline">(sore)</span> yang berarti &#8220;itu&#8221;, namun di sini batasannya adalah bahwa benda &#8220;itu&#8221; berada di dekat lawan bicara, atau benda tersebut tidak terlalu jauh dari kedua belah pihak. Terakhir adalah あれ <span class="romajiInline">(are)</span> yang berarti &#8220;itu&#8221; untuk benda yang benar-benar jauh dari pembicara maupun pendengar.</p>
<p>Inilah sedikit ilustrasi yang mungkin bisa kamu cetak dan tempel di dinding kamar kamu:</p>
<p><img src="http://www.yumeko.web.id/wp-content/uploads/2008/05/arekore.jpg" alt="" title="Kore, sore, are" width="450" height="520" class="alignnone size-full wp-image-7" /></p>
<p>Kata terakhir yang kita perlukan adalah 何 (なに<span class="romajiInline">, nani</span>) yang berarti &#8220;apa&#8221;. Berbekal semua pengetahuan tadi, kita sekarang bisa membuat pertanyaan pertama kita:</p>
<div class="sample">これは何？<br />
<span class="romajiSample">kore wa nani?</span><br />
Apa ini?</div>
<p>Di sini digunakan partikel topik &#8220;wa&#8221; yang selalu ditulis dengan hiragana &#8220;ha&#8221; (は). Partikel tersebut menempel pada これ <span class="romajiInline">(kore)</span> dan menyatakan bahwa topik pembicaraannya adalah &#8220;ini&#8221;. これは <span class="romajiInline">(kore wa)</span> bisa dipahami sebagai &#8220;ngomong-ngomong tentang ini&#8230;&#8221; Setelah topiknya dibuat jelas dengan は<span class="romajiInline"> (wa)</span>, maka kita bisa mengeluarkan pertanyaannya yaitu 何<span class="romajiInline"> (nani)</span>.</p>
<p>Struktur untuk bentuk lainnya sama persis. Lihatlah contoh pembicaraan ini:</p>
<div class="sample">ヘリ：これは何？<br />
<span class="romajiSample">heri: kore wa nani?</span><br />
Heri: Apa ini?</p>
<p>アディット：それは本だ。<br />
<span class="romajiSample">aditto: sore wa hon da.</span><br />
Adit: Itu adalah buku.</div>
<p>本 <span class="romajiInline">(hon)</span> adalah buku. だ (da) mirip dengan &#8220;adalah&#8221; karena <a href="http://tutorial.yumeko.web.id/copula.html">bisa dihilangkan tanpa masalah</a>. Jadi pada contoh sebelumnya Adit bisa saja menjawab 「それは本」<span class="romajiInline"> (sore wa hon)</span>. Keberadaan 「だ」 <span class="romajiInline">(da)</span> membuat kalimatnya tegas dan deklaratif, sehingga laki-laki lebih cenderung menggunakannya. Lalu perhatikan bahwa &#8220;ini&#8221;-nya pihak pertama menjadi &#8220;itu&#8221; bagi pihak kedua.</p>
<div class="sample">
アンドレ：それは何？<br />
<span class="romajiSample">andore: sore wa nani?</span><br />
Andre: Apa itu?</p>
<p>れいな：これは鉛筆。<br />
<span class="romajiSample">reina: kore wa enpitsu.</span><br />
Reina: Ini pensil.</div>
<p>Di sini Reina adalah seorang perempuan dan dia tidak menggunakan だ <span class="romajiInline"> (da)</span>. Ini tidak selalu terjadi &#8212; perempuan juga terkadang menggunakan だ  <span class="romajiInline">(da)</span> kalau ingin ekstra tegas.</p>
<div class="sample">
愛：あれは何？<br />
<span class="romajiSample">ai: are wa nani?</span><br />
Ai: Apa itu? (nun jauh di sana)</p>
<p>リザ：あれは飛行機だ。<br />
<span class="romajiSample">riza: are wa hikouki da.</span><br />
Riza: Itu (yang jauh di sana) adalah pesawat terbang.</div>
<p>Di contoh terakhir ini keduanya menggunakan あれ  <span class="romajiInline">(are)</span> karena bendanya sama-sama jauh dari keduanya.</p>
<p>Sebagai bonus diberikan beberapa kata tambahan untuk berlatih tanya-jawab seperti contoh-contoh kalimat di atas:</p>
<ul>
<li>恐竜 (きょうりゅう<span class="romajiInline">, kyouryuu</span>): dinosaurus</li>
<li>花火 (はなび<span class="romajiInline">, hanabi</span>): kembang api</li>
<li>卵 (たまご<span class="romajiInline">, tamago</span>): telur</li>
<li>唇 (くちびる<span class="romajiInline">, kuchibiru</span>): bibir</li>
<li>幽霊 (ゆうれい<span class="romajiInline">, yuurei</span>): hantu</li>
</ul>
<p>(Kalau mau, kamu bisa coba latihan membuat kalimat melalui sistem komentar di bawah, dengan salah satu kata di atas maupun katamu sendiri)</p>
<p>Hal terakhir yang perlu diingat adalah bahwa bahasa yang digunakan sepanjang artikel ini adalah bahasa dasar, bukan bahasa sopan. Kamu bisa menggunakannya dengan teman-teman kamu, namun jangan dipakai untuk berbicara dengan guru atau orang lain yang perlu dihormati.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.yumeko.web.id/2008/05/25/apa-ini-apa-itu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>17</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

